http://www.kompas.com/kompas-cetak/0503/10/daerah/1613641.htm

      Kamis, 10 Maret 2005  
     
     
     

      Dampak Kenaikan Harga BBM
      Warga Pedalaman Akan Hengkang ke Jayapura 


      Jayapura, Kompas - Kenaikan harga bahan bakar minyak dikhawatirkan akan 
memicu urbanisasi di Papua. Kenaikan harga BBM itu makin mendorong warga 
pedalaman masuk ke Kota Jayapura karena biaya hidup di pedalaman lebih tinggi 
300 persen daripada harga kebutuhan pokok di Jayapura. Kehadiran warga 
pedalaman ini akan melahirkan sejumlah persoalan kependudukan di Jayapura 
karena tidak mudah mencari pekerjaan dan membiayai hidup di Kota Jayapura.

      Wali Kota Jayapura MR Kambu kepada pers di Jayapura, Rabu (9/3), 
mengatakan, Kota Jayapura lambat berkembang karena berbagai persoalan 
dibandingkan dengan kota lain di Indonesia. Hampir setiap bulan 2.000-5.000 
warga pedalaman datang menetap di Kota Jayapura dengan alasan mengubah hidup 
yang lebih baik daripada hidup di pedalaman. Mereka tinggal pada keluarga yang 
lebih dahulu datang.

      Belum termasuk pendatang dari luar Papua yang mencari pekerjaan di 
Jayapura. Setiap kapal Pelni masuk Pelabuhan Jayapura, sebanyak 100-200 
pendatang baru masuk Kota Jayapura. Sebagian besar adalah warga Sulawesi 
Selatan.

      "Kedatangan warga pedalaman akan jauh lebih banyak menyusul kenaikan 
harga BBM. Saat ini belum kentara, tetapi beberapa pekan yang akan datang mulai 
kelihatan. Mereka ini biasanya memiliki gaya dan pola hidup jauh berbeda dengan 
kebanyakan warga Jayapura. Kita bisa bedakan kelompok urban ini," kata Kambu.

      Faktor pendorong antara lain tingkat kesulitan hidup di pedalaman lebih 
tinggi daripada di Jayapura. Biaya hidup sangat sulit dijangkau ketimbang di 
Jayapura. Harga kebutuhan hidup di pedalaman selama ini sekitar 200 persen dari 
harga di Jayapura, tetapi dengan kenaikan harga BBM, harganya akan naik sampai 
300-500 persen daripada harga di Jayapura.

      Di Jayapura, misalnya, harga gula pasir saat ini Rp 6.500 per kilogram, 
di pedalaman Rp 25.000-Rp 50.000 per kilogram, tergantung jarak dan rute 
penerbangan serta stok kebutuhan pokok. Beras Dolog di Jayapura Rp 4.000 per 
kilogram, sedangkan di pedalaman Rp 7.000-Rp 25.000 per kilogram. Harga minyak 
tanah Rp 1.500 per liter dan di pedalaman Rp 5.000-Rp 35.000 per liter.

      Warga Jayapura sebelum kenaikan harga BBM mengeluhkan tingginya biaya 
hidup dibandingkan dengan provinsi lain. Kenaikan harga BBM semakin membebani 
kehidupan masyarakat Kota Jayapura. Jika dibebani kaum urban dari kampung, 
semakin memperparah kehidupan masyarakat.

      Masyarakat pedalaman boleh dikata tidak memiliki pekerjaan tetap. Mereka 
banyak yang hidup berpindah-pindah di hutan, tergantung hasil hutan setempat. 
Tidak ada tanaman perkebunan dalam jumlah besar untuk membantu mengangkat 
kesejahteraan mereka.

      Sopir mogok

      Sementara itu, ribuan sopir angkutan kota di Jayapura melakukan aksi 
mogok kemarin. Itu dipicu janji Pemerintah Provinsi Papua yang akan menetapkan 
tarif angkutan baru menyusul kenaikan harga BBM, Selasa, tidak dipenuhi. Akibat 
aksi mogok itu, para pelajar terpaksa berjalan kaki dan sebagian besar tidak 
masuk sekolah meski dibantu beberapa kendaraan milik Kodam Trikora dan 
Kepolisian Daerah Papua.

      Menurut pengamatan, Rabu, ribuan sopir angkutan kota ini sejak pukul 
06.00 tidak melewati jalan-jalan utama dalam kota. Anak-anak sekolah dan 
mahasiswa hanya berdiri di sisi jalan menunggu kendaraan.

      Beberapa angkutan kota sempat melintas di jalan, tetapi pada bagian kaca 
depan angkutan kota tertulis, "Maaf, tidak melayani penumpang, tunggu saja 
mobil Pemda". (kor)

     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke