Ragam Tanggapan: Kalender Masehi haram? Bagian 1 Catatan: Tanggapan lainnya untuk diskusi lintas milis ini menyusul, karena begitu banyaknya. Atau Anda bisa isi komentar Anda di http://zamanku.blogspot.com ====================== Bicara soal haram, dulu umat Islam di Indonesia langsung mengkaitkan dengan daging babi. Namun kini wacana pengharaman terus berkembang, khususnya di Indonesia. Beberapa pihak, baik atas nama pribadi maupun atas nama organisasi, rajin menabalkan bahwa bahwa menerima bantuan dari kaum kafir itu haram; menerima angpao saat Imlek itu haram; bekerja di cafe, kelab malam dan diskotek itu haram; dan masih banyak lagi yang lainnya. Mungkin suatu saat nanti akan muncul wacana pengharaman buat kaum perempuan berenang di kolam renang yang ada lelakinya. Seperti kita tahu, kini mulai bertumbuhan di beberapa kota di Indonesia, kolam renang khusus kaum perempuan yang dijuluki kolam renang muslimah. Ada salon kecantikan khusus perempuan yang dijuluki salon muslimah. Ada beberapa majalah khusus perempuan yang dijuluki majalah muslimah. Ada agensi model khusus muslimah. Ada minuman mineral yang berjuluk minuman muslim yang konon paling halal. Bank dan asuransi syariah juga bertumbuhan -- entah kalau nasabahnya non muslin diperbolehkan atau tidak. Lalu seperti di negara-negara Arab, dilarang bagi kaum lelaki berenang menggunakan celana renang (swimpack). Kalau di Malaysia, tiap restaurant selalu dibagi dua: yang makanan halal dan tidak (biasanya chinese food). Bahkan di Malaysia ada polisi khusus yang menangkapi orang bertampang Melayu yang saat bulan puasa nampak asyik minum atau makan di warung tenda, 'kedai kek' (cake shop) atau restoran. Mereka beranggapan, yang bertampang Melayu pasti Islam. Bagaimana dengan Indonesia? Akankah seperti itu? Apakah suatu saat nanti akan ada gerbong kereta khusus muslim? Bus antar kota khusus muslim? Gedung perkantoran khusus muslim? WC khusus muslim? Bukankah ini jatuhnya mirip kondisi Afrika Selatan saat menerapkan sistem apartheid? Kenapa manusia lalu terkotak-kotakkan? Saya yakin, orang-orang Dataran Arab disana pasti akan tertawa terbahak-bahak kalau membaca apa yang kita diskusikan ini. Dan kini muncul wacana baru yang lagi hangat dibicarakan: kalender Masehi itu haram! Adalah seseorang bernama Dade Arinto (D.A.) yang rajin mengisi opini di situs MyQuran melempar pernyataan itu. Berikut saya ulang kembali tulisan D.A. ([EMAIL PROTECTED]) bertajuk:
"Allah mengaharamkan Penanggalan MASEHI". Tulisnya: Adakah ayat suci yang menganjurkan manusia memakai penanggalan Qamariah? Al-Quran memberikan hal-hal yang logis yaitu yang sesuai dengan pertimbangan dan pemikiran wajar. Hal ini disebutkan pada berbagai ayat, antara lain pada 3/60. Alquran mengandung pokok keterangan bagi seluruh persoalan, dinyatakan pada ayat 16/89. Hanya manusia juga yang belum sesungguhnya dapat mengambil dan memakai seluruh keteranganNya. Mengenai penanggalan, secara spontan Al-Quran memberikan anjuran sebagai dimaksudkan di bawah ini (klik di bawah): http://www.myquran.org/forum/showthread.php?t=4842&highlight=dade ========================================= Berikut tanggapan dari berbagai pihak: Amir Fauzi di milis Amien-Siswono (email: [EMAIL PROTECTED]) menyatakan bahwa setelah membaca kedua ayat yang dijadikan acuan oleh D.A. tentang haramnya tanggalan Masehi, ia tak mendapatkan sedikit pun statement dalam kedua ayat tersebut yang menyatakan tanggalan Masehi itu haram. "Perlu juga kita simak bahwa tanggalan Masehi itu didasarkan pada lamanya satu periode bumi mengitari matahari, yaitu 365 hari. Posisi matahari terhadap bumi atau sebaliknya juga yang menjadi acuan waktu kita sholat. Mungkin pada tahap awal, itulah yang dapat saya komentari," tutur Amir. ------------------ Martha Rumimper email: [EMAIL PROTECTED] Biarin saja lah kita pada masuk neraka karena sudah pakai tanggalan Masehi. Kalo di-convert ke tanggalan Arab mah euy, gue bisa kagak inget kapan 'pay day' gue, kapan mens terakhir. :-)) ------------------ Gabriela email: [EMAIL PROTECTED] Kolega Opa di Middle East yang tentunya orang Arab pernah cerita ke Opa tentang keistimewaan budaya dan agama Arab. Dia bilang: "Agama dan budaya kami itu begitu hebat sehingga budaya tinggi dari Mesir (termasuk bahasa asli mereka), agama, serta peradaban Mesir dengan mudah kita kalahkan. Lihat orang Mesir. Sekarang sudah lupa bahasa mereka sendiri. Mereka sudah lupa budaya mereka. Mereka sudah jadi SETENGAH Arab!" Kolega Opa yang menyandang 'engineering degree' dari U.K. teruskan obrolannya: "Persia juga punya kebudayaan dan agama yang sering disebut sebagai peradaban TINGGI. Mereka pun kita taklukkan dan mereka juga sudah jadi SETENGAH Arab. Tapi di dunia ini hanya ada satu bangsa ARAB yaitu kami -kami ini yang berdarah keturunan Arab asli! Bangsa-bangsa yang lain meski sudah mengikuti cara-cara, budaya dan agama kami tetap bukan ARAB." Di Indonesia, kelihatannya sudah banyak orang yang keblinger dan ingin menjadi SETENGAH ARAB dan dengan senang hati kehilangan budaya, bahasa, peradaban sendiri yang JAUH LEBIH TINGGI dari budaya dan peradaban gurun pasir! ---------------- Nyonya Muslim binti Muskitawati email: [EMAIL PROTECTED] Ngomongin tanggalan Masehi dan Arab, tidak bisa dihindarkan dengan kondisi politik agama mayoritas di Indonesia (yang dalam hal ini MUI) yang sudah bertahun-tahun lamanya berjuang untuk mengubah atau melarang tanggalan Masehi digunakan di Indonesia. MUI sudah punya planning yang matang, pasti, jelas, dan dalam perjuangan yang sangat panjang untuk melegalisir tanggalan ARAB sebagai tanggalan resmi yang diberlakukan diseluruh Indonesia untuk menggantikan tanggalan Masehi sekarang ini. Berbagai promosi yang bernafaskan ilmu pengetahuan maupun astronomi yang diplesetkan sudah dimasyarakatkan mulai dari pesantren-pesantren hingga berita-berita koran seperti di Republika mengenai tanggalan Arab yang lebih tepat dari tanggalan Masehi. Yang jelas, isinya memang menggoblok-goblokkan masyarakat, yang dalam hal ini umat Islam itu sendiri. Karena kita semua yang berpendidikan tinggi tahu bahwa di zaman dulu kala tanggalan itu diciptakan dan dibutuhkan nenek moyang kita untuk membuat prediksi maupun rencana-rencana yang berhubungan dengan musim dan panenan. ----------------- Adika Ranggala email: [EMAIL PROTECTED] Ini satu bukti bahwa agama itu adalah racun. Kondisi dunia saat ini menjadi bukti yang sangat kuat bahwa agama Islam dengan peradaban arab telah membuat kerusakan dan kehancuran di mana-mana. Dengan entitas islam, semua pemeluknya kehilangan jiwa nasionalismenya. Orang Moro yang merupakan bangsa Philipina, malah berperang dengan pemerintahannya sendiri. Orang Pattani dan Naratiwat yang adalah bangsa Thai lupa kalau mereka adalah bangsa Thailand dan saling membunuh saudaranya demi nama Islam. Orang Taliban juga demikian, dan tidak ketinggalan orang Indonesia yang merasa lebih Arab dari orang Arab. Umat Islam di belahan dunia manapun mengalami sindrom yang sama: nasionalismenya hancur. Lihat aja orang orang Indonesia membom negaranya sendiri karena Islam juga. Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri. --------------------- Ambon email: [EMAIL PROTECTED] Si D.A. ini lagaknya seperti penyambung lidah Tuhan, tetapi pada kenyataannya adalah penyambung lidah kambing gila. ------------------ Pram Lonely Dude email: [EMAIL PROTECTED] Sebagai seorang muslim, bukankah kita berpegang pada Al-Qur'an? Namun saya kok tidak pernah mendengar atau pun membaca bahwa penanggalan Masehi itu haram? Mungkin saja kalau kita menjalani hari-hari dengan penanggalan Masehi, lalu hari-hari kita diisi dengan hal-hal yang haram? Islam adalah agama yang memberikan banyak kemudahan. Jangan mendahului atau membuat aturan melampaui aturan Allah. ------------------ Iseng email: [EMAIL PROTECTED] Nah..... ini dia !! Kenapa ya negara kita sial banget selalu di dera hal-hal yang berbau SARA? Sekarang kalau memang benar analisanya, terus kenapa para kyai terkenal seperti Aa' Gym, Gus Dur, dan lainnya kok tidak berkomentar? Sebaiknya kita harus menelaah lebih jauh pernyataan D.A. Maklumlah, kita hidup di negara yang kenyataannya memang sangat mudah tersulut sesuatu yang berbau SARA. So sekali lagi, anjuran saya sih, kita ikuti jejak kearifan para tokoh agama yang kita hormati. ----------------- Mugi Lan email: [EMAIL PROTECTED] Mengenai issue haramnya penanggalan Masehi yang jadi pro dan kontra, kita ambil sisi baiknya saja. Kita ambil manfaatnya. Cuma sebagai muslim memang wajib kita memakai produk kita sendiri. Tentang para kyai terkenal yang tak berkomentar soal ini, semua itu ada waktu dan tempat yang tepat. Itu semua bukan masalah yang gampang. Diantara para kyai, pemerintah, itu ada tugasnya masing-masing. ---------------- Jimmy email: [EMAIL PROTECTED] Kalau soal haramnya penanggalan Masehi, kok saya belum pernah denger bahwa ada pengharaman atas penanggalan Masehi ini. Hanya saja kalau sebagai seorang muslim memang alangkah baiknya kita menggunakan penanggalan ini disamping penanggalan Masehi. Saya ambil contoh di Saudi Arabia. Walaupun negara Islam, tapi tetap menggunakan dua sistem penanggalan. Namun dalam setiap agenda, selalu didahulukan penulisan tanggal Hijriah kemudian dikasih tanda "()" tanggal Masehi-nya. It is not a big issue I think, sekarang tergantung kita mau menggunakan sistem ini atau tidak. Why don't we do, as a muslim, to fix this kind of things... ----------------- Bugis Banten email: [EMAIL PROTECTED] Kenapa mereka bilang halal dan ada yang bilang haram. Kita hanya bisa ambil manfaat dari itu semua. Mereka bisa bilang seperti itu pasti ada dalihnya. Jadi dalam hal ini jangan dilihat perbedaannya, tapi lihatlah makna dan manfaatnya. ----------------- Poltak Hotradero email: [EMAIL PROTECTED] Siapa yang tahu tanggalan Masehi ini datangnya dari kultur mana? Mesir Kuno! Mereka si Mesir Kuno itu punya 12 bulan, tiap bulannya punya 30 hari, sehingga totalnya 360 hari. Nah, lantas pada akhir tahunnya si Mesir Kuno itu pesta selama 5 hari penuh, setelah itu pada hari keenamnya tanggalan mereka pun mulai dari Januarinya lagi. Jadi, total harinya si Mesir Kuno pun yah tetap 365 hari sesuai dengan rotasi bumi mengelilingi matahari. ------------------- Unknown @ milis Apakabar (Babat? JD?) Iya bener - bahwa Mesir itu yang pelopor kalender matahari -- karena berkait dengan pasang surut sungai Nil - yang tentunya berkait dengan musim tanam, musim panen, musim bikin piramid atau obelix (proyek "infrastruktur"), musim nyerang Nubia buat ngambil emas, atau musim minta setoran ke tanah Semit. Dan Ancient Egypt ini bener-bener kebudayaan yang luar biasa maju - karena mereka tak pernah khawatir soal makan - gara-gara sudah kenal kalender yang presisi. Saking makmurnya, mereka bisa pelihara pasukan dan pendeta puluhan ribu orang hanya buat melihat-lihat langit dan matahari, merancang kuburan canggih - dan menghitung kapan banjir bandang sungai Nil datang. Bener orang bilang -- keluasan berpikir hanya bisa dicapai kalau orang sudah kenyang. Sedemikian majunya Mesir - sampai orang Yunani selalu bilang kalau ilmu mereka mayoritas datangnya dari Mesir. Mereka iri ingin jadi orang Mesir (baca saja Plato dan komentar dia tentang pemerintahan yang ideal - jelas itu menjiplak konsep Mesir Kuno) - dan kita juga tahu kalau Herodotus sedemikian terkagum-kagum pada Mesir Kuno sebagaimana dia tulis di Historica. Atau bagaimana Erathostenes (Yunani-Mesir) yang bolak-balik Alexandria dan Cyane (keduanya di Mesir) sudahbisa mengukur bahwa bumi itu bulat seperti bola - sementara kebudayaan lain (termasuk Arab Islam) masih mikir bumi itu bundar seperti topi. Dan kalau kita bandingkan Mesir Kuno dengan Arab -- ya itu sama dengan membandingkan teknologi 'space shuttle' dengan pispot. Mesir Kuno menganut matrilineal sementara Arab ngurung perempuan. Mesir Kuno selalu optimis - sementara Arab selalu pesimis. Mesir kuno bisa bikin Piramid, Obelix, dan kuil Abu Simbel yang punya presisi engineering sangat tinggi -- sementara Arab percaya bahwa puncak peradaban adalah tumpukan batu bernama Ka'bah yang berisi sepotong meteor. Jauh banget ketertinggalannya. Maka jadi heran juga aku kalau ada orang yang berpikir kalau kalender Arab masih ada gunanya - selain buat ngukur kapan musti bikin ketupat atau jualan kambing... Dan sayang sekali Mesir kuno punah dan sekarang tanah bernama Mesir diisi oleh orang-orang Arab. Nggak heran kalau Mesir sekarang turun pamor... ---------------------- BERSAMBUNG Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term' [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who cares about public education! http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

