Benar. Cinta kasih yang murni, umat Kristen menamakannya "agape", 
dikenal dan diajarkan dalam SEMUA agama. Kasih yang penuh susila. 
Bukan hanya dalam Alquran seperti yang digelar penulis Syabab Muslim 
ini.

Seringkali ketidaktahuan, mendorong kita, menyangka, yang suci 
hanyalah kepercayaan kita sendiri. Ketidaktahuan inilah, menurut 
sang Gautama, sumber dari kesengsaraan manusia.

"Cinta" yang diumpat oleh Syabab Muslim ini adalah tak lain dan tak 
bukan, "hawa nafsu", yang menjerat tiap manusia, baik agama apapun.

Jadi, tak ada urusannya dengan hari Valentine. Kasih yang diajarkan 
Kristus, adalah melebihi kasih pada diri sendiri, bahkan walau harus 
dibayar dengan kematian dikayu salib.

Indonesia, yang sejak abad ke XVII sudah mayoritas Muslim, masih 
tetap menduduki tempat tertinggi didunia dalam kemaksiatan korupsi, 
pelanggaran hukum. Bukti, bahwa kasih seperti yang didengung 
dengungkan Syabab Muslim ini, tak pernah exist apalagi terbukti 
dinegeri kita.

Inilah celakanya, kalau karena ketidaktahuan, kita merasa agama kita 
palingbenar. Apalagi, kalau menyangka, dengan memeluk agama 
tertentu, kita automatis menjadi manusia pilihan Tuhan..

Salam

danardono





--- In [email protected], "Arriko Indrawan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> Hahahaha... lucu juga kalo ada manusia laki2 nyosor kayak ayam 
jago......
> Sudah kodrat kalo manusia, tanpa agamapun tdk akan nyosor kayak 
ayam
> jago....
> 
> Dlm Ensiklopedi Katolik yg mana nech? Kalo cerita yg kedua 
mendekati kisah
> yg sesungguhnya.. tapi tdk ada "jatuh cinta"-nya.. kalo yg 
ketiga....
> belom pernah baca tuh..Jangan2 cuma kabar burung...rekaan 
penulis...
> 
> Setiap hari dalam kalender, Gereja Katolik merayakan hari raya
> Santo/Santa, yaitu hari orang Suci yang rela mati dibunuh,
> bukan membunuh untuk mempertahankan Imannya...
> sebagai peneguh Iman para penganutnya....
> 
> Santo Valentinus cuma salah satu "Santo Kecil" di dlm Gereja 
Katolik.
> Tidak ada perayaan khusus, selain Misa harian yg dipersembahkan
> setiap hari di Gereja Katolik....
> 
> "Valentine Day" tdk ada dlm Kalender Liturgi Gereja Katolik.
> JADI, VALENTINE DAY BUKAN HARI BESAR KEAGAMAAN KRISTIANI!
> SALAH BESAR KALO MENGANGGAP VALENTINE SBG HARI RAYA KEAGAMAAN!!
> 
> "Valentine Day" cuma mengambil inspirasi Kasih Sayang dari St.
> Valentinus...
> Secara simple aja bisa dilihat, bahwa St. Valentinus mengajarkan 
Kasih yg
> derajatnya jauh lebih tinggi dari sekedar 
asmara....tema "Valentine Day"
> ...Tetap mengasihi orang yg mengasihi orang yg membencinya....
> ....Seperti juga Yesus..yg memberi teladan di salib.....
> 
> 
> 
> =================
>  Date: Sat, 12 Feb 2005 07:27:37 +0000 (GMT)
>    From: syabab muslim <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Cinta, Tak Sebatas Asmara
> 
> 
> Cinta, Tak Sebatas Asmara (Edisi 230)
> STUDIA Edisi 230/Tahun ke-6
> Publikasi 12/02/2005
> 
> hayatulislam.net - Seandainya di bulan Februari nggak ada tanggal 
merah
> jambu, mungkin temen-temen kita nggak pada sibuk berburu pernak-
pernik
> bernuansa cinta. Bagi para pelaku bisnis, tanggal merah jambu ini 
identik
> dengan tambang uang. Dalam nuansa penuh warna pink di pusat-pusat
> perbelanjaan juga disemarakkan balon warna-warni berbentuk hati, 
semua
> produk berlabel love alias cinta pun banyak dicari.
> 
> 
> Berbagai produk ditawarkan. Mulai dari kartu ucapan, cokelat 
dengan bentuk
> dan kemasan yang bervariasi, bunga, boneka, bantal, aneka baju 
berwarna
> pink, pernak-pernik (semacam cardigan, bando, ikat rambut, jepit 
rambut),
> hingga buku dan CD. Udah gitu pake diskon lagi. Gimana konsumen 
nggak pada
> ngiler. Tinggal pilih, cocok, bayar.
> 
> Hari kasih sayang yang setiap tahun jatuh pada tanggal 14 Februari 
ini lho
> yang kita sebut tanggal merah jambu itu. Dunia mengenalnya, 
Valentine Days
> (VD). Hari gini, kita bisa tergolong remaja ku'in (pinjem istilah 
Mbak
> November Rain di sebuah milis) alias kurang informasi kalo nggak 
kenal VD.
> Momen yang udah pasti nggak akan lewat dari pengamatan remaja 
sejagat raya.
> Bagi mereka, maknanya begitu spesial. Sehingga kian bejibun remaja-
remaji
> yang ikut berpartisipasi dalam merayakannya dari tahun ke tahun.
> 
> Penulis sempet survey ke lapangan perihal perayaan VD ini di mata 
remaja.
> Sebut saja Vika dan Yuli (siswi kelas 3 SMUN 3 Bogor) serta 
Valentiana
> (siswi kelas 2 SMP PGRI 1 Bogor), biasanya mereka saling ngasih 
ucapan baik
> secara langsung, via kartu, SMS, atau EMS yang pasti melankolis 
abis. Ada
> juga acara tuker kado antar temen cewek dan nggak ketinggalan cium 
pipi
> kiri-kanan. Atau makan bareng di caf� atau rumah teman. Kalo 
pendapat Fajar
> (Siswa kelas 2, SMU Taruna Andika) laen lagi. Doi bilang, temen-
temennya
> suka jalan-jalan bareng pacar. Malah ada yang sampe booking di 
hotel dan
> ML. Waduh!
> 
> Sobat, makin syerem aja ya ekspresi cinta remaja di bawah bendera 
Valentine
> Days. Padahal dari hasil survey penulis, nggak semua remaja tahu 
banget
> asal-usul VD itu sendiri. Paling-paling tahu artinya hari kasih 
sayang
> doang. Nggak lebih. Walau mereka aktif merayakannya setiap tahun. 
Emang
> sih, kebanyakan ikut-kutan ajakan temen atau terprovokasi oleh 
media massa.
> Tapi tetep aja menikmati. Hayoo ngaku aja! Nah, biar kita-kita 
nggak
> tergolong anggota PKI alias Pemuda (i) Kurang Informasi, ada 
baiknya kita
> tengok sekilas sejarah VD. Yuk?
> 
> Sekilas sejarah VD
> 
> Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, 
tetapi versi
> terkenal adalah kisah Pendeta St. Valentine yang hidup di akhir 
abad ke 3 M
> di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M 
Claudius
> II menghukum mati St. Valentine yang telah menentang beberapa 
perintahnya.
> Claudius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama 
Nashrani
> lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya.
> 
> Dalam versi kedua, Claudius II memandang para bujangan lebih tabah 
dalam
> berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula 
menolak
> untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang
> pernikahan. Tetapi St. Valentine menentang perintah ini dan terus
> mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai 
akhirnya
> diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan 
putri
> seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya 
hingga
> sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia 
mengirim sebuah
> kartu yang bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine." Hal 
itu
> terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani bersama 46 
kerabatnya.
> 
> 
> V ersi ketiga menyebutkan ketika agama Nashrani tersebar di Eropa, 
di salah
> satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian 
para
> pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap
> pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan
> meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil 
salah
> satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan 
menjadi
> kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang
> bertuliskan "dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu 
ini."
> 
> Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta 
memutuskan
> mengganti kalimat "dengan nama tuhan Ibu" dengan kalimat "dengan 
nama
> Pendeta Valentine" sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut 
dengan
> agama Nashrani.
> 
> Sobat, dengan informasi tentang sejarah VD di atas, semoga kamu 
makin haqul
> yakin kalo VD adalah budaya non Islam. Bukan cuma sekedar 
seremonial biasa.
> Jadi, seperti pendapat Ismail (salah satu alumnus SMU Bina 
Sejahtera),
> "Nggak baek ngikutin perayaan agama laen kayak Valentine Days. 
Sekedar tahu
> sih boleh aja." Nah, biar nggak kejerumus. Hindari ya? Akur kan? 
Pasti
> dong! Sip deh!
> 
> Cinta kita begitu luas
> 
> Sobat muda muslim, mendengar obrolan remaja tentang cinta, 
sepertinya makna
> cinta itu makin menyempit. Sesempit ruang bernapas dalam KRL 
Jakarta-Bogor
> kelas ekonomi di pagi hari. Maknanya nggak jauh dari cerita indah 
yang
> menghiasi keseharian Kenshin Himura dan Kori dalam Samurai-X. 
Selalu
> diartikan kasih asmara antar lawan jenis. Padahal Allah SWT 
menciptakan
> rasa ini dalam diri manusia nggak cuma dalam rangka memadu kasih 
dua insan
> yang tengah kasmaran. Bisa juga berupa kecintaan seorang bapak 
kepada anak
> dan istrinya, cinta kita pada orang tua dan keluarga, atau kepada 
saudara
> seakidah.
> 
> Seorang bapak, nggak kenal lelah untuk mencari nafkah sebagai 
ekspresi
> cintanya pada keluarga. Sekecil apapun kesempatan yang Allah 
berikan untuk
> menghidupi keluarganya, akan dia kejar meski harus membanting 
tulang dan
> bermandi keringat. Baginya, jadi pedagang asongan, petugas parkir, 
atau
> tukang bakso keliling dengan penghasilan minim lebih mulia dan 
terhormat
> dibanding seorang pencopet, maling, atau penjudi.
> 
> Cinta kita pada orang tua sudah seharusnya membuat kita belajar 
untuk
> mandiri berbakti kepadanya. Menginvestasikan setiap pemberian 
mereka dalam
> ilmu yang bermanfaat dan kedewasaan dalam besikap dan berbuat. 
Sebab
> someday , kita pun akan jadi orang tua yang mengurus keluarga 
sendiri dan
> juga mereka yang telah renta.
> 
> Cinta kepada saudara seakidah akan menghancurkan tembok sekolah, 
rumah,
> suku, atau negara, yang menyekat kita. Rela mengorbankan harta, 
tenaga,
> waktu, pikiran, atau apapun yang dimiliki sesuai kemampuan untuk
> saudaranya. Dalam hadis Mutafaq `alaih dari Anas dari Nabi Saw ia 
bersabda:
> 
> 
> "Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai
> saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
> 
> Dan yang terakhir adalah kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya. 
Menurut
> al-Zujaj:
> 
> "Cintanya manusia kepada Allah dan RasulNya adalah menaati 
keduanya dan
> ridho terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa
> Rasulullah Saw." Sehingga seorang hamba akan bersegera memenuhi 
seruan-Nya.
> Meski harus ditukar dengan cintanya pada anak-istri, keluarga, 
atau harta
> benda (lihat Qs at-Taubah [9]: 24).
> 
> Nah sobat, inilah makna cinta bagi seorang muslim. Begitu 
universal dan
> luas. Saking luasnya nggak perlu dibatasi dengan hari khusus macam 
VD. Atau
> diekspresikan dengan pacaran dan gaul bebas yang malah menempatkan 
cinta
> itu sendiri atas nama nafsu syahwat. Kita bisa mencintai sepanjang 
hari
> selama hidup kita dan tidak terbatas cuma kepada lawan jenis aja. 
Karena
> itu, cintailah cinta dari sang Pemberi Cinta.
> 
> Serangan budaya di depan kita
> 
> Sobat muda muslim, di era globalisasi kayak sekarang, emang nggak 
gampang
> menghindari serangan budaya sekular barat. Dunia begitu sempit. 
Sementara
> jangkauan pengaruh budaya itu malah makin meluas dengan bantuan 
kecanggihan
> teknologi. Di dunia cyber maupun di dunia nyata, arus budaya itu 
keluar
> masuk nggak pake karcis dan bebas menyapa remaja. Kondisi ini 
diperparah
> oleh kampanye `selamatkan remaja dari status jomblo' melalui 
tayangan
> sinetron atau reality show yang bertemakan cinta remaja. Pada 
akhirnya,
> kian banyak remaja yang tergoda untuk ikut-ikutan gaul bebas dan 
menodai
> cintanya dengan lumuran hawa nafsu. Ancur dah! Lantas musti gimana 
dong?
> 
> Nggak usah bingung. Kalo kita nggak bisa menghindari, bukan 
berarti kita
> nggak bisa membangun benteng dalam diri kita. Caranya, perkuat 
akidah kita
> biar nggak latah ngikut budaya rusak itu karena diajak temen atau
> terprovokasi oleh media massa. Itu sebabnya, kita wajib nyadar kalo
> perilaku kita di dunia nggak akan lolos dari pengamatanNya, juga 
dari
> catatan Malaikat Raqib dan `Atid yang setia sampai mati 
mendampingi kita.
> Allah SWT berfirman:
> 
> "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai 
pengetahuan
> tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, 
semuanya itu
> akan diminta pertanggungan jawabnya." (Qs. al-Isr� [17]: 36).
> 
> Untuk urusan cinta, Islam udah ngatur ekspresinya biar nggak 
ketuker dengan
> ayam jago yang maen sosor aja kalo udah kebelet. Nggak ada tuh, 
yang
> namanya pacaran, HTS (Hubungan Tanpa Sex), ataupun pacaran islami. 
Yang ada
> dalam Islam adalah mekanisme khitbah dan nikah untuk penyaluran 
hasrat
> mencintai lawan jenis. Dan perlu dicatet, mekanisme ini bukanlah 
pilihan,
> tapi kewajiban. Allah SWT berfirman:
> 
> "Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) 
bagi
> perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan 
suatu
> ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan 
mereka.
> Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia 
telah
> sesat, sesat yang nyata." (QS al-Ahzab [33]: 36).
> 
> Selain itu, kita juga kudu berani berkata `tiiidaaak�!' pada 
ajakan teman
> untuk bermaksiat kepadaNya. Seperti berpartisipasi dalam perayaan 
VD, tahun
> baru, April Mop, dugem, atau gaul bebas dengan lawan jenis. 
Ngapain juga
> kita kudu ngikut ajakan dia? Demi nilai persahabatan? Huh, gombal! 
Seorang
> sahabat yang baik dan benar (kayak EYD aja), pasti ngajak kita 
untuk taat,
> bukan untuk bermaksiat. Catet ya�
> 
> Oke deh sobat, kita bukan anak kecil lagi yang gampang latah 
ngikutin
> temennya yang ngajak nggak bener. Kita udah cukup dewasa untuk 
menjadikan
> hidup ini lebih berarti. Sebab hidup nggak cuma sekali. Ada 
kehidupan ke
> dua di akhirat nanti. Dan belajar terus tentang Islam menjadi 
pilihan
> terbaik dalam mengisi masa muda kita. Jadi, tunggu apa lagi, ikut 
ngaji
> nyok? Nyook�! Kita tunggu lho� Siap kan? Tetap semangat! [hafidz]
> 
> http://www.hayatulislam.net/comments.php?id=447_0_1_0_C








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke