Saya kira point-nya mhoel itu bagus.
Kehidupan bertetangga yang rukun, damai dan tidak elitis, itu kuncinya.

Jika kita lihat kasus-kasus SARA rumah ibadah,
kita sebetulnya bisa melihat ada sisi yang selalu muncul.
Yaitu kehidupan bertetangga yang elitis, tidak guyup, tidak membaur.

Kompleks mewah bertetangga dengan pemukiman kumuh (setengah kumuh) dengan
dibatasi tembok setinggi 3 m keliling,
dengan mayoritas pemukim kompleks mewah itu berbeda agama dengan pemukiman
tetangganya. Tidak ada interaksi sosial yang cukup intens.
Tidak pernah ikut siskamling bersama karena punya satpam sendiri,
tidak ada kepedulian, tidak berta'ziyah ketika ada yang meninggal,
17 agustusan cuman mbayar iuran.
Akan mudah sekali situasinya dibakar/terbakar.

Sulitnya, kehidupan diperkotaan sekarang sudah sedemikian berat,
orang harus bekerja 24 jam sehari, 6-7 hari seminggu.
Sehingga kadang2 juga tidak bisa disalahkan tidak adanya interaksi sosial
tsb. Juga tidak bisa disalahkan juga ketika muncul letupan-letupan
sara, lha wong pada nggak kenal.Jika tidak kenal mana bisa sayang...


----- Original Message -----
From: "MHOEL" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, January 25, 2005 10:40 AM
Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak Dikenal


>
>   Tidak ada yang diputar2, Bung.
>   Intinya anda tidak ingin suara azan nyampe ke telinga anda, karena anda
> tidak suka. Sementara bagi sekelompok manusia lainnya azan itu penting
untuk
> mengingatkan mereka bahwa waktu sholat sudah masuk. Tanpa loudspekaer
suara
> itu bakal hilang ditelan gemuruhnya suara bajai, bus kota, serta mobil2
yang
> berliweran di di lingkungannya. Jadi, loudspeaker berguna untuk memperluas
> jangkauan panggilan.
>
>   Orang2 muslim (setidaknya di lingkungan aku sendiri) nggak pernah
merecoki
> suara lonceng, ngak pernah merecoki bau-bauan yang menganggu hidung
> sepanjang hari. Lalu kenapa sekarang harus mempermalahkan azan yang
menjadi
> bagian dari kehidupan masyarakat muslim?
>
>   Islam tidak pernah maju atau mundur. Maju-mundur itu manusianya. Dan
Islam
> tidak pernah dibesarkan oleh orang lain kecuali umatnya sendiri.
>
>
>
>
>
>
>   ----- Original Message -----
>   From: <[EMAIL PROTECTED]>
>   To: <[email protected]>
>   Sent: Tuesday, January 25, 2005 3:45 PM
>   Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak Dikenal
>
>
>   >
>   > Sekali lagi tolong jangan diputar-putar bung,
>   > coba ikuti tulisan ini dari awal, yang di kritik itu bukan Azannya
> tetapi
>   > azan yang menggunakan Loud Speaker, (memang dalam tulisan ini saya
lupa
>   > memasukkan kata "LOUDSPEAKER" )
>   > Sekali lagi yang saya kritik adalah penggunaan LOUDSPEAKER nya.
>   > tetapi kalau anda ikuti diskusi ini dan baca tulisan dibawah ini
dengan
>   > benar, pasti diskusi ini menjadi menarik.
>   > Tetapi terserah anda semua sih, kalau mau jadi ISLAM yang terbuka,
besar
>   > dan maju sebaiknya setiap kritik ditelaah dengan baik
>   > Kalau saya menganggap kritik atau realitas yang terjadi adalah masukan
>   > yang membuat kita dewasa, tetapi kalau dianggap menyerang ISLAM atau
>   > mediskreditkan ISLAM, maka saya kira tidak perlu dilanjutkan lagi
> diskusi
>   > ini, karena tidak akan ada berhentinya (setiap tesis pasti ada
>   > antitesisnya dan menimbulkan hipotesis yang baru).
>   >
>   > Wassalam,
>   >
>   > Samsi Darmawan
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   > "MHOEL" <[EMAIL PROTECTED]>
>   > 01/25/2005 03:20 PM
>   > Please respond to ppiindia
>   >
>   >         To:     <[email protected]>
>   >         cc:
>   >         Subject:        Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak
>   > Dikenal
>   >
>   >
>   >
>   >   Jangan berlebihan lah.....
>   >   Ini siapa yang harus mentoleransi siapa.
>   >
>   >   Tidak ada alasan untuk keberatan dengan orang2 yang menjalankan
>   > ibadahnya,
>   > apa lagi dilingkungannya sendiri.
>   >
>   >   Adzan adalah panggilan sholat untuk muslim. Masak manggil orang
harus
>   > bisik2. Nyang bener aja.
>   >   Sama halnya dengan muslim di lingkuanganku yang nggak protes suara
>   > loceng
>   > gereja yang berdentang setiap jam 5 sore. Juga tidak ada yang protes
>   > ketika
>   > etnis tionghoa bakar dupa yang lidinya ditaruh di pintu masuk rumah.
> Terus
>   > terang baunya nggak enak dan menganggu, tapi nggak ada tuh muslim di
>   > lingkungan ku yang protes.
>   >
>   >
>   >   ----- Original Message -----
>   >   From: <[EMAIL PROTECTED]>
>   >   To: <[email protected]>
>   >   Sent: Tuesday, January 25, 2005 2:23 PM
>   >   Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak Dikenal
>   >
>   >
>   >   >
>   >   > Bung Rahman,
>   >   > Memang sampai saat ini belum ada umat Islam yang melakukan
> pengrusakan
>   >   > yang dilatar belakangi Azan, rasanya saya tidak bilang begitu,
coba
>   > anda
>   >   > baca lagi.
>   >   > Begitu juga dengan yang protes, tidak pernah ada, tetapi yang
>   > berkeberatan
>   >   > banyak, mereka tidak berani ngomong terus terang karena takut.
>   >   > Sekali lagi karena takut.
>   >   > Dan saya katakan, mereka takut kalau menentang azan, akan dikira
>   > menentang
>   >   > Islam, dan menentang Islam berarti menentang mayoritas, dan akan
>   > berakibat
>   >   > pengrusakan rumah.
>   >   > Sekali lagi akan berakibat pengrusakan rumah yang protes apalagi
> kalau
>   >   > yang protes itu Cina.
>   >   > Memang bunyi azan itu cuma lima menit, tetapi kalau anda sedang
>   > enak-enak
>   >   > tidur lalu dibangunkan oleh suara gaduh apakan anda bisa tidur
lagi?
>   >   > apakah tidak jengkel, (Misalnya tetangga anda menyetel Baghawad
Gita
>   >   > keras-keras, jam 3 pagi selama 5 menit saja).
>   >   > lagipula Azan itu enak didengar hanya oleh umat Muslim, tetapi
umat
>   > lain,
>   >   > pasti sebal mendengarnya. Jadi jangan mengukur keindahan itu
>   > menggunakan
>   >   > telinga anda.
>   >   > Kalau soal mencari alasan sih, ada sejuta alasan untuk mencari
>   > pembenaran,
>   >   > jadi saya tidak mau bahas soal ini.
>   >   > Ini soal toleransi, itu saja.
>   >   >
>   >   > Berita dibawah ini adalah sepotong berita kejadian di Rengas
> Dengklok
>   > 30
>   >   > Januari 1997
>   >   > (Sengaja saya quote bagian penting saja, karena beritanya
panjang -
>   > contoh
>   >   > - dimana rumah orang cina dibakar karena merasa terganggu suara
> bedug)
>   >   > Sekali lagi ini cuma contoh
>   >   >
>   >   > Kepada Mutiara, sejumlah warga yang bermukim di seputar lokasi
> sumber
>   >   > kerusuhan dan Jalan Raya Rengasdengklok mengatakan, aksi protes
>   > anti-Cina
>   >   > mulai berkobar sekira pukul 04.00 WIB, menjelang makan sahur.
>   >   > Saat anak-anak Kampung Warudoyong memukul beduk di langgar untuk
>   >   > membangunkan warga sekitar, satu keluarga Cina di dekatnya
> menyatakan
>   >   > merasa
>   >   > terganggu oleh suara tersebut. Keluarga itu menegurnya dengan
kasar.
>   >   > "Kaya'
>   >   > kelelawar saja. Kalau siang tidur, malam ribut...," kata Ari, 16
>   > tahun,
>   >   > warga Warudoyong.
>   >   > Samsi Darmawan
>   >   >
>   >   >
>   >   > ==================================
>   >   >
>   >   > ==> Saya pribadi belum pernah melihat ada org yg protes karena
azan,
>   > rata2
>   >   > mereka memaklumi hal itu. Dan blm pernah ada pengrusakan rumah
oleh
>   > umat
>   >   > islam dgn alasan menentang islam hanya karena pemilik rumah protes
> thd
>   >   > azan.
>   >   > Kalaupun ada, sebaiknya dilaporkan ke yg berwajib, krn telah
> melakukan
>   >   > tindakan semena2.
>   >   > Alhamdulillah warga non muslim di lingkungan saya begitu toleran
thd
>   > azan.
>   >   > Dan saya jg temukan toleransi spt ini di banyak tempat.
>   >   > Azan itu sendiri tdk terlalu menggangu, karena seruan azan tdklah
> lama
>   > (
>   >   > kurang lebih 5 menit ) dan umumnya suara azan itu di serukan oleh
> org2
>   > yg
>   >   > memiliki suara / bisa membawakan azan dgn indah / enak didengar.
>   >   > Penggunaan loudspeaker itu sendiri hanya sebatas sbg alat bantu
agar
>   > suara
>   >   > muadzin bisa lebih optimal di dengar oleh umat yg berada cukup
jauh.
>   > Dan
>   >   > itu sah saja, meski memang bukan bagian dari tradisi islam.
>   >   > Sama halnya jika ada umat yg menuju masjid untuk sholat dgn
>   > menggunakan
>   >   > sepeda motor. Tujuannya supaya bisa lebih cepat dan efisien, meski
>   > sepeda
>   >   > motor bukan bagian dr tradisi islam, dan itu sah saja. <==
>   >   >
>   >   > salam
>   >   > Rahman
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >   > [Non-text portions of this message have been removed]
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >
>
***************************************************************************
>   >   > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
>   > Indonesia
>   > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
>   >   >
>   >
>
***************************************************************************
>   >   >
>   >
> __________________________________________________________________________
>   >   > Mohon Perhatian:
>   >   >
>   >   > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
>   > otokritik)
>   >   > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
dikomentari.
>   >   > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
>   >   > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
>   >   > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
>   >   > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>   >   >
>   >   > Yahoo! Groups Links
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>
***************************************************************************
>   > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia
>   > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
>   >
>
***************************************************************************
>   >
> __________________________________________________________________________
>   > Mohon Perhatian:
>   >
>   > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
>   > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
>   > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
>   > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
>   > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
>   > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>   >
>   > Yahoo! Groups Links
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   > [Non-text portions of this message have been removed]
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>
***************************************************************************
>   > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
>   >
>
***************************************************************************
>   >
> __________________________________________________________________________
>   > Mohon Perhatian:
>   >
>   > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
>   > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
>   > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
>   > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
>   > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
>   > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>   >
>   > Yahoo! Groups Links
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>   >
>
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke