http://www.republika.co.id/kolom.asp?kat_id=16
Sabtu, 26 Februari 2005

Persaingan Tiga Partai: Golkar Terlalu Jujur? 




Eki Syachrudin
Mantan Dubes RI di Kanada




Untuk merebut kemenangan, dalam bidang apapun juga diperlukan strategi. Bahkan, 
dalam suatu peperangan menang kalahnya ditentukan oleh suatu strategi yang 
jitu. Strategi ini merupakan barang rahasia yang harus dilindungi. Untuk 
membobol strategi lawan itulah dipergunakan personel dan aparat yang handal, 
semacam James Bond dari MI-6 Inggris, atau Mossad yang dikelola Israel. 

Strategi juga berlaku dalam persaingan atau perang dagang untuk melumpuhkan 
kompetitor masing-masing, apalagi dalam perang politik semacam untuk merebut 
suara dari masyarakat dalam Pemilu 2009 mendatang. Alih-alih strategi yang 
dirumuskan dalam dokumen rahasia itu disimpan dalam brankas yang kode untuk 
membukannya hanya diketahui oleh sekjen atau pejabat yang disumpah, eh Golkar 
dengan jujurnya telah mengobral rahasia memenangkan pemilu mendatang kepada 
publik dan bahkan secara mendetail. 

Disitu juga digambarkan siapa kompetitor pertama, kedua, dan seterusnya. Apa 
kekuatan dan kelemahan lawan-lawan dan bagaimana menghadapinya agar Golkar 
menang dalam Pemilu 2009. Entah darimana sumbernya wartawan menanyakan 
kebenaran dokumen Rencana Strategis Pemenangan Pemilu 2005-2009 yang 
menyebutkan bahwa Partai Dempokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 
sebagai ancaman bagi Golkar pada Pemilu 2009. Peserta acara penutupan rapat 
kerja nasional yang diikuti seluruh pimpinan Golkar dari tingkat pusat (DPP 
Partai Golkar) tingkat provinsi, pemda, pemkot, Fraksi Golkar di DPR, dan 
ormas-ormas pendiri agak tersentak juga mendengar pertanyaan itu. Sebab materi 
itu tidak dibahas dalam seluruh rangkaian acara-acara raker itu. 

Entah apakah karena Golkarnya yang jujur atau wartawannya yang lihai, maka 
terkuaklah rencana terselubung itu, terutama yang berkaitan dengan Partai 
Demokrat, partainya Presiden SBY yang siapa ketua umum Golkar yang Wapres itu 
sedang menjalankan bahtera kapal Indonesia menuju pantai bahagia. Reaksi keras 
kemudian muncul dari orang-orang tertinggi PKS, yaitu Ketua Dewan Pakar DPP PKS 
Soreipto dan juga Ketua Umum DPP PKS Tifatul Sembiring. 

Sementara PD rupanya masih menyimpan tenaga dengan hanya mengeluarkan pendapat 
ketua angkatan mudanya saja, Akbarfaizal. Itupun sekedar suatu penyesalan 
belaka. Berbeda dengan PD, serangan balik seperti yang dilakukan PKS cukup 
keras dengan menyebut bahwa Golkar, masih didominasi oleh unsur-unsur Orde 
Baru. Jangan-jangan PAN dan PPP juga nanti ikut nimbrung menyerang Golkar. 

Orang khawatir jangan-jangan, bila nahkoda dan juru mudi apalagi kalau para 
awak ikut kurang serasi apalagi mempunyai tujuan yang berbeda akibat tekanan 
partai masing-masing, tujuan nasional yang lebih besar tak bisa dicapai dengan 
lancar. Bagaikan iklan pemilu yang berbunyi, inga-inga, ketua Angkatan Muda 
Partai Demokrat sekedar mengatakan ''ingat lho, yang mengusung Yusuf Kalla 
sebagai calon wapres adalah partai kami dan bukan Golkar.'' Bila dinamik 
serang-menyerang atau sindir menyindir ini berjalan terus dari lingkungan 
partai masing-masing, lalu bagaimana nasib duet dipuncak kekuasaan? Akankah 
tetap solid atau mulai retak, akibat terbukanya strategi Golkar ini?.

Walaupun tetap rahasia
Seandainya PKS dan PD yang dalam Rakernas yang lalu ditetapkan sebagai ancaman 
yang akan dihadapi Golkar dalam Pemilu 2009 nanti tak terbuka oleh wartawan 
atau tak dibuka oleh Golkar dalam rakernas minggu lalu, kenyataannya memang 
akan demikian. Mau tak mau partai Golkar pastilah akan bersaing menghadapi PD 
dan PKS. PD dianggap saingan utama kerena ia merupakan partai dari presiden 
yang sedang berkuasa dan PKS juga merupakan saingan berat karena image dan 
kemampuannya menampilkan diri sebagai partai yang bersih, bermoral, dan siap 
siaga membantu rakyat yang dalam kesulitan.

Dibuka dan tidak strategi Golkar itu, sama saja tidak mengubah keadaan. Bedanya 
dengan dibuka atau terbukanya rahasia dapur Golkar itu, PD dan terutama PKS 
akan justru mendapatkan iklan gratis, sebab ia dianggap sebagai ancaman oleh 
sebuah partai terbesar di Indonesia. Bila sebuah partai terbesar menganggap PKS 
sebagai ancaman, artinya partai ini nantinya dianggap akan besar. Mustahil 
Golkar akan menyebut partai yang kecil dan tak mungkin besar ditetapkan sebagai 
ancaman bagi dirinya. Singa tak mungkin menganggap kucing hutan sebagai 
ancaman. Bila Singa menganggap kucing hutan sebagai ancaman, maka ini bukan 
kucing hutan sembarangan. Ini pastilah kucing hutan yang besar (big cat) yang 
juga disebut macan. Entah kucing ini kecil atau besar, bila dianggap sebagai 
bahaya oleh raja hutan, pastilah ia akan dihargai dikalangan penghuni hutan 
rimba. Ia bisa jadi akan menjadi alternatif bagi Golkar yang pada pemilu lalu 
keluar sebagai juara. 

PKS seharusnya bergembira dan tidak marah-marah. Begitu juga dengan Partai 
Demokrat. Bila Golkar sang raja pemilihan umum yang lalu, menganggapnya sebagai 
saingan berat, ia juga bisa menjadi alternatif, sebab ia adalah partai dari 
yang sedang menjadi presiden. Ini juga merupakan iklan gratis bagi kedua partai 
itu. Dalam setiap ajang persaingan atau pertempuran, perang urat syaraf 
merupakan faktor yang penting juga. Kalau sejak awal sudah inferior atau tidak 
dianggap entah karena konflik intern atau karena kekurangan kader atau 
alasan-alasan lain, pastilah partai itu akan tampil dengan kurang percaya diri. 
Dalam budaya Melayu agak kurang etis kalau sebuah partai (apalagi partai kecil) 
mengaku akan tampil sebagai partai besar yang mampu mengalahkan juara pertama. 
Tapi kalau si juara menyebutkan hanya dua dari puluhan partai yang ada yang 
merupakan ancaman bagi kemenangan Golkar, maka dalam pandangan Golkar memang 
hanya kedua partai itulah partai yang kuat. Dan ini tentu mempengaruhi 
pandangan masyarakat.

Kejururan Golkar ini justru harus disyukuri dan bukan dihujat. Golkar adalah 
partai modern. Jangankan dengan pihak luar, di dalam dirinya sendiri pun ia 
secara terbuka mengumumkan siapa yang akan menjadi lawan siapa untuk merebut 
kedudukan ketua partai ataupun untuk calon presiden. Dengan kejujuran Golkar 
atau entah karena kelihaian wartawan itu, maka tak ada lagilah rahasia itu dan 
semuanya menjadi terbuka. Soalnya dewasakah kita menghadapi realitas persaingan 
ini. Ibarat rute pesawat yang 5 jam, bisakah bangsa ini menjalani rute lima 
tahunan di angkasa Indonesia dan tak mendarat darurat hanya karena terkuaknya 
persaingan antarpilot, kopilot serta awak-awak pesawat? Bukankah persaingan itu 
tanpa dibuka pun bakal terjadi, bahkan sekarang menjadi jelas dimata Golkar 
partai yang bermutu sebagai saingannya adalah PKS dan PD. 

Kenapa harus marah. Justru kedua partai itu harus bangga dipilih sebagai dua 
besar dari puluhan partai yang ada yang pantas ditimbang sebagai saingan Golkar 
sebagai partai terbesar di negeri ini. Kenapa harus marah-marah seperti 
jaksa-jaksa di DPR kemarin. Bukan begitu?




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke