http://www.sinarharapan.co.id/berita/0501/20/nas02.html
Meski Dikritik, Depdiknas Tetap Laksanakan UAN Jakarta, Sinar Harapan Meskipun pelaksanaan ujian akhir nasional (UAN) beberapa tahun terakhir ini menuai kontroversi, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) tetap akan melanjutkan kebijakan penyelenggaraan UAN. Kebijakan tersebut ditanggapi Sekretaris Koalisi Pendidikan Ade Irawan yang menilai hal itu tidak sesuai dengan roh UU Sistem Pendidikan Nasional. Ade Irawan yang dihubungi SH, Rabu (19/1), menyatakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan harus dititikberatkan pada input seperti penyediaan tenaga guru, buku bacaan, dan sarana belajar lain yang berkualitas. Penerapan Ujian Akhir Nasional sebagai cara untuk mendorong murid dan guru mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik justru menimbulkan pemborosan, disamping tidak sesuai dengan ruh UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, ujarnya. "Kalau ingin meningkatkan kualitas pendidikan, seharusnya yang lebih ditekankan adalah inputnya, bukan output-nya. Misalnya, bagaimana kita bisa memiliki guru-guru yang lebih berkualitas, buku bacaan yang berkualitas dan memadai, dan sarana pendidikan lain yang lebih baik. Bukan dengan menerapkan ujian dengan standar yang tinggi," ujar Ade. Sebelumnya, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan bahwa pada tahun ajaran 2004/2005 ini pemerintah tetap akan menyelenggarakan ujian nasional bagi siswa SMP dan SMA, untuk mendorong siswa dan guru bekerja lebih keras. Ujian itu akan diadakan dua kali, sehingga siswa yang belum lulus pada ujian pertama bisa mengulang pada ujian kedua. Untuk tahun 2005, ujian pertama akan diadakan bulan Juni 2005, sedangkan ujian kedua pada bulan Oktober. Tetapi, pada tahun-tahun selanjutnya, ujian pertama akan dilangsungkan pada Februari, sedangkan ujian kedua pada bulan Juli. Cara Terbaik Pendapat senada disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Depdiknas Fasli Jalal. Menurut Fasli, dibandingkan cara lain, penyelenggaraan UAN ini adalah cara terbaik untuk mendorong semangat para guru dan siswa untuk bekerja lebih giat. "Tidak perlu buku baru, tidak perlu penambahan alat-alat lain. Selain itu, hasil UAN bisa digunakan untuk menyusun pemetaan, mana daerah yang masih tertinggal, dan mana yang sudah maju," ujar Fasli. Berbeda dengan UAN sebelumnya, dalam ujian nasional kali ini tidak akan ada konversi terhadap nilai akhir hasil ujian. Tidak adanya konversi, menurut Bambang, dilakukan agar gambaran tingkat kompetensi siswa Indonesia, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil ujian, tidak kabur. "Ujian nasional ini kita adakan untuk melihat realitas mutu pendidikan di Indonesia. Kalau hasil ujian dikonversi, realitas itu tidak akan terlihat lagi. Karenanya, tidak akan ada konversi nilai hasil ujian," ujar Bambang. Selain itu, ujian nasional versi baru ini juga tidak akan menjadi satu-satunya kriteria penentu kelulusan. Untuk lulus, siswa memang harus memenuhi ambang batas kelulusan sebesar 4,25 (lebih tinggi dibandingkan ambang kelulusan UAN lalu yang hanya sebesar 4,01). Tetapi, selain nilai ujian nasional, pihak sekolah yang berwenang menentukan kelulusan juga masih akan mempertimbangkan faktor-faktor lain. "UAN bukan satu-satunya kriteria kelulusan," tambah Bambang. Berkaitan dengan anggaran UAN, Depdiknas mengatakan bahwa penyelenggaraan ujian itu memang tidak mendapatkan anggaran khusus dalam APBN. Tetapi, menurut Bambang, pemerintah masih memiliki keleluasaan untuk memanfaatkan dana pendidikan. Sebagian dari dana pendidikan itu bisa dialokasikan untuk pembiayaan UAN, yang diperkirakan menelan dana Rp 200 - 300 miliar. Sebelumnya, DPR sudah menyatakan tidak akan menyetujui alokasi anggaran bagi penyelenggaraan UAN. (rhu) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project. http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

