problemnya bukan didalam rumah ibadah itu sendiri, tapi rumah ibadah dengan lingkungannya.
elitis itu juga bukan hanya karena urusan ekonomi, tapi juga bisa masalah gaya hidup. Misalnya para pegawai yang kerja setiap hari selama 5-6 hari seminggu, sulit bergaul dengan tetangganya yang wirausaha, pedagang dll... yang lebih fleksibel waktunya. Weekend, sudah kepingin melepas lelah. Jika tidak dipaksakan ada waktu untuk bergaul, ya tidak ada waktu untuk bergaul dg tetangga. IMHO, jika suatu lingkungan itu memiliki hubungan bertetangga yang baik, konflik sara insya allah tidak akan terjadi. Silahkan dicermati konflik sara yang terjadi, saya selalu melihat selalu dua pihak tsb (korban maupun pelaku) spt tidak saling kenal (biasanya dg Pak RT/Pak RWnya pun seperti orang lain) padahal mereka hidup bertetangga. Jika pun ada orang luarnya, orang luar itu hanya bersikap sbg provokator, jika tidak ada yang bisa dibakar, ya tidak akan terbakar. Salam Ary ----- Original Message ----- From: "abie zahra" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, January 27, 2005 3:05 AM Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak Dikenal > > Saya setuju dengan anda, bahwa sikap elitis ummat beragama merupakan alasan yg terlalu dipaksakan. Kita tahu bawa ummat beragama itu (Islam. Kristen, Hindu, Budha, dll) sangat beragam latar belakang dan status sosialnya. Jadi sesuatu yang tidak mungkin jika suatu agama atau rumah ibadah hanya milik kelas sosial tertentu. > > BUD'S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:----- Original Message ----- > From: Ary Setijadi Prihatmanto > Sent: Tuesday, January 25, 2005 6:28 PM > Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak Dikenal > > > > Jika kita lihat kasus-kasus SARA rumah ibadah, > kita sebetulnya bisa melihat ada sisi yang selalu muncul. > Yaitu kehidupan bertetangga yang elitis, tidak guyup, tidak membaur. > > Bud's= kami kurang sependapat dengan pernyataan ini, karena setahu kami suatu Rumah ibadah ( Mesjid, Pura, Vihara, Gereja.) umatnya terdiri dari bermacam Golongan masyarakat, dari tukang Bakso sampai pengusaha. > > Kompleks mewah bertetangga dengan pemukiman kumuh (setengah kumuh) dengan > dibatasi tembok setinggi 3 m keliling, > dengan mayoritas pemukim kompleks mewah itu berbeda agama dengan pemukiman > tetangganya. > > Bud's= Menurut pengamatan kami, bahwa kompleks mewah itu juga dihuni oleh Orang2 yang Muslim maupun Non-Muslim, coba saudara lihat di komplek elite mana yang tidak ada Mesjid. demikian juga kalau saudara jalan2 ke daerah elite di ibukota, Misalnya Kebayoran Baru, Menteng, Permata Hijau, anda akan tahu siapa yang tinggal di sana yang tembok2nya cukup tinggi. Coba saudara simak laporan kekayaan Pejabat, Berapa sih harga kekayaan mereka ??? Misalnya Perumahan Gading Serpong, dimana yang tinggal 70% adalah Muslim. > > Budiman > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term' > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

