http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/1/27/n1.htm Kamis Wage, 27 Januari 2005
TNI harus Dibangun Lebih Besar Jakarta (Bali Post) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan terbatasnya kekuatan militer Indonesia menyebabkan ruang gerak diplomasi untuk memperjuangkan kepentingan nasional juga terhambat. ''Indonesia harus membangun kekuatan TNI yang lebih besar lagi dan kita tertantang untuk itu,'' tegas Presiden saat membuka diskusi tentang ''Kemandirian Pertahanan'' di Departemen Pertahanan, Jakarta, Rabu (26/1) kemarin. Kata Presiden, penambahan senjata dan peralatan militer itu dirasakan sangat penting. Di saat membantu penanganan korban bencana alam di Aceh, di mana TNI Angkatan Udara mengerahkan sembilan Hercules, enam di antaranya bisa digunakan secara aktif. Namun, beberapa negara sahabat mengerahkan 18 Herculesnya. Juga helikopter milik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, Polri dan swasta mencapai 10 unit, sedangkan bantuan helikopter militer dari negara sahabat mencapai dua kali lipat jumlahnya. ''Jika kita punya kekuatan yang lebih, tentu lebih banyak yang bisa kita lakukan,'' ucapnya. Selain itu, lanjut Presiden, jika peralatan militer sangat bagus, sarana senjata yang cukup, peralatan komunikasi dan sarana mobilitas yang andal, maka proses pengejaran terhadap GAM akan lebih efektif dan TNI bisa berbuat banyak untuk mengejarnya. Bahkan, penambahan senjata dan kekuatan militer akan bisa menangkal maupun mencegah ancaman dari luar serta dari dalam negeri meliputi ancaman kedaulatan wilayah nasional. Sementara alokasi anggaran yang diberikan pemerintah untuk bidang pertahanan, belum memadai. ''Namun, saya optimis sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, anggaran pertahanan pun dapat ditingkatkan.'' Secara universal, tambahnya, anggaran bidang pertahanan di sebuah negara berkisar antara tiga hingga lima persen. Lebih dari itu, negeri itu ambisius atau dalam keadaan perang, kurang dari tiga persen biasanya negara tidak serius atau memang kemampuan ekonomi negara terbatas. ''Kita serius namun kemampuan ekonomi yang harus kita pacu,'' kata Kepala Negara. Menyinggung masalah embargo senjata, Presiden mengatakan tindakan embargo benar-benar mengurangi kemampuan operasi TNI dan hal itu tidak boleh dibiarkan lagi. ''Kita membeli pesawat Hawk dan Tank Scorpion untuk melakukan pertahanan dan membelinya dengan uang rakyat. Kemudian Hawk dan Scorpion tak boleh digunakan. Hal ini tidak boleh terjadi lagi di masa mendatang,'' tegasnya. Untuk itu, Presiden meminta kemampuan industri militer dalam negeri, sebenarnya harus sudah mampu menghasilkan senjata dan peralatan militer yang memang dibutuhkan, Departemen Pertahanan harus mengutamakan produksi dalam negeri dan bukannya mengimpor barang. ''Saya meminta peralatan pertahanan yang benar-benar dibutuhkan (strongly needed) dibuat dan dikembangkan di dalam negeri,'' pintanya. Kepala Negara juga menegaskan, industri pertahanan dalam negeri harus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan peralatan pertahanan Indonesia. Peningkatan produksi alat pertahanan ini harus lebih efisien agar biayanya lebih murah daripada membeli dari negara lain. ''Keuntungan dari menggunakan senjata produksi sendiri ini dapat mencegah terjadinya pelarangan penggunaan senjata dari negara produsen,'' kata Presiden. (034) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

