Harian komentar
 27 January 2005

Pasukan asing diminta tidak tinggalkan NAD
Warga Aceh: Tentara AS Keluarga Kami

Banyak kalangan dan elit yang menyatakan kecurigaannya terhadap kehadiran 
pasukan AS di Aceh. Namun bagi warga Aceh sendiri, kehadiran tentara AS dan 
pasukan asing yang datang menolong di Tanah Rencong itu, sangat membantu 
penderitaan warga akibat bencana tsunami. Tak heran jika mereka menggelar 
protes agar tentara AS tidak pergi dari Aceh.
Bahkan ada ibu-ibu yang membawa poster menyatakan, "Tentara AS adalah 
keluarga kami, jangan tinggalkan Aceh.'' Memang kehadiran pasukan AS dan 
tentara asing, sangat menolong warga yang ditimpa bencana di Aceh. Namun 
keha-diran mereka di sana malah dicurigai macam-macam oleh kalangan 
tertentu.
Akibatnya, ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung 
dalam Kelompok Masyarakat Peduli Aceh, Rabu (26/01) kemarin, berdemo 
mendesak pemerin-tah agar tetap mempertahan-kan kehadiran tentara asing 
dalam misi kemanusiaan di wi-layah Nanggroe Aceh Darussa-lam (NAD).
"Kita akan melakukan aksi long march dimulai dari bun-daran Hotel Indonesia, 
Jakarta Pusat, menuju gedung Perwa-kilan PBB," kata Koordinator Demo, 
Islamuddin di Jakarta, Selasa (25/01). Menurut Isla-muddin, aksi demo damai 
ter-sebut dimaksudkan untuk mendesak pemerintah agar te-rus mempertahankan 
kebera-daan tentara asing dalam misi kemanusiaan di wilayah Nang-groe Aceh 
Darussalam. Selama ini, tambahnya, pasukan asing tersebut sangat membantu 
dalam penanggulangan rehabi-litasi dan pemulihan kembali para korban 
pascagempa dan gelombang tsunami.
"Pasukan asing tersebut me-miliki peralatan yang lebih lengkap, siap 
digerakkan dan memiliki mobilitas yang tinggi," katanya. Oleh karena itu 
ke-hadiran pasukan asing terse-but saat ini masih sangat dibu-tuhkan dan 
sangat membantu dalam distribusi bahan makan-an serta pengerahan peralat-an 
yang bisa digunakan untuk pembersihan jalan.
Selain melakukan long march, para demonstran juga akan me-lakukan orasi di 
bundaran HI sambil membentangkan span-duk yang berisikan desakan untuk 
mempertahankan pasu-kan asing dalam misi kemanu-siaan di Aceh.
"Kita meminta pemerintah Presiden Yudhoyono untuk te-tap mempertahankan 
pasukan asing dan PBB dalam misi ke-manusiaan di Aceh," kata Isla-muddin. 
Sebelumnya, peme-rintah telah mengeluarkan tenggat waktu bagi pasukan asing 
yang berada di NAD dalam misi kemanusiaan untuk keluar.
SEKOLAH AKTIF
Sementara itu, dari NAD dila-porkan, sekolah-sekolah di Banda Aceh dan Aceh 
Besar mulai beraktivitas kembali, Ra-bu (26/01). Siswa-siswa dari sekolah 
yang hancur ditempat-kan di beberapa sekolah terde-kat yang masih berdiri. 
Se-dangkan siswa yang masih me-ngungsi di kamp-kamp pe-ngungsian selain 
mendaftar di sekolah-sekolah terdekat, juga belajar di tenda-tenda darurat.
Di kamp pengungsian Posko 85, Lhoknga, Aceh Besar, ratus-an anak usia 
sekolah yang terdiri dari TK sampai SMP be-lajar di tenda-tenda darurat yang 
diberikan UNICEF. Ada empat tenda yang menampung ratusan anak-anak tersebut.
"Karena ini hari pertama, kita hanya melakukan pendataan saja dulu. Setelah 
itu bermain dan menggambar," ujar Husni, salah satu mahasiswa asal Ja-karta 
yang kini menjadi relawan tenaga pengajar untuk murid-murid di posko 
tersebut. Selain Husni, ada 30 relawan pengajar lainnya di tempat tersebut.
Sejauh ini, kendala yang pa-ling dirasakan Husni adalah ketika dia mulai 
berkomuni-kasi dengan puluhan anak-anak usia sekolah dasar terse-but. 
Pasalnya, sejumlah anak yang biasanya menggunakan bahasa daerah menjadi 
terken-dala ketika diajak berbicara dalam bahasa Indonesia. "Tapi 
mudah-mudahan, ke depan-nya bisa lebih bagus. Pelan-pe-lan," katanya. Para 
relawan ini akan bekerja selama 3 bulan sampai enam bulan ke depan.
Anak-anak tersebut umum-nya memiliki perlengkapan alat tulis yang 
disumbangkan UNICEF. Tak ada siswa yang memakai baju seragam. Bang-ku atau 
meja juga tidak terlihat di setiap tenda. Mereka yang menulis, berhitung dan 
meng-gambar di atas kertas, terpak-sa melakukannya di atas terpal yang 
menjadi alas tenda. "Ba-nyak teman di sini. Tapi sedih karena sekolah sudah 
tidak ada lagi," tutur Ulfa Amna, mu-rid kelas III dari Madrasah Ibti-daiyah 
Negeri Lhoknga yang ki-ni terpaksa mengungsi ke tem-pat tersebut dengan 4 
saudara-nya. Ayah dan ibu serta dua saudara laki-lakinya menjadi korban 
dalam bencana gempa dan tsunami yang terjadi 26 Desember 2004 lalu.
Sementara itu, di SD Negeri 56 Banda Aceh, ratusan murid hadir dan melakukan 
daftar ulang. Para pengungsi yang sebelumnya berada di lokasi ini, 
dipindahkan ke lapangan bola yang tidak jauh dari lokasi sekolah tersebut.
Meski umumnya para murid memakai seragam, terlihat satu dua murid memakai 
baju bebas. "Soalnya tidak punya baju lagi. Rumah kami sudah tidak ada," 
ungkap Novandi A, murid kelas V. Novandi yang kini tinggal sebatang 
kara -ka-rena ayah, ibu dan dua adik-nya turut menjadi korban- mendaftar 
ulang ke sekolah tersebut ditemani pamannya. Tak ada lagi guratan kesedihan 
di wajahnya. Seperti anak-anak lainnya, Novandi bermain bersama 
teman-temannya.
Menurut Wakil Kepala Seko-lah SD Negeri 56, Yusfaini SPd, jumlah murid di 
sekolah ter-sebut berjumlah 320 orang. Sampai hari ini pendataan mu-rid 
terus dilakukan. Tapi ke-mungkinan besar, menurut Yusfaini, banyak muridnya 
yang selamat dari amukan gempa dan tsunami karena pada umumnya murid-murid 
SDN 56 tinggal di kawasan Ulee Kareng dan se-kitarnya yang relatif aman dari 
amukan tsunami.
"Guru-guru di sini juga sela-mat semua. Tapi ibu kepala se-kolah kehilangan 
dua orang anaknya dan masih mengungsi di Samalanga, karena rumah-nya 
 hancur," terang Yusfaini. Sekolah-sekolah lainnya di Banda Aceh umumnya 
juga baru melakukan pendaftaran ulang. Proses belajar mengajar belum 
terlihat sampai siang hari ini. "Mungkin baru bisa mulai belajar seperti 
biasa hari Senin nanti," kata Yusfaini. Karena selain pendaftaran ulang, 
beberapa sekolah yang diga-bung di SD Negeri 4 Banda Aceh, seperti SD Negeri 
15 Banda Aceh dan SD Negeri 38 Banda Aceh harus menyusun waktu belajar 
terlebih dulu, agar tidak ber-benturan.(ap/klc/dtc/*) 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke