Sebetulnya memang hampir mustahil untuk bisa bebas dari banjir. Jangankan negara kita yang masih serba kekurangan ini, negara maju sekalipun tak mampu 100% bebas banjir, yang tergolong Act-of-GOD itu. Yang penting bagaiman diupayakan peluang banjir yang seminimum mungkin serta langkah penanggulangan yang efektif dan efisien sehingga dampaknya tidak lebih menyengsarakan rakyat yang terkena musibah tsb. Upaya yang harus dilakukan haruslah merupakan pekerjaan yang terpadu, secara fisik mulai dari daerah hulu, sepanjang aliran dan di daerah hilirnya. Juga pantas dibenahi aspek non-fisiknya, apakah itu penegakan hukum, penataan ruang yang untuk ditaati, atau perilaku dan kebiasaan warga yang positif mendukung upaya tersebut. Jadi benar bahwa bebas banjir itu mimpi, tetapi upaya penanggulangannya toh bukan mimpi. Salam hormat : Ichjar ----- Original Message ----- From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> To: <"Undisclosed-Recipient:;"@cbn.net.id> Sent: Monday, February 28, 2005 7:07 AM Subject: [ppiindia] Jakarta Bebas Banjir, hanya Mimpi
> > REFLEKSI: Kalau Jakarta, ibukota Republik Indonesia, tempat > bersingahsana pemerintah Indonesia tak bisa diurus bebas banjir, bebas > korupsi, bagaimana lagi nasib daerah-daerah di luar Jakarta [pulau Jawa]?? > > > ----- > Media Indonesia > Senin, 28 Februari 2005 > > KESEHATAN > > Jakarta Bebas Banjir, hanya Mimpi > > Banjir memang telah menjadi langganan warga Jakarta, walau pemerintah > telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Mau tidak mau, warga > pun harus terbiasa dengan bencana yang satu ini. > > SECARA geografis, Kota Jakarta memang rawan banjir. Dari 65.000 > hektare luas wilayah Jakarta, kurang lebih 40 persennya atau 24.000 > hektare merupakan dataran rendah yang tingginya 1 hingga 1,5 meter di > bawah muka laut pasang. Selain itu, ada 13 sungai yang melintasi Ibu Kota. > > Akibatnya, banjir menjadi ritual rutin bagi warga Jakarta. Dan, hal > ini agaknya akan berlangsung lama. Karena, untuk menjadikan Jakarta bebas > banjir dalam waktu dekat, ibarat mimpi di siang bolong. > > Berdasarkan data yang diperoleh Media dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) > DKI, saat ini ada 78 lokasi rawan banjir di Jakarta. Sebanyak 19 titik di > antaranya diperkirakan bebas dari bencana banjir pada 2007. Itu pun dengan > syarat membangun waduk dan pompa-pompa air di daerah rawan banjir > tersebut. Ke-19 titik itu berada di daerah Kapuk, Sunter, Warakas, dan > Kebon Bawang. > > ''Penanganan ke-19 titik rawan banjir itu tidak mungkin sekaligus > dilaksanakan. Pada 2005, misalnya, bisa diatasi tiga sampai empat titik > dengan catatan tidak ada pembangunan baru di atas kawasan resapan air,'' > ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI Fodly Misbach kepada Media, > pekan lalu. > > Menurut dia, proyek Banjir Kanal Timur (BKT) harusnya didukung semua > pihak, baik masyarakat pemilik tanah yang terkena pembebasan. Sebab, bila > BKT berhasil dibangun, proyek ini mampu membebaskan 13 daerah rawan banjir > sepanjang aliran kali buatan itu. ''Selama ini ke-13 kawasan di Jakarta > Timur itu langganan banjir.'' > > Cukup banyak kiat dicoba DPU DKI dalam menangani banjir di Jakarta, > termasuk dengan menanggulangi sampah kiriman dari hulu yang menumpuk di > sungai. Misalnya, setiap sungai akan dibuat pompa dan waduk. ''Setiap > tumpukan sampah di sungai akan diangkut menggunakan mesin elektrik guna > mengangkat sampah tanpa tenaga manusia,'' jelas Fodly. > > Penggunaan mesin elektrik ini, lanjutnya, akan diterapkan di kawasan > Kapuk, Sunter Utara, Warakas, Kebon Bawang, dan Penjaringan. Di kawasan > BKT juga akan dibuat normalisasi terkait dengan pengangkutan sampah dengan > menggunakan alat elektrik tersebut. ''Masyarakat Jakarta memproduksi > sampah sebanyak 6.000 ton per hari, sehingga DPU tengah melakukan > pelayanan kebersihan atas sampah-sampah di sungai,'' kata Fodly. > > Tempat penampungan > > Pemprov DKI pun menyadari telah terjadi penyempitan aliran sungai di > Jakarta karena dijadikan tempat tinggal warga. Menurut Fodly, penduduk > yang masih tinggal di bantaran kali di lima wilayah DKI Jakarta > diperkirakan mencapai ratusan ribu keluarga. > > Untuk mengatasi masalah ini, Pemprov DKI lalu mencanangkan program > relokasi bagi warga yang tinggi di bantaran kali dengan menawarkan mereka > pindah ke rumah rusun yang dibangun pemerintah. Program ini sudah > dimanfaatkan sekitar 1.100 keluarga pada 2003 di bantaran Kali Angke yang > ditampung di Rusun Cengkareng, Jakarta Barat. > > Sedang warga yang tinggal di bantaran Kali Adem, terusan dari Kali > Angke ke arah muara Teluk Jakarta, Jakarta Utara, sedikitnya 580 KK akan > dipindahkan ke Rusun Muara Angke. > > Sedang kalau terjadi banjir, telah disiapkan tempat penampungan > pengungsi di sekitar lokasi kejadian. ''Kita telah berkoordinasi dengan > aparat setempat untuk menyiapkan tempat penampungan di 327 lokasi yang > didukung 96 dapur umum dan 541 pos kesehatan yang tersebar di semua daerah > rawan banjir,'' ujarnya. > > Sedang jumlah personel yang disiapkan untuk penanganan banjir ini > telah disiagakan 40.630 orang yang terdiri dari tenaga medis, SAR, polisi, > dan aparat kelurahan. > > Prioritas > > Walau dengan anggaran terbatas, program penanggulangan banjir di > Jakarta tetap menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta. Rencana program > penanggulangan banjir pada 2005, tidak jauh berbeda dengan 2004 yakni > perbaikan saluran air dan sungai. Misalnya, menormalisasi, menurap, dan > mengeruk sungai. Pompa-pompa air juga menjadi perhatian untuk perbaikan > dan penambahan di sejumlah titik rawan genangan di lima wilayah kota > madya. > > Menurut Kepala DPU DKI Fodly Misbach, untuk menanggulangi masalah > banjir ini pihaknya telah menyusun berbagai program. Dalam hal ini, > katanya, program itu bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga nonfisik. > Kalau program fisik, di antaranya pemeliharaan pintu-pintu air dan > pompa-pompa air. Sedang nonfisik seperti koordinasi dengan satuan tugas > penanggulangan bencana (Satgas PB), Satuan Koordinasi Pelaksana > (Satkorlak) PB tingkat kota madya, dan Satkorlak Penanggulangan Pengungsi > dan Bencana Provinsi DKI Jakarta. > > Selain itu, lanjutnya, aparat DPU DKI Jakarta disiagakan untuk > monitoring pintu-pintu air (PA) dan pos pemantau (PP) di hulu 13 sungai > yang melintasi Jakarta. > > Menurut Fodly, DPU DKI Jakarta pada 2005 juga punya program perbaikan > situ-situ. Program ini terkait dengan tindak lanjut komitmen tiga provinsi > yaitu Banten, DKI, dan Jawa Barat atas empat kota berbatasan dengan > Jakarta yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) untuk > melestarikan situ-situ resapan air di daerah penyangga Ibu Kota tersebut. > (Selamat Saragih/J-2) > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today! http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

