dari kacamata entropi
masuknya investor berbondong ke suatu negara
juga rasional, maka begitu pula
mestinya kita becermin perihal kondisi bangsa
apalagi birokrasi dan 'pemimpin'nya
perlu jeli menyimak sejarah dan arah
bukan selalu soal bedil
salam


--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Inggris dan Uni Eropa mau menyerang Indonesia karena setiakawan 
> terhadap  Malaysia? Ini lelucon atau ludruk Srimulat?
> 
> Pusying
> 
> DH
> 
> 
> --- In [email protected], "antonhartomo" 
<[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > 
> > hahaha
> > kok sudah lupa ?
> > malaysia dari dulu kan
> > "proyek boneka"
> > hehehe
> > kreatif2lah memotong keberulangan sejarah
> > seraya mengarahkannya
> > hihihi
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=4638
> > > 
> > > Sabtu, 12 Mar 2005,
> > > Perangi, RI Hadapi Lima Negara 
> > > 
> > > JAKARTA - Ada analisis menarik dari pengamat militer 
Universitas 
> > Indonesia, Andy Wijayanto, mengenai kemungkinan terjadinya 
perang 
> > terbuka antara Indonesia dan Malaysia di daerah konflik perairan 
> > Blok Ambalat. Bila Jakarta mengumumkan perang terbuka dengan 
> negara 
> > tetangga kita itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus 
> > memperhitungkan aliansi negara yang akan mendukung negeri jiran 
> > tersebut dalam konfrontasi.
> > > 
> > > Andy mengungkapkan, Malaysia memiliki sistem aliansi 
pertahanan 
> > dengan Inggris, Australia, Singapura, serta Selandia Baru. 
Aliansi 
> > itu disebut sebagai Five Power Defense Agreement (FPDA). Salah 
> satu 
> > kesepakatan negara-negara FPDA adalah klausul bahwa serangan 
> > terhadap salah satu negara anggota merupakan serangan pula 
> terhadap 
> > negara anggota lainnya.
> > > 
> > > "Malaysia tinggal meminta klausul itu diaktifkan. Bila 
> disepakati, 
> > berarti negara kita harus siap berperang juga dengan Inggris, 
> > Australia, Singapura, serta Selandia Baru yang mempunyai 
kekuatan 
> > tempur jauh lebih kuat dan canggih," jelasnya setelah diskusi 
> > tentang RUU Pertahanan dan Keamanan di Hotel Sahid, Jakarta, 
> > kemarin. 
> > > 
> > > Dari situs resmi British High Commission, Kuala Lumpur, 
> diketahui 
> > bahwa FPDA berdiri pada 1971 sebagai lembaga konsultasi dan 
> > antisipasi serangan terhadap Singapura serta Malaysia. Saat 
> > peringatan 30 tahun FPDA pada November 2001, kelima negara 
> > anggotanya sepakat membentuk suatu kerja sama jangka panjang. 
> Salah 
> > satunya, perjanjian saling dukung bila ada negara anggotanya 
yang 
> > diserang negara lain. Tahun ini, FPDA memfokuskan tinjauannya 
pada 
> > maritime security. Dengan fokus tersebut, kemungkinan empat 
negara 
> > lainnya untuk mendukung Malaysia dalam konfrontasi dengan 
> Indonesia 
> > menjadi lebih besar. 
> > > 
> > > Tidak itu saja. Bila dalam konfrontasi nanti negara kita 
> > berhadapan dengan Inggris, negara pimpinan Tony Blair tersebut 
> > sangat mungkin meminta artikel lima NATO (Pakta Pertahanan 
> Atlantik 
> > Utara) diaktifkan. Artikel lima NATO serupa dengan klausul 
> > perjanjian FPDA yang intinya menyatakan, serangan yang dialami 
> salah 
> > satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap negara-
> negara 
> > anggota lainnya dan harus dihadapi bersama. Sehingga, 
konfrontasi 
> > dengan Malaysia bisa melebar serta membuat Indonesia harus 
> > berhadapan dengan negara-negara anggota NATO. 
> > > 
> > > "Jadi, efeknya akan beruntun. Itulah yang harus diperhitungkan 
> > masak-masak oleh Presiden SBY sebelum mendeklarasikan 
konfrontasi 
> > dengan Malaysia. Rakyat pun harus memahami hal ini supaya tidak 
> > gelap mata mendesak perang dengan Malaysia," tegas Andy. 
> > > 
> > > 
> > > Singapura Netral 
> > > 
> > > Sementara itu, pemerintah Singapura menegaskan tidak akan 
> > mencampuri masalah Indonesia dengan Malaysia soal Ambalat. 
> Singapura 
> > yakin kedua negara bisa menyelesaikannya dengan baik.
> > > 
> > > Demikian disampaikan Menlu Singapura George Yong kepada 
wartawan 
> > setelah bertemu dengan Menlu Hassan Wirayuda di Deplu, Jalan 
> > Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (9/3/2005).
> > > 
> > > "Ini masalah bilateral antara kedua negara. Saya tahu hari ini 
> Pak 
> > Hassan bertemu dengan Syed Hamid (Menlu Malaysia). Saya rasa, 
> kedua 
> > negara bisa menyelesaikannya melalui jalur negosiasi," katanya.
> > > 
> > > Yong mengakui, masalah klaim wilayah laut itu memang biasa 
> terjadi 
> > antara negara bertetangga. "Tapi, negara bertetangga juga bisa 
> > menyelesaikannya dengan baik-baik," ujar dia.
> > > 
> > > 
> > > Hindari Mahkamah Internasional
> > > 
> > > Masih di Hotel Sahid, kemarin pengacara senior Adnan Buyung 
> > Nasution mengaku dapat memahami sikap pemerintah Indonesia yang 
> > menyatakan memiliki berbagai dokumen hukum lengkap tentang 
> > kepemilikan Blok Ambalat dan Laut Sulawesi, namun enggan membawa 
> > kasus sengketa itu ke Mahkamah Internasional (MI). Buyung 
> memandang 
> > ada nuansa trauma dengan kekalahan perebutan Pulau Sipadan dan 
> > Ligitan pada Desember 2002. 
> > > 
> > > "Dulu kita terlalu percaya dengan proses peradilan di MI. 
> Akhirnya 
> > kalah menyakitkan dan harus kehilangan kedua pulau itu. Saya 
> sendiri 
> > ragu terhadap kearifan MI. Mereka tidak bisa benar-benar 
objektif, 
> > adil, dan bebas dari kepentingan-kepentingan ekonomi global," 
> > ujarnya. 
> > > 
> > > Buyung mendukung langkah pemerintah yang mengupayakan jalan 
> > diplomasi sambil terus mengonsentrasikan kekuatan militer di 
> wilayah 
> > sengketa.
> > > 
> > > Bagaimana kalau kedua negara tetap ngotot dengan klaimnya atas 
> > Blok Ambalat dan sebagian Laut Sulawesi? "Bisa saja Indonesia 
dan 
> > Malaysia menunjuk negara lain, lembaga internasional, atau tokoh 
> > sebagai mediator atau penengah. Tapi, jangan sampai masuk ke 
> > arbitrasi. Wasit juga bisa punya kepentingan," ingatnya. 
> > > 
> > > Artinya, proses penyelesaian sengketa itu bisa sangat 
> > panjang? "Apa boleh buat. Proses MI adalah pelajaran pahit bagi 
> > kita. Lagi pula, ini nilai yang harus dibayar dari keteledoran 
> kita 
> > yang selama ini cenderung menelantarkan dan malas mengurus 
daerah 
> > perbatasan terluar, terutama perairan," jawabnya. (arm)
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke