Surat Kembang Kemuning:

PAMERAN SALIM DI KOTAPRAJA PARIS V�me.



Untuk memahami bagaimana Salim bisa sampai pada sikap ini, saya  kira, ada 
baiknya kita menelusuri kelanjutan pertemuannya dengan Sjahrir dan Hatta.Dampak 
pertemuan ini meninggalkan tanda tersendiri dalam hidup dan karya-karya Salim 
sampai sekarang. 

Menurut Ajip Rosidi, pada tahun 1930an, Salim dalam dunia kesenian adalah 
"penganut dengan penuh keyakinan l'art pour l'art, seni untuk seni, seni di 
atas segala aliran politik" [lihat: Ajip Rosidi, "Salim Pelukis Indonesia Di 
Paris", Pustaka Jaya, Jakarta, September 2003, hlm. 39]. Selanjutnya dalam buku 
ini, Ajip juga menunjukkan bahwa dengan sikap demikian, membuat Salim yang 
sikap dasarnya menjunjung kemanusiaan, nilai-nilai manusiawi  dan memandang 
kebebasan sebagai hak dasar manusia, menjadi anti penjajahan, anti Nazi Hitler 
dengan "�ber alles"nya, berpihak pada perjuangan rakyat Palestina, sikap yang 
sesungguhnya juga merupakan suatu sikap politik. Apakah pemihakan begini ini 
bukan sikap politik? Sikap politik yang langsung tidak langsung memperoleh 
pantulan balik ke dalam karya-karya   Salim. Dengan sikap politik ini, untuk 
menunjukkan ketidaksenangannya pada usaha  Belanda untuk kembali menduduki 
Indonesia yang baru memproklamasikan kemerdakaannya pada 17 Agustus 1945, 
melalui NICA [Netherlands India Civil Administration], Salim kembali 
meninggalkan Negeri Belanda menuju Paris. Ia merasa tidak layak hidup di negeri 
yang menjajah dan merampas hak-hak azasi. Dengan nilai-nilai ini pula, Salim 
memprotes pelarangan karya-karya Pram oleh rezim Orba Soeharto. L'art pour 
l'art bagi Salim yang dididik di negeri Belanda dan Perancis agaknya identik 
dengan nilai-nilai  manusiawi, kebebasan berpikir dan bersikap serta menilai. 


Dari sikap Salim yang demikian pada diri saya lalu timbul pertanyaan:Secara 
filosofis,apa gerangan masalah mendasar yang memisahkan l'art pour l'art dengan 
seni untuk rakayat atau sastra-seni enggag� yang pernah pada kurun tahun 1960an 
kongkretnya antara pengikut Manifes Kebudayaan dan anggota-anggota Lekra? 
Apakah beda l'art pour l'art Salim dengan sikap seorang warga "republik 
berdaulat sastra-seni"? Jika demikian, pertanyaan lebih lanjut: Mengapa ada 
polemik demikian sengit tentang masalah tersebut di negeri kita? Tidakkah ia 
disebabkan karena kita mengabaikan masalah hakiki ataukah sastra-seni sudah 
dipolitisir oleh para politisi ataukah pempolitisir sastra-seni?  Sedangkan 
para sastrawan-seniman mau melepaskan posisinya sebagai warga "republik 
berdaulat"? 


Dengan pertanyaan-pertanyaan ini, saya makin merasa ada perlunya kita 
menyimpulkan pengalaman dari sejarah sastra seni kita, terutama dengan 
menggunakan metode perbandingan. Membandingkan polemik periode Poedjangga Baroe 
dengan polemik Lekra-Manifes serta yang terjadi di negeri-negeri lain, sebab 
ternyata pengalaman dan praktek Salim sebagai pelukis yang "penganut dengan 
penuh keyakinan l'art pour l'art, seni untuk seni, seni di atas segala aliran 
politik", penganut penuh keyakinan l'art pour l'art" seperti Salim, ternyata 
bukan seniman tanpa sikap politik sekali pun tidak perlu menjadi kader dan 
partisan partai politik atau apalagi menjadi politisi praktis [les 
politiciens]. Dalam masalah nilai-nilai manusiawi untuk memanusiawikan manusia 
yang diperjuangkan oleh para warga "republik berdaulat sastra-seni", apakah ada 
hal besar yang patut dipolemikkan? Barangkali dalam soal ini "l'art pour l'art" 
berbeda dengan sikap "humanisme universil" yang dalam pengertian suatu ketika 
ditafsirkan sebagai tidak membedakan yang menjajah dan yang terjajah, yang adil 
dan tidak adil, yang benar dan salah.


Saya masih mengkhawatiri bahwa para sastrawan-seniman kita masih belum 
mengkhayati benar arti sastra-seni sebagai "republik berdaulat" sehingga 
misalnya antara mereka yang dahulu pernah berpolemik sengit masih sulit duduk 
bersama menyimpulkan pengalaman sejarah mereka, bahkan yang lebih parah masih 
mengandung dendam. Artinya kita masih belum membebaskan diri, pikiran dan 
perasaan. Daki-daki prasangka serta keterbatasan pemahaman masih mengotori raga 
pikiran dan perasaan manusia kita. Bagi yang merasa seniman, daki-daki itu 
masih mengotori jiwa kesenimanan mereka sebagai warga "republik berdaulat 
sastra-seni". Jika kekhawatiran saya ini benar maka barangkali "there is 
something wrong in the state of Danemark' jika menggunakan ungkapan Shakespeare 
dalam drama Hamlet-nya. Sekedar beberapa pertanyaan dalam konteks melihat 
pameran Salim dan membaca pengalaman serta sikap Salim. 


Bagaimana Salim sampai pada sikap begini?



Paris, Februari 2005.
--------------------
JJ.KUSNI


Catatan: 
Foto-foto lukisan Salim yang terlampir berjudul: "ambiance","ambiance-1", "anak 
minangkabau (3)", "anak minangkabau-1" [Dari dokumentasi Jelitheng & JJK].

 
[Bersambung....]



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke