http://www.kedaulatan-rakyat.com/article.php?sid=9182
 Tuesday, 22 February 2005, Opini Publik

BUMN Mereka dan BUMN Kita

 SINGAPURA Airlines dikenal luas sebagai perusahaan penerbangan yang 
memberikan pelayanan terbaik, padahal jelas Singapura hanya mempunyai ruang 
udara sangat terbatas untuk membentuk protective and captive market bagi 
Singapura Airlines. Petronas, perusahaan minyak negara Malaysia yang lebih 
muda dari Pertamina, tapi perusahaan tersebut sudah beroperasi di dua puluh 
dua negara dan dari segi manajemen mempunyai kinerja nomor dua di dunia. 
YPF, Yacimientos Petroliferos Fiscales, dari Argentina bergerak di bidang 
perminyakan berhasil melakukan restrukturisasi struktural sehingga mengalami 
transformasi dari perusahaan yang only know how to make loss dan berlindung 
di balik regulasi Pemerintah Argentina. Kini menjadi perusahaan perminyakan 
yang kompetitif di dunia dan beroperasi di banyak negara. ICTSI Filipina 
berhasil mendapatkan kontrak untuk menjadi operator pelabuhan di berbagai 
negara.

 Perusahaan Listrik Negara , BUMN kelistrikan kita, collection period-nya 
mencapai 60 (enam puluh) hari sehingga menciptakan opportunity cost of money 
yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Apabila collection period dapat ditekan 
menjadi hanya dua puluh hari, maka tiap tahun tidak kurang Rp 352 miliar 
tambahan pendapatan dapat diraih. Di PLN Cabang Kebayoran, tingkat loss 
mencapai 16% dari sasaran sebesar 10% akibatnya pendapatan PLN yang hilang 
dari Cabang Kebayoran saja mencapai sekitar Rp 50 miliar per tahun.

Di sebuah BUMN Pupuk milik negara Indonesia, aki bat terlalu sering 
shut-down dan ketidakberhasilan mencapai streamdays yang berkelanjutan, 
tingkat konsumsi gas alam meningkat menjadi rata-rata 35,28 MMBTU per ton 
Urea dari seharusnya 33,00 MMBTU per ton Urea. Dengan tingkat produksi 
mencapai 550.830 ton pada tahun 1999, maka terjadi "pemborosan" penggunaan 
gas alam senilai 1,26 juta dolar AS atau Rp 8,8 miliar. Apabila terjadi 
penghematan yang kemudian dijadikan bonus untuk karyawan, maka tiap karyawan 
BUMN Pupuk tersebut akan memperoleh sekitar Rp 7,6 juta.

Kekurangberhasilan memasarkan teh yang bermerk (branded tea) dan kepuasan 
menggunakan merk pihak lain menyebabkan teh yang dipasarkan oleh salah satu 
BUMN Perkebunan Indonesia itu hanya memperoleh harga 15% lebih rendah 
dibandingkan dengan harga rata-rata teh yang berlaku di pasar teh dunia. 
Padahal dari segi volume, merupakan salah satu produsen teh yang terbesar di 
dunia (Djalil, Sofyan A, 2003).

Paparan itu adalah sekelumit kisah keberhasilan negara-negara lain dalam 
mengelola BUMN mereka dan kisah kekurangberhasilan negara kita dalam 
mengelola BUMN. Dari paparan tersebut lalu muncul pertanyaan mengapa BUMN 
kita kurang berhasil seperti BUMN mereka? Selanjutnya bagaimana seharusnya 
agar BUMN kita berhasil? Menurut Sugiyanto (2004), sekurang-kurangnya 
terdapat 3 (tiga) perilaku atau kebiasaan buruk yang telah lama membudaya di 
BUMN kita yang menyebabkan kinerjanya jelek. Pertama, aparatnya kurang bisa 
bekerja secara profesional. Kedua, aparatnya bekerja melalui mindset yang 
birokratis. Ketiga, aparatnya tidak commercial and bussiness oriented.

Strategi Privatisasi

Dilaksanakannya BUMN Summit 2005 beberapa waktu lalu, tibalah saatnya 
sebagai momentum perubahan bagi BUMN kita. Perilaku-perilaku buruk di atas 
harus kita ubah menuju terimplementasikannya budaya profesionalisme 
menyempurnakan strategi privatisasi dan menerapkan prinsip good corporate 
governance. Implementasi budaya profesionalisme merupakan suatu keniscayaan 
yang harus ditumbuhkembangkan di BUMN agar tidak semakin tertinggal dari 
negara-negara lain. Terdapat beberapa ciri profesionalisme yang harus 
dipraktikkan oleh setiap karyawan BUMN.

Pertama, selalu berupaya mencapai hasil yang terbaik dan bermutu, sesuai 
dengan baku mutu yang berlaku di bidangnya. Kedua, selalu berusaha 
meningkat-kan ilmu dan kemampuannya agar dapat menghasilkan yang ter baik. 
Ketiga, memegang teguh etika profesi dan mempunyai integritas. Keempat, 
mempunyai kemampuan prima dalam berhubungan dengan orang lain, antara lain 
memotivasi bawahan, berinteraksi dengan atasan, mengatasi krisis dan 
mengelola konflik. Kelima, mempunyai kemampuan yang berkenaan dengan 
aktivitas organisasional perusahaan, antara lain masalah penganggaran, 
peningkatan produktivitas, perencanaan manajerial dan manajemen risiko. 
Keenam, mempunyai kemampuan untuk mengembangkan diri sendiri, antara lain 
manajemen stres, manajemen waktu, pencapaian hasil, sikap kreatif dan 
inovatif serta belajar dari kekeliruan. Ketujuh, mampu melihat dan melakukan 
prioritas, misalnya pada pasar, kondisi keuangan atau penggunaan teknologi 
(Sachdev, Michael, 2000).

Selanjutnya guna mengurangi mindset birokratis, maka walaupun masih menjadi 
perdebatan program privatisasi merupakan salah satu solusi yang baik. Ada 
beberapa alasan mengapa privatisasi layak untuk diteruskan.

Pertama, dengan privatisasi peran dan beban pemerintah mengurusi BUMN 
berkurang sehingga bisa lebih fokus ke penanganan bidang lain yang lebih 
strategis. Kedua, pengelolaan risiko beralih kepada pihak lain. Ketiga, 
penerimaan pendapatan deviden meningkat karena operasional menjadi lebih 
efisien di tangan swasta dan atau investor asing. Keempat, penerimaan pajak 
meningkat karena perusahaan mampu memperoleh keuntungan yang besar dan 
berkesinambungan. Kelima, budaya kerja berubah dari kecenderungan birokratis 
menjadi proaktif, koordinatif dan sinergis sehingga mampu membangun value 
secara jangka panjang (Sugiyanto, 2004).

Prinsip Keadilan

Namun, ada beberapa hal yang harus diantisipasi dan diwaspadai dalam proses 
privatisasi. Pertama, aksi jual murah aset negara (BUMN) kepada swasta/asing 
melalui persekongkolan lintas lembaga atau aparat. Kedua, praktik sapi 
perahan yaitu hasil persekongkolan tersebut berupa masuknya dana tidak resmi 
ke pribadi-pribadi dan ke kas partai karena pejabat yang berwenang adalah 
fungsionaris atau kader partai. Ketiga, terdapat ancaman pemutusan hubungan 
kerja bagi para pegawai yang tidak dapat memenuhi kualifikasi kompetensi 
sesuai tuntutan manajemen baru.

Langkah berikutnya adalah menerapkan Good Corporate Governance (GCG) yang 
menjadi tata kelola perusahaan, yang memberikan jaminan berlangsungnya 
sistem dan proses pengambilan keputusan organ perusahaan berlandaskan pada 
prinsip keadilan, transparan, bertanggung jawab, dan akuntabel. Dalam proses 
pengambilan keputusan, organ perusahaan ini juga terkait dengan stakeholders 
perusahaan, seperti kreditor, pemasok (supplier), masyarakat, konsumen, 
pemerintah, media, dan lembaga swadaya masyarakat. (Daniri, Mas Achmad, 
2004).

Penerapan prinsip GCG di BUMN ditandai dengan penerbitan Keputusan Menteri 
Negara BUMN Nomor 117/M-MBU/2002 tentang Pengembangan Praktik Corporate 
Governance di BUMN. Surat keputusan tersebut mengatur mengenai kewajiban 
bagi BUMN dan menjadikan GCG sebagai landasan operasional perusahaan. BUMN 
yang asetnya di atas Rp 1 triliun, yang memanfaatkan dana masyarakat atau go 
public, diwajibkan membentuk Komite Audit dan Sekretaris Perusahaan. Komite 
Audit akan membantu komisaris dalam meningkatkan fungsi pengawasan. 
Mengingat fungsi tersebut, maka Komite Audit diketuai oleh komisaris 
independen, didukung oleh anggota yang mempunyai tingkat profesionalisme 
yang tinggi. Sedangkan sebagian tugas sekretaris perusahaan adalah menjadi 
penghubung antara fungsi mediasi perusahaan dan publik.

Oleh karena itu, sekretaris perusahaan harus mampu memahami dan menjelaskan 
hal-hal yang berhubungan dengan perusahaannya kepada publik. Peran 
sekretaris perusahaan bertambah penting artinya dalam perusahaan publik, di 
mana dari waktu ke waktu informasi mengenai perkembangan perusahaan sangat 
diharapkan oleh publik dalam memutuskan investasinya.

Akhirnya upaya untuk memperbaiki BUMN ini memerlukan kerja keras kita 
bersama agar BUMN kita mampu mengejar ketertinggalannya dari BUMN 
negara-negara lain dan memberikan kontribusi yang optimal bagi APBN melalui 
hasil privatisasi, pembayaran pajak dan deviden. Semoga. q - k

*) Anang Arief Susanto, Alumnus FE UGM. Bekerja di BUMN Perkebunan. 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke