Mas Samsi,
Pada kalimat anda -> "sebenarnya mengganggu tapi yang terganggu tidak
berani komplain alias takut rumahnya dirusak karena menentang Islam",
apakah islam / kaum muslim sejahat itu ?.
Juga pada kalimat anda " Dan saya katakan, mereka takut kalau menentang
azan, akan dikira menentang Islam, dan menentang Islam berarti menentang
mayoritas, dan akan berakibat
pengrusakan rumah." Apakah akan demikian akhirnya?
Saya mengatakan " rata2 mereka memaklumi hal itu ", artinya meski ada yg
terganggu, tp mereka TOLERAN thd hal itu, bahkan ada yg cenderung 'cuek'
sama sekali dan tdk terganggu, namanya juga hidup bersama dan berdampingan.
Mereka mengerti bahwa azan itu penting buat umat islam. Lagipula itu hanya
sebentar mas. Toleransi.
Teman saya yg tinggal di samping bengkel motor jg sangat terganggu,
terlebih ketika ada customer yg ingin knalpotnya diganti dgn yg lebih
keras. Tp namanya jg hidup bersama, lg pula itu kan sebentar. Kalaupun dia
mau protes, berarti dia ngga toleran thd tetangganya, kan tetangganya
bertindak spt itu karena kebutuhan, untuk ekonomi mereka. Tetangganya jg
bisa bilang "kalau mau tenang, kenapa ngga tinggal di kompleks aja, atau
tinggal di hutan saja sekalian, itupun masih di ganggu sama suara2 binatang
hutan". Sekali lagi toleransi dalam hidup bersama itu penting. Begitupun
Azan, itu karena kebutuhan untuk ibadah.
Kalau contoh yg anda berikan " jika ada tetangga yg menyetel Baghawad Gita
keras-keras, jam 3 pagi selama 5 menit saja", kalau untuk alasan Ibadah,
saya toleran akan hal itu, & tetangga yg lain jg saya yakin bersikap hal yg
sama, itu kebutuhan mereka kok. Tp kalau bukan, satu pertanyaan saya " apa
siang hari ngga bisa ? atau kalau Baghawad Gita itu hanya dikonsumsi
sendiri, apa ngga sebaiknya pakai earphone atau volumenya dikecilkan?.
Masalahnya azan itu penting dan menyangkut kebutuhan umat muslim /
masyarakat banyak.
Memang ada sejuta alasan untuk mencari pembenaran buat anda, Sedikit saja
dari saya, Toleransi beragama.
Azan sifatnya penting dan durasinya tdk lama, Jd toleransi, toleransi dan
toleransi, itu yg kita butuhkan untuk hidup bersama dalam perbedaan.
Untuk contoh kasus anda, jelas sekali bahwa keluarga tsb menegurnya dgn
cara kasar. Wajar jika ada yg tersinggung, terlebih jika memang ada yg tdk
suka dgn keluarga tsb, tentu mudah di provokasi.
Kan bisa dgn cara baik2, musyawarahkan dgn pemuda masjid untuk mencari
solusi lain selain menggunakan beduk. kalau dgn kata2 kasar, masalah tdk
akan selesai, bahkan akan ada masalah baru.
salam,
Rahman
[EMAIL PROTECTED]
uare.co.id To: [email protected]
cc:
01/25/2005 02:23 Subject: Re: [ppiindia] Re:
Enam Pura Dirusak
PM Orang Tak Dikenal
Please respond to
ppiindia
Bung Rahman,
Memang sampai saat ini belum ada umat Islam yang melakukan pengrusakan
yang dilatar belakangi Azan, rasanya saya tidak bilang begitu, coba anda
baca lagi.
Begitu juga dengan yang protes, tidak pernah ada, tetapi yang berkeberatan
banyak, mereka tidak berani ngomong terus terang karena takut.
Sekali lagi karena takut.
Dan saya katakan, mereka takut kalau menentang azan, akan dikira menentang
Islam, dan menentang Islam berarti menentang mayoritas, dan akan berakibat
pengrusakan rumah.
Sekali lagi akan berakibat pengrusakan rumah yang protes apalagi kalau
yang protes itu Cina.
Memang bunyi azan itu cuma lima menit, tetapi kalau anda sedang enak-enak
tidur lalu dibangunkan oleh suara gaduh apakan anda bisa tidur lagi?
apakah tidak jengkel, (Misalnya tetangga anda menyetel Baghawad Gita
keras-keras, jam 3 pagi selama 5 menit saja).
lagipula Azan itu enak didengar hanya oleh umat Muslim, tetapi umat lain,
pasti sebal mendengarnya. Jadi jangan mengukur keindahan itu menggunakan
telinga anda.
Kalau soal mencari alasan sih, ada sejuta alasan untuk mencari pembenaran,
jadi saya tidak mau bahas soal ini.
Ini soal toleransi, itu saja.
Berita dibawah ini adalah sepotong berita kejadian di Rengas Dengklok 30
Januari 1997
(Sengaja saya quote bagian penting saja, karena beritanya panjang - contoh
- dimana rumah orang cina dibakar karena merasa terganggu suara bedug)
Sekali lagi ini cuma contoh
Kepada Mutiara, sejumlah warga yang bermukim di seputar lokasi sumber
kerusuhan dan Jalan Raya Rengasdengklok mengatakan, aksi protes anti-Cina
mulai berkobar sekira pukul 04.00 WIB, menjelang makan sahur.
Saat anak-anak Kampung Warudoyong memukul beduk di langgar untuk
membangunkan warga sekitar, satu keluarga Cina di dekatnya menyatakan
merasa
terganggu oleh suara tersebut. Keluarga itu menegurnya dengan kasar.
"Kaya'
kelelawar saja. Kalau siang tidur, malam ribut...," kata Ari, 16 tahun,
warga Warudoyong.
Samsi Darmawan
================================== CUT =============================
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/