Harian Komentar22 February 2005 Tanda Misterius di Bali 'Serang' Markas Polisi
Goresan dan tanda misterius berwarna putih, dan ada yang mirip palang dan salib yang menghebohkan Bali, tak hanya ada di rumah-rumah pendu-duk, namun turut juga 'menye-rang' pura di Markas Kepolisian Bali. Malah Pura Linggarcana Polda Bali yang terletak persis di depan pos penjagaan yang di jaga 4-6 provost selama 24 jam, tak luput dari kemunculan go-resan misterius tersebut. Goresan tersebut diketahui oleh anggota personel Polda Bali, Senin (21/02) pagi pukul 08.00 WITA saat akan menjalankan persembahyangan. Sembahyang ini dilakukan rutin setiap pagi, siang dan sore usai apel pagi. Pura Linggarcana terletak di kompleks Mapolda Bali Jalan WR Supratman, Denpasar. Selain Pura Linggarcana, pura yang terletak di asrama polisi di depan Mapolda juga tak luput dari ke-munculan goresan misterius. Goresan misterius 'tapak dara' yang berada di Pura Linggarcana ada di 7 titik, 2 titik di pura bagian luar, dan arca luar dan 4 titik di area dalam pura. Sementara ada 4 goresan yang berada di pura kompleks asrama polisi. Bentuk goresan horizontal berwarna pu-tih. Sementara goresan tapak dara sebelumnya yang ditemukan di berbagai wilayah berbentuk tanda palang (+). Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol AS Reniban mengakui adanya goresan misterius tersebut. Ia menyatakan bahwa hari Minggu lalu, aparat Polda Bali telah me-ngecek pura tersebut dan tidak di-temukan adanya goresan. "Kema-rin sudah dicek, dan tidak ada," katanya. Namun setelah sembah-yang, semua personel melihat tan-da itu. Reniban mengaku tidak ha-bis pikir dengan fenomena ini. "Pura tersebut terletak hanya be-berapa meter depan pos penja-gaan pintu Mapolda Bali. Dan di-jaga 24 jam, oleh 4-6 orang. "Pro-vost selalu duduk jaga di situ. Ka-lau dilakukan secara sengaja oleh orang-orang, pasti anggota yang jaga tahu, siapa orang yang ma-suk, karena berada di depan pro-vost," katanya. Polda Bali sendiri telah menu-runkan tim lab forensik untuk memeriksa goresan misterius yang menggegerkan masyarakat Bali. Goresan yang dikenal dengan 'tapak dara' di Bali muncul sejak Rabu (16/02) lalu, diawali dari Kabupaten Karang Asem dan ak-hirnya menyebar hampir ke selu-ruh wilayah di Bali. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ke-pala Direktur Reskrim Polda Bali, AKBP Edison Panjaitan di Pura Linggarcana, Denpasar, Bali, Senin (21/02). Langkah penyelidikan yang akan dilakukan dengan mengambil sampel 'tapak dara' sudah diambil di beberapa tempat, seperti di Kabupaten Tabanan, Buleleng dan Karang Asem dan kita sudah menginstruksikan semua jajaran wilayah polres untuk membawa sampel tersebut ke lab forensik. Kemungkinan akan kita ketahui asal-usulnya," katanya. "Kami mencoba mengungkap berdasar-kan fakta, apakah ada pihak-pi-hak tertentu yang ingin membuat keresahan. Saat ini belum bisa disimpulkan ke arah itu, karena masih dalam penyelidikan," ujarnya. Penyelidikan untuk menge-tahui bahan dasar, diberbagai tempat di Bali apakah sama atau tidak. "Kita juga akan minta in-formasi ke orang pintar. kita juga akan lakukan cek ilmiah, tidak bisa disimpulkan secara miskala (gaib)," katanya. Selain itu, Polda Bali mengimbau warga untuk menurunkan pecalang untuk mengamankan seluruh pura dan bekerja sama dengan polisi.(dtc/blp) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

