--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kalau masalah bagi hasil yang dikurangi lagi dgn
> production cost dan akhirnya pemerintah dapat kurang,
> yang salah siapa? Kenapa pemerintah tidak mengelola
> sendiri, sehingga pemerintah benar2 dapat untung dari
> penjualan tsb?
> 

Kalau mau nyari salah2an... maka ini mesti dirunut dari zaman Pak 
Harto. Kenapa kita tidak berminat menguasai teknologi perminyakan 
dari dulu? Tapi mungkin Pak Harto mikir (kali) toh minyak akan habis 
juga. Ada benernya juga sih, sekarang produksi Indonesia cuma 1.5% 
dari total produksi dunia dan cadangan kita (proved reserves) cuma 
0.4% dari total cadangan dunia (end of 2003). Selama satu dekade 
terakhir produksi kita turun dg laju 2.8% (negatif) sedangkan 
konsumsi naik dg laju 3.8% (kalau nggak percaya silahkan cek 
distatistik).

Kalau mengelola sekarang, perlu waktu bbrp tahun buat menguasai 
teknologi ini sepenuhnya dan MODAL yg tdk sedikit. Susah untuk 
dijadikan prioritas, saya kira.
Kenapa bagi hasil kita tidak bisa lebih besar? Ini murni investasi, 
Pak. Dan berlaku universal didunia internasional. Kita nggak punya 
uang sendiri, tapi Investor nggak akan mau masuk kalau benefit-nya 
tidak layak thd risk-nya. Apalagi dg situasi politik dan hukum yang 
berubah2 kayak angin, UU aja mudah dibatalin.. country risk kita 
jadi lebih tinggi dibanding negara punya minyak lainnya spt Malaysia.

> Kalau saya sudah menghitung jumlah produksi Indonesia,
> jumlah ekspor dan jumlah ekspor. Dari situ juga sudah
> dihitung harga jual dan juga biaya produksi.
> 
> Kalau ada yang salah, coba berikan perhitungan yang
> benar.
> 
Kalau saya pernah menghitung (karena tugas akademis, jadi bukan 
berdasarkan "pesanan" atau interests kel. manapun), hasilnya beda 
pak. Sekali lagi gak sesimpel itu. Tapi gampangnya, semua orang kan 
percaya angka APBN, orang2 kan protes, ada pos alokasi pembayaran 
hutang. Jadi kita accept bahwa data yg dipublish di APBN benar. Nah 
cek saja disana. th 2003, penerimaan dari minyak= 39.9 triliun rp. 
dari gas = 16.3 triliun rp. (atau kurang dari 12 % total revenue). 

> Masalahnya banyak argumen pemerintah yang keliru.
> Misalnya alasan kenaikan harga BBM karena yang
> menerima subsidi BBM adalah pemilik kendaraan, sedang
> yang tidak punya tidak dapat. Kesannya subsidi BBM
> cuma dinikmati orang kaya. Padahal jumlah bis dan
> angkutan umum ada 700 ribu. Mayoritas buruh dan
> karyawan menengah bawah rata2 ke tempat kerja naik
> angkutan umum, bukan jalan kaki. Para petani yg tak
> punya kendaraan juga menikmati dgn harga pupuk,
> pestisida yang murah karena biaya transportasi murah.
> Begitu pula ketika mereka harus menjual panennya.
> 

Nah, menurut saya, salahnya pemerintah adalah: tidak mampu 
menyediakan sarana transportasi yang murah dan layak. Kenapa banyak 
banget mobil di kota2? selain boros BBM juga berdampak buruk pada 
lingkungan. Coba pemerintah beralih ke gas, dan menyediakan MRT 
sehingga ketergantungan thd BBM menjadi tidak setinggi sekarang.
Saya barusan ngobrol sama Prof Mukul Asher (NUS) yang berasal dari 
India, beliau bilang di New Delhi sekarang angkutan umum banyak yg 
mulai dikonversi memakai gas, mungkin temen2 disana bisa confirm. 
Gas lebih murah, lebih ramah lingkungan, dan Indonesia punya 
cadangan yang cukup signifikan. Kalau minyak, disubsidi atau tidak 
sekarang, akan ada suatu waktu dimana kita tidak akan mampu 
menyediakannya dg harga subsidi lagi. It's just a matter of time.

Masalah transportasi, pengendalian harga, penyediaan lapangan kerja 
dan pendidikan/kesehatan yang layak adalah masalah penting yang 
mesti diselesaikan. Ini pula yang saya maksud dg memilah2 persoalan. 
Kalau BBM naik, tapi semua mampu beli atau spt di jpg, mobil cuma 
keluar di hari sabtu-minggu, nggak ada yg akan complain. Akar 
masalahnya adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi. Otherwise, fuel 
price is only a time-bomb.

just my two-cent,

fau








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke