Betul.

Masalah BBM ini memperlihatkan dengan jelas bagaimana ketidak 
matangan politik ekonomi pemerintah

Dalam negara, yang daya beli masyarakat more or less hampir rata, 
seperti di Eropa, maka pasar tidak terlalu bias. Tetapi di Indonesia?

Kita hitung saja harga BBM dalam perbandingan dengan monthly income. 
nah kita lihat, ada yang hampir tak mampu membeli, dan ada yang 
menganggap harga BBM itu seperti harga kwaci.

Siapakah yang terutama membeli BBM? Sebagian kendaraan umum yang 
ditunggangi rakyat kecil, jadi berinduksi pada index harga, dan 
pemilik kendaraan, yang tak sedikit diantaranya Mercedes dan BMW.

Jadi, kita mau mengatakan, harga BBM itu murah atau mahal. Untuk 
siapa? Yang kena kenaikan BBM itu siapa?

Bagi pemilik Toyota Alphard kenaikan BBM tak menjadi masalah, walau 
100x lipatpun. Bagi penunggang Mayasari Bakti?

Salam

danardono






--- In [email protected], "Carla Annamarie" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> kenaikan BBM kalo diliat dr kaca mata ekonomi global memang perlu 
naik..,
> tp timingnya may be gak tepat sekarang, n usaha pemerintah belom 
maksimal
> mencari sumber2 pendanaan lain.., malah ngurangin subsidi n 
mengalokasikan
> dana subsidi utk pendidikan, kesehatan , kesejahteraan rakyat 
miskin,
> masalahnya rencana itu cuma bagus on papers aja.., aplikasi nya 
it's almost
> impossible, sistem distribusi dan koordinasi lembaga2 yang udah 
terbukti
> bad bgt, adanya kebocoran n korupsi di tiap2 lembaga, gak jelas or 
maybe
> gak ada pemetaan penduduk dan registrasi penduduk yang lengkap, so 
the
> question is gimana rakyat indo bisa dapet advantage or benefit from
> kenaikan BBM..?
> 
> 
> 
>                                                                     
                                       
>                       "Lina 
Dahlan"                                                               
         
>                       <[EMAIL PROTECTED]        To:       
[email protected]                          
>                       .com>                    
cc:                                                         
>                                                Subject:  [ppiindia] 
Re: Mengapa Perlu Menolak Kenaikan     
>                       03/01/2005 09:57          Harga 
BBM!!!                                               
>                       
AM                                                                    
               
>                       Please respond 
to                                                                    
>                       
ppiindia                                                              
               
>                                                                     
                                       
>                                                                     
                                       
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> wis..sumpah deh aku gak mudeng. Hati menjerit..karena pastinya
> segala harga juga akan melonjak lagi. Mungkin makan sehari-hari
> nanti hanya cukup makan nasi+tempe+tahu saja. Yang penting perut
> bisa kenyang, egepe sama gizi...Ato kembali masak pake minyak tanah
> aja, kayak pak menko ekuin bilang: kalo gak mampu beli gas, ya pake
> minyak tanah aja.
> 
> wis...masalah makanan sehari-hari dah ada jalan keluarnya, gimana
> biaya sekolah anak ya?...
> 
> wis...apa ya itu konsensus Washington dengan liberalisasi
> ekonominya?...kalo supaya masuknya perusahaan2 multinasional...ya
> biarin aja? wong rakyat ini perlu kerja? Wong pemimpinnya juga gak
> mampu mengelola minyak & gas bumi dgn baik? di korupin mulu? Apa
> bedanya dikorupin sama perusahaan multinasional? aku cuma mikir,
> enak diperintah bangsa sendiri, apa diperintah orang luar ya?
> 
> Kalo kita/rakyat tetap bersabar dan menerima keputusan pemerintah
> ini, apa hasilnya ya nanti buat anak cucu kita? Kita bersabar,
> berusaha hidup irit...gimana para pejabat itu..ya?
> 
> Ku kira pemerintah memang lagi bokek, jadi memang cara paling cepat
> dan gampang adalah menaikkan harga BBM ketimbang ngadilin koruptor
> utk mengambil kembali aset2 koruptor tsb..karena Singapore saja dah
> menolak utk menandatangani perjanjian ekstradisi.
> 
> wis...makin gedek kalo lagi keadaan susah gini, partai politik pada
> ngebelain kadernya yang korupsi.
> 
> wis...sabar...sabar...Gusti Allah ora sare...
> 
> --- In [email protected], Satrio Arismunandar
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Mengapa Masyarakat (Perlu)
> > Menolak Kenaikan Harga BBM?
> > http://promotions.yahoo.com/new_mail
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke