http://www.gatra.com/artikel.php?id=52450

 Super Mario Bukan Ban Serep

SENIN malam, sekitar pukul 20.30 di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Petugas 
yang berjaga di pintu masuk menghentikan sedan Volvo yang datang. "Cek dulu, 
ada atau tidak menterinya," kata seorang petugas. Sopir sedan kemudian 
menurunkan kacanya. Dari jok belakang, sesosok bayangan melambaikan tangannya. 
Sedan mengilap itu pun dipersilakan masuk.

Pejabat tinggi yang naik Volvo itu adalah Menteri Hukum dan Perundang-undangan, 
Hamid Awaludin. Ia datang ke rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hamid 
diundang Jusuf "JK" Kalla untuk menemaninya bertemu sejumlah tamu, dalam 
pertemuan tertutup. Menteri Komunikasi Sofyan Djalil juga hadir.

JK saat itu ditemani Muhammad Abduh, staf khususnya, menerima bekas Duta Besar 
Indonesia untuk Kanada, Eki Syachrudin, di ruang tengah. Mereka duduk di sofa 
abu-abu muda. Eki sebetulnya dijadwalkan bertemu pukul 20.00. "Gara-gara macet, 
wakil presiden saya paksa menunggu 30 menit, he, he, he...," kata Eki.

Eki, yang juga salah satu penasihat Partai Golkar, hari itu melaporkan bahwa 
masa tugasnya di Kanada sudah selesai. Ia juga menuturkan kesannya mengenai 
Kanada. Sebagai negara yang terang-terangan menyebut diri sekuler, Kanada 
melarang anak-anak di bawah 17 tahun masuk kafe, merokok, dan membeli minuman 
beralkohol.

JK menyimak penjelasan itu dengan teliti, lalu berkomentar, "Hebat juga, ya, 
pengamalan agamanya." Eki lalu menjelaskan, "Bukan karena soal agama. Merokok 
dan minuman alkohol dipandang dapat merugikan kepentingan publik, karena itu 
dilarang." JK manggut-manggut.

Pertemuan JK dan Eki itu terpaksa berakhir tatkala ajudan datang. Ia melapor 
bahwa para tamu sudah menunggu. JK langsung berdiri. "Kan, saya bilang, kalau 
mereka sudah datang, suruh langsung masuk," kata JK. Para tamu itu lalu masuk. 
Eki diajak bergabung oleh tuan rumah, tapi ia menolak. "Maqam saya diplomat, 
Pak," katanya. Ia lalu pergi.

Para tamu itu dibawa ke sebuah meja panjang, yang dikitari banyak kursi. 
Suasana agak gerah, karena petugas lupa menyalakan dua AC portabel di pojok 
ruangan. Mereka dijamu kue barongko, teh, kopi, dan mi rebus. Pertemuan 
tertutup itu berakhir pukul 23.30.

***

TAMU wakil presiden memang nyaris tak pernah berhenti datang. Tukang parkir di 
Masjid Sunda Kelapa, sekitar 50 meter dari rumah dinas itu, tak kaget bila ia 
harus menjaga mobil mereka hingga larut malam.

Duet SBY-JK, begitu dilantik menjadi pasangan presiden-wakil presiden, memang 
ingin segera tancap gas. Mereka, menurut "ring satu" istana, mengadakan 
pembagian tugas yang jelas, dituangkan dalam sebuah perjanjian. Politik makro 
dan luar negeri menjadi urusan presiden. Sektor riil, usaha mikro, dan 
pengawasan ditangani wakil presiden. "RI-2 yang sekarang tidak lagi sekadar 
tukang gunting pita," kata orang ring satu tadi.

Sektor riil, itulah yang diandalkan JK untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi 
Indonesia. Pembangunan prasarana, berupa jalan tol, pelabuhan, bandar udara, 
serta jaringan gas, menjadi prioritas utama. Pengembangan kawasan Stasiun 
Kereta Api Manggarai, Jakarta Selatan, misalnya, langsung disetujui JK dalam 
sekali rapat, agar segera ditenderkan.

"Soalnya, Stasiun Gambir tak mungkin lagi dikembangkan menjadi stasiun 
antarmoda angkutan," kata Direktur Utama PT Kereta Api, Omar Berto. Termasuk 
yang disetujui dengan cepat adalah pembangunan jalur rel Manggarai-Bandar Udara 
Soekarno-Hatta. "Saya melihat pemerintah serius mendandani sektor pelayanan 
publik," kata Omar.

Dari pembangunan insfrastruktur itulah diharapkan roda ekonomi berputar 
kencang. "Jalan tol butuh semen, baja, aspal. Untuk itu dibutuhkan pabrik. 
Untuk bikin pabrik butuh tenaga kerja, juga mesin. Semuanya perlu makan dan 
baju," kata Jusuf Kalla. Namun ide itu bisa terlaksana bila didukung dana yang 
murah.

Itulah yang jadi soal. Rente bunga kredit di dalam negeri masih sekitar 14%. 
Padahal, simpanan masyarakat 7%. Besarnya rentang suku bunga itu menunjukkan, 
perbankan dalam negeri dihinggapi penyakit dahsyat. Yang lebih mengkhawatirkan, 
bunga tinggi itu memicu para bankir lebih suka memainkan duitnya di pasar uang 
ketimbang menyalurkannya ke sektor riil.

Dalam rapat sektor infrastruktur, bankir pemerintah dan Gubernur Bank Indonesia 
(BI), Burhanudin Abdullah, juga diundang. Direktur utama bank BUMN harus datang 
sendiri, tak boleh diwakilkan. "BI tak boleh lepas tangan terhadap tingginya 
suku bunga," kata Jusuf Kalla. BI, katanya, harus aktif bergerak memicu 
perbankan menyalurkan dananya. "Tak boleh karena alasan independensi, lalu diam 
saja. Toh, kalau BI kena masalah, yang nombok juga sektor fiskal," kata JK.

Dalam bahasa lebih lugas, ia mengatakan: bangsa Indonesia sudah terlalu lama 
dibodohi pihak luar. Percaya bahwa untuk membangun harus menggunakan dana 
utangan mereka. "Padahal, berapa ratus trilyun duit yang diputar dalam bentuk 
sertifikat Bank Indonesia? Kenapa tidak pakai duit sendiri?"

Untuk menggiatkan sektor riil, rapat koordinasi antarmenteri yang dipimpin 
wakil presiden sudah berlangsung empat kali. Rapat berlangsung cepat. Paling 
lama dua jam. Pertemuan terakhir, yang membahas pembangunan jalan tol sepanjang 
1.300 kilometer, hanya berlangsung 45 menit. "Termasuk menyepakati pembangunan 
jalan tol Kalimalang oleh PT Pembangunan Jaya," kata seorang pejabat yang hadir 
di situ.

Bila ada yang belum selesai, JK membagikan pekerjaan rumah. Misalnya, Menteri 
Hukum Hamid Awaludin mendapat tugas menyiapkan aturan yang memudahkan 
pembebasan tanah untuk sektor prasarana. Menko Ekonomi Aburizal "Ical" Bakrie 
menyiapkan skema pembiayaannya.

Ical mengakui, dalam hal bekerja, JK termasuk ekstra cepat. "Sekarang, tiap 
Sabtu dan Minggu saya harus mengerjakan PR," katanya sambil tertawa. Seorang 
staf di kantor wakil presiden sependapat. "Saya pernah ditelepon malam-malam, 
ditanyai perkembangan PR yang saya kerjakan," katanya.

Hasil dari rapat infrastruktur di kantor wakil presiden itu kemudian dibawa ke 
sidang kabinet yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sehingga, 
pengambilan keputusan bisa berlangsung cepat.

***

PALEMBANG, 26 Desember 2004, selewat pukul 11.00. Dua menteri berkunjung ke 
kota itu. Mereka adalah Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari dan Menteri 
Dalam Negeri Mochammad Ma'roef. Tiba-tiba, masuk panggilan ke telepon Siti 
Fadillah dari Jusuf Kalla.

"You siap-siap, jam 13 nanti berangkat ke Aceh. Ada musibah yang tampaknya 
besar di sana," kata JK.

"Pak, saya kan sedang di Palembang," jawab Fadillah Supari.

"Oh ya. You di situ dengan Pak Ma'roef, ya? Kalau begitu, siap-siap saja, besok 
saya jemput."

Minggu 26 Desember itu, Aceh tertimpa musibah gempa diikuti badai tsunami. 
Lebih dari 100.000 warga Aceh diperkirakan tewas. Pagi itu, JK sedang dalam 
perjalanan menghadiri halal bihalal dengan masyarakat Aceh di Jakarta. Ia 
segera menghubungi sejumlah anak buahnya. Di antaranya, bekas Panglima Kodam 
Iskandar Muda Djali Jusuf, Menteri Komunikasi Sofyan Djalil, Ketua Palang Merah 
Indonesia Mar'ie Muhammad, serta beberapa staf di kantor wakil presiden. Mereka 
naik Athirah, pesawat pribadi JK, serta dibekali satu pesawat telepon satelit.

Tak seorang pun di antara mereka menduga, bencananya sedemikian dahsyat. Karena 
itu, mereka hanya berbekal pakaian di badan, tanpa sikat gigi dan perangkat 
lain. "Sore-sore saya menelepon mereka, tak satu pun yang menjawab. Saya hampir 
marah. Ternyata, anak buah saya menangis, tak tahan melihat mayat 
bergelimpangan," kata Jusuf Kalla. Selepas magrib, ia baru bisa menghubungi 
mereka.

Malam itu, JK kebetulan sudah punya agenda untuk bertemu sejumlah pimpinan 
media massa. Di situ, antara lain, ia menyampaikan beratnya musibah Aceh. 
Tatkala tengah berbicara, tiba-tiba stafnya membisiki. JK kemudian bergegas 
keluar untuk menerima telepon.

"Di Indonesia ini, hanya ada satu orang yang bisa menyela ucapan saya lewat 
telepon. Ani sekalipun tak bisa," katanya, sambil menunjuk Kepala Bappenas, Sri 
Mulyani. Yang meneleponnya ternyata Presiden SBY, yang tengah berada di Irian 
Jaya meninjau gempa Nabire.

Usai pertemuan itu, JK kembali ke rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, untuk 
memimpin sidang kabinet yang diikuti enam menteri. Seorang dirjen di Departemen 
Kesehatan diperintahkan menyediakan obat 20 ton, untuk diangkut ke Aceh esok 
harinya. "Saya tidak mau tahu, kalau perlu, gudang-gudang yang ada dibongkar. 
Yang penting, obat bisa dibawa ke Aceh," kata JK.

Departemen Perhubungan diminta menyiapkan bandar udara di Medan sebagai basis 
kegiatan. Menteri Hukum Hamid Awaludin diminta memudahkan kedatangan orang 
asing yang mau berkunjung ke Aceh. Menteri Keuangan diperintahkan menyiapkan 
duit tunai Rp 5 milyar. Seorang pejabat Departemen Sosial diminta menyiapkan 
makanan untuk dibawa ke Aceh. "Belinya di Medan, jangan di Jakarta. Terlalu 
mahal kalau beli di sini," katanya.

Pejabat tadi berusaha menjawab. "Tapi barangnya telanjur dibeli di Jakarta," 
katanya. JK tak mau menerima argumen itu. "Ini perintah wakil presiden. Belinya 
di Medan. Toko-toko yang tutup itu digedor saja, biar barang bisa segera 
dikirim ke Aceh."

Esoknya, wakil presiden bersama sekitar 100 anggota rombongan ke Banda Aceh. 
Mereka lebih dulu singgah di Palembang, menjemput Fadillah Supari dan Ma'roef. 
Hari itu, sehari setelah tsunami, mayat masih bergelimpangan di mana-mana. 
Belum ada satu pun yang dimakamkan. Bantuan dari luar belum masuk.

Dalam rapat di pendopo gubernuran, JK mengundang ulama. Di situ antara lain 
diputuskan, jenazah boleh dimakamkan tanpa dikafani, mengingat suasananya 
darurat. Hari itu, pemakaman massal pertama korban tsunami dilangsungkan di 
Lambaro, sekitar 17 kilometer dari Bandar Udara Iskandar Muda, dipimpin Mar'ie 
Muhammad.

Jusuf Kalla kemudian terbang ke Medan. Ia tiba pukul 21.00, langsung memimpin 
rapat yang juga diikuti Gubernur Sumatera Utara. Pejabat Pertamina yang hadir 
di situ diperintahkan langsung mengirim BBM ke Banda Aceh. "Saya tidak tahu 
bagaimana cara kalian, pokoknya malam ini disiapkan," seorang pejabat yang 
hadir di rapat menirukan ucapannya. Pejabat PLN dan Telkom juga diminta 
bergerak cepat.

Gubernur Rizal Nurdin diminta memborong makanan di Medan, untuk segera 
diberangkatkan ke Aceh. Ia juga diminta menyiapkan duit tunai, malam itu juga. 
Tak lama kemudian, seorang staf gubernur datang membawa duit, masih di dalam 
brankas.

Beberapa hari kemudian, ketika mengadakan rapat rutin tiap sore dengan 
jajarannya di Jakarta, JK mengadakan telewicara dengan Menko Kesra Alwi Shihab 
yang didampingi Kepala Staf Operasi Penanganan Bencana Aceh, Budi Atmadi. 
Telewicara rutin itu juga dihadiri beberapa pejabat dari Departemen 
Perhubungan, Departemen Kesehatan, dan instansi terkait.

Saat itu, Budi Atmadi melaporkan perkembangan situasi di Aceh. Ia mengemukakan 
keterlambatan pembangunan rumah penampungan sementara bagi pengungsi. Menurut 
Budi, Departemen Pekerjaan Umum (PU) kesulitan mendapatkan bahan baku kayu. 
Kayu yang didatangkan dari Aceh dan sekitarnya sudah sangat tidak memadai. PU 
sudah mengupayakan kayu dari Pulau Jawa. Namun, karena kesulitan transportasi, 
kayu-kayu itu sangat sulit masuk ke Aceh.

JK segera meminta agar dicari pemasok kayu dari Kalimantan. Ia meminta PU 
mencoba mendekati pemda atau pengusaha kayu di sana. Budi menyanggupi. Tetapi 
ia juga memberitahukan bahwa ada ribuan kubik kayu yang saat ini jadi barang 
sitaan di Medan. Mendengar itu, JK langsung memerintahkan Budi berkoordinasi 
dengan polda atau kejaksaan di Sumatera Utara. "Sudah, pakai saja kayu sitaan 
itu, nanti soal hukumnya belakangan," ujar Kalla. "Kalau nanti ke pengadilan 
dan kita kalah, ya, tinggal bayar saja kayu-kayu itu!"

***

NURDIN Halid belum juga disidang. Tapi barang bukti berupa gula ilegal --yang 
menjadikan Nurdin sebagai tersangka penyelundupan-- dilelang. Oleh Kejaksaan 
Negeri Jakarta Utara, gula sebanyak 56.343 ton itu dilego. Aroma permainan 
merebak, karena harganya sangat murah, Rp 2.100 per kilogram. Padahal, harga 
normalnya sekitar Rp 3.400 per kilogram.

Kehebohan semakin menjadi-jadi ketika muncul dokumen yang menyatakan bahwa 
permintaan lelang itu berasal dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kepada Gatra, Jaksa Agung Abdul Rachman "Arman" Saleh menyatakan, barang sitaan 
itu bisa diganti dalam bentuk uang sebagai barang bukti. Adapun gula termasuk 
barang yang bila disimpan terlalu lama bisa rusak. "Ya sudah, lalu saya usulkan 
untuk minta penetapan ke pengadilan supaya barang itu dilelang, dan disetujui," 
katanya. Pengadilan Negeri Jakarta Utara ditunjuk sebagai eksekutor atau 
pelaksana lelang.

Ide tentang lelang itu muncul menjelang Lebaran lalu. Arman dipanggil JK. 
Kepada Arman, JK bertanya, "Itu kan ada perkara di sana. Kalau gula itu 
disimpan dalam gudang berbulan-bulan, apa tidak rusak? Sekarang kan mau hari 
raya?"

"Itu masalah gampang, undang-undang memungkinkan," jawab Arman. Eh, ternyata 
kemudian ribut karena harganya dianggap terlalu murah. Padahal, menurut Arman, 
yang menetapkan harga itu bukan kejaksaan. "Tapi Kanwil Departemen Perdagangan 
setempat dan balai lelang yang menaksir harga gula," katanya.

Kepada Gatra, Jusuf Kalla mengakui, ia memerintahkan agar gula itu segera 
dilelang. "Sebagai pedagang, saya tahu, umur gula maksimum empat bulan," 
katanya. Lebih dari itu, gula mencair. Yang dikhawatirkan, bila pengadilan 
menyatakan impor itu legal, negara harus mengembalikan gula dalam bentuk utuh. 
"Nilainya Rp 200 milyar. Itu besar sekali," katanya.

Kepada Arman, JK juga sering menyinggung soal korupsi. Pernah suatu kali JK 
berseloroh tentang koruptor di Indonesia, yang sebagian besar lolos dari 
penjara. "Kalau tidak dilepas polisi, dilepas jaksa. Kalau tidak dilepas jaksa, 
dilepas hakim. Bisa ditahan hakim, eh, dilepas LP-nya. Gimana nih?" kata Kalla 
sembari tertawa lepas.

***

RAPAT pleno Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, 18 Januari. Begitu membuka 
rapat, JK sebagai ketua umum langsung menguraikan hasil rapat harian sebelum 
pleno. "Saudara-saudara, kami telah memutuskan, untuk ketua fraksi ada lima 
calon. Pertama, Theo L. Sambuaga. Namun dia sekarang Ketua Komisi I DPR. Maka 
kita butuh kehadirannya di sana," katanya.

"Kedua, Saudara Enggartiasto Lukita. Namun dia dibutuhkan di DPR untuk 
mengurusi bidang anggaran. Ketiga, Paskah Suzeta. Namun kini dia Ketua Komisi 
XI, jadi kita memerlukan dia di sana," katanya.

"Tinggal dua orang, yaitu Andi Mattalata dan Joyokusumo. Untuk itu, bagaimana 
jika Andi Mattalata sebagai ketua fraksi DPR, dan Joyokusumo ketua fraksi MPR? 
Setuju? Atau ada yang mau bicara?" katanya. Kalla juga sempat berkelakar, 
"Jangan karena Andi orang Sulawesi Selatan, lantas tidak boleh menjadi ketua 
fraksi, kan?"

Andi Mattalata adalah anggota DPR dari Golkar asal Sulawesi Selatan. Ia diplot 
menggantikan Mohammad Hatta, orang dekat Akbar Tandjung. Joyokusumo adalah adik 
Sultan Hamengku Buwono X, Raja Yogyakarta. Joyo menggantikan Rambe 
Kamarulzaman, pendukung setia Akbar Tandjung.

Mayoritas peserta bak tersihir. Lalu kor pun tak terbendung, "Setuju!" Dok! 
Kalla mengetukkan palu. Yuddy Chrisnandi, seorang pengurus Golkar, mencoba 
interupsi. Tapi palu sudah diketok. Ia risau. Karena apa yang dilakukan Kalla 
keluar dari kelaziman bertahun-tahun, yang sudah mentradisi di Golkar. 
"Keputusan dalam rapat pleno biasanya lewat musyawarah mufakat. Kalau tidak 
tercapai, baru voting," tuturnya.

Namun Enggartiasto Lukita merasa cocok. "Rapatnya ringkas, cepat. Kami juga tak 
perlu menebak-nebak maunya ketua umum," katanya.

***

DI kalangan penggemar video game, Jusuf Kalla sering diibaratkan sebagai Super 
Mario Bros, mainan keluaran Nintendo hasil karya berdua Shigeru Miyamoto dan 
Gunpei Yokoi. Mario lahir pada 1981. Sosok berkumis itu adalah pekerja keras, 
lucu, tak pernah capek. Wajahnya biasa saja. Ia semula dikenal sebagai tukang 
kayu. Namun kemudian lebih populer sebagai tukang reparasi aneka perabot.

Sebagai wakil presiden, JK memang berperan di "segala bidang". Itu sering jadi 
sorotan. Politisi Partai Amanat Nasional, Alvin Lie, menilai peran Jusuf Kalla 
kelewat besar. Misalnya dalam penyusunan kabinet dan keberaniannya mengeluarkan 
surat wakil presiden mengenai penanggulangan bencana Aceh. Selasa lalu, 
kehebohan lain muncul: Jusuf Kalla kini ikut menangani perundingan dengan 
Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Bila kelompok separatis Aceh mau berdamai, program rehabilitasi Aceh memang 
akan jalan lebih lancar. Apalagi, 800 pucuk bedil yang dikabarkan masih ada di 
pasukan GAM merupakan ancaman serius. Satu saja peluru menyalak, menimpa warga 
asing di Aceh, misalnya, perbaikan Aceh pasca-tsunami pasti terganggu. Dari 
sisi tujuan, perundingan dengan GAM mendapat pujian. Tapi terjunnya JK ke 
kancah perundingan itu mengundang gunjingan.

"Bagi Pak JK, prosedur memang nomor dua. Yang penting adalah tujuannya 
tercapai," kata seorang anak buahnya. Ia memberi contoh. Bila tujuan itu 
terletak di nomor 5, dan kini JK lagi di tahapan 1, kadang-kadang tangga nomor 
2-4 dilewati begitu saja. "Ia harus punya anak buah yang cermat, yang tulus 
membantu bosnya," kata si pejabat tinggi itu.

Prosedur, mungkin itu kata yang kadang bikin ruwet JK, setelah ia terjun di 
pemerintahan. Aturan-aturannya pasti jauh lebih ruwet ketimbang di Bukaka, 
perusahaan yang ia besarkan hingga menjadi gurita seperti sekarang. Ibarat 
Super Mario, kepintaran JK menyiasati aturan yang berbelit itu akan menentukan 
perjalanan politik JK: akan win, lose, atau game over sebelum 2009.

Bila sukses, peluangnya untuk naik ke stage lebih tinggi tentu terbuka lebar.

Herry Mohammad, Rohmat Haryadi, dan Arief Ardiansyah
[Laporan Utama, Gatra Nomor 12 Beredar Jumat, 28 Januari 2005] 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke