Saya teringat pada teori cinta. Dalam cinta, ada dua hal yang menjadi penyangganya, yaitu kejujuran, pengorbanan dan ketulusan.
Kita memang dituntut untuk jujur dalam melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan bangsa kita, tak melebihkan dan tak mengurangi. Kita akui bahwa mental sebagian orang Indonesia memang "sakit". Tapi bukan berarti sah menganggap itu sebagai fakta genera. Masih ada kok orang kita yang baik dan punya keinginan untuk melakukan perbaikan. bersama-sama merekalah seharusnya kita ikut berbaris, berkorban, mengambil bagian dari usaha perbikan. Bentuknya bisa bermacam-mcama dan tidak perlu secara frontal. Misalnya saja tokoh Aa Gym, agamawan muda yang cukup sukses memberikan pencerahan kepada masyarakat lewat ajakannya memulai perbaikan dari dalam diri sendiri, dari dalam hati nurani, melalui kebeningan hati. Berkorban untuk negara tentu saja tidak boleh dibarengi harapan-harapan pragmatis dan materialistis. Cukuplah kita gembira dengan jayanya negeri, karena kita pun akan ikut terangkat. Kalau kita tidak lagi mampu melihat keadaan dengan obyektif, hanya melulu kejelekan yang terlihat, tanpa mau berbuat sesuatu, atau mau berbuat tapi dengan harapan mendapatkan sesuatu yang lain, apakah itu namanya cinta pada negara? ----- Original Message ----- From: "indah nuritasari" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, March 18, 2005 10:38 AM Subject: Re: [ppiindia] Pembalap Wanita Pertama Kalahkan Pria di Iran > > Setuju. Kalau kita selalu positive thinking, optimis dan bekerja keras pasti akan ada > hal positif yang bisa kita hasilkan untuk diri, keluarga, dan lingkungan kita. > > Kebetulan saya tinggal di AS dan banyak bertemu dengan orang Indonesia di sini > yang rajin bekerja keras dan selalu positif thinking. Saya lihat banyak di antara > mereka yang sukses dan berhasil meraih posisi yang baik di sini. Soal tanggapan dunia luar > terhadap Indonesia? Kalau kita bisa menunjukkan dan menjelaskan kepada mereka, at least dengan kerja keras dan personality kita, dunia internasional tentu bisa menerima dan menghargai kita. > > Indah > > > Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kalau kita tidak menghargai diri sendiri dan bangsa > kita sendiri, mengapa kita harus mengharap orang > menghargai diri dan bangsa kita? > > Kebanggaan itu tidak datang dari langit, tapi muncul > dari kesadaran dan karya yang kita lakukan. Kalau kita > tidak berbuat apa-apa, tidak berkarya, tidak > menghasilkan, tentu tidak ada yang patut dibanggakan, > bukan? > > Budaya? Culture? Budaya adalah ciptaan manusia. Maka > SEGALA YANG DICIPTAKAN MANUSIA, PASTI BISA DIUBAH OLEH > TANGAN MANUSIA. > > Ketidakpercayaan diri, KETIDAKPERCAYAAN BAHWA KITA > MAMPU MENGUBAH NASIB DENGAN USAHA KITA SENDIRI, adalah > salah satu ciri juga adalah kelemahan sikap mental.... > > > --- Carla Annamarie <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > > honestly and logically..apa yg bisa dibanggain klo > > menjadi org indo..? > > paling2 di dunia internasional org indo dikenal dgn > > keramahtamahannya.., > > kayaknya lama2 jd basi jg.., karakter n mentalitas > > mungkin adalah jawaban > > dari super mega multi dimensi permasalahan2 negara > > indo, tp krn budaya > > paternalistik yg udah mengakar kuat, perubahan kudu > > mulai dari atas..baru > > yang bawah ngikutin.., , yang ada diatas aja udah > > peri-kebinatangan.., lack > > of humanity n sensitivity, degradasi moral.., gimana > > yg bawah dunk..?.. > > membangun karakter adalah membangun peradaban suatu > > bangsa.., maybe from > > all the history of all nations in the world.., what > > kinda story of > > history..we have exactly..? setiap negara yang punya > > nama..pasti punya > > sejarah.., history has been made.., the question is > > what kinda history > > which ppl thru out the world will recognize and > > remember us.., a great > > nation or a nation of nothing.. > > > > > > > > > > > > > > Satrio Arismunandar > > > > > > <satrioarismunandar To: > > [email protected] > > > > @yahoo.com> cc: > > > > > > > > Subject: Re: [ppiindia] Pembalap Wanita Pertama > > Kalahkan > > 03/18/2005 09:07 AM > > Pria di Iran > > > > Please respond to > > > > > > ppiindia > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Problem Indonesia itu adalah sikap mental... > > Kita boleh miskin dan terbelakang, tapi jika punya > > sikap mental yang kuat, kita bisa maju dan berjuang > > lepas dari kemiskinan... > > > > Tapi, jika sikap mentalnya lemah, kita tak punya > > rasa > > percaya diri sebagai bangsa (menjilat orang asing, > > meludahi bangsa sendiri), mau hidup enak tanpa kerja > > (makanya korupsi), tak punya rasa tanggung jawab > > (habis korupsi, kabur ke luar negeri), tak punya > > visi > > jangka panjang, hanya berpikir pendek (hutan-hutan > > ditebangi, tanpa berpikir nasib anak cucu nanti), > > serakah dan tamak (mudah disuap), punya rasa > > solidaritas yang keliru (melindungi sesama anggota > > partai atau korps, biarpun dia korupsi atau > > melanggar > > HAM), dst..dst... > > > > Makanya, para Founding Fathers kita dulu selalu > > bilang > > perlunya "membangun karakter" (character building). > > Di > > zaman Orde Baru, kita membangun ekonomi/duit > > (terutama > > untuk Soeharto dan para kroni), tapi sekaligus > > merusak > > karakter... Hasilnya ya seperti ini.... > > > > Celakanya lagi, kita mendapat pemimpin-pemimpin yang > > bermental kolaborator, cooperator, komprador, > > koruptor, dan entah apa lagi.... > > > > Rio > > > > > > --- Ismail Prawira Kusuma <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > > > > > > Mungkin kalau hal seperti ini terjadi di AS atau > > di > > > Eropa sana tak akan > > > terlalu "menggugah". Tapi ini terjadi di Iran, > > > negeri yang katanya banyak > > > membelenggu hak-hak perempuan (?). Inilah > > > istimewanya. > > > > > > Bagi kita di Indonesia, mungkin bukan "juara"-nya > > > dalam balapan mobil, tapi > > > adalah semangatnya mendobrak sesuatu yang telah > > > dianggap mapan, sesuatu yang > > > mungkin dianggap tak mungkin dicapai. > > > > > > Ini mungkin bisa dijadikan pelajaran dalam upaya > > > memberantas korupsi di > > > negeri kita. Banyak orang yang bilang ini tak > > > mungkin, mustahil, atau > > > minimal "Wah... susah banget". Tapi dengan > > > keyakinan, ini pasti bisa. Sejauh > > > mana? ya, tentu ini bergantung pada seberapa besar > > > kita mampu mengedepankan > > > kepentingan negara daripada hak kepentingan kita > > > sendiri. > > > > > > Mimpi? mungkin, tapi bukankah banyak hal besar > > > kadang dimulai dari sebuah > > > mimpi?... > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > > From: "Carla Annamarie" > > > <[EMAIL PROTECTED]> > > > To: <[email protected]> > > > Sent: Wednesday, March 16, 2005 12:03 PM > > > Subject: [ppiindia] Pembalap Wanita Pertama > > Kalahkan > > > Pria di Iran > > > > > > > > > > > > > > Rabu, 16 Mar 2005, > > > > Pembalap Wanita Pertama Kalahkan Pria di Iran > > > > > > > > > > > > > > > > LEMBARAN sejarah diukir seorang Laleh Seddigh. > > > Dia menjadi pembalap > > > wanita > > > > pertama di Iran yang menjadi kampiun di sebuah > > > ajang balap mobil. > > > Hebatnya, > > > > Seddigh menjadi juara setelah mengalahkan > > > pembalap pria. Dan, > > > prestasi > > > > Seddigh itu langsung diukir dengan tinta > > > emas dalam sejarah > > > negara > > > > berdirinya Republik > > > Iran. > > > > > > > > Sosok Seddigh yang berusia 28 tahun memang > > menjadi > > > buah bibir di > > > negerinya. > > > > Tak hanya andal dalam menggeber pedal mobil > > > balapnya. Dia juga cantik > > > dan > > > > cerdas. Sebuah gelar PhD dari Teheran kian > > > membuat namanya dikenal > > > sebagai > > > > pembalap yang jenius. Tak heran jika dia > > mendapat > > > julukan Schumacher > > > cilik. > > > > > > > > > > > > Selama dua tahun, Seddigh, membentuk dirinya > > > menjadi salah satu > > > pembalap > > > > yang menjanjikan di Iran. Bahkan ia menjadi > > > pembalap terbaik bukan > > > hanya > > > > bagi kaum wanita namun menyaingi > > > pembalap-pembalap pria. "Sebagian > > > besar > > > > dari mereka, saya pikir, cemburu. Tetapi saya > > > tidak peduli," kata > > > Seddigh > > > > ketika ditanyakan apa yang dirasakan kaum pria > > di > > > Iran atas > > > kesuksesannya. > > > > "Saya akan terus berusaha dan berusaha serta > > > berharap akan menjadi > > > === message truncated === > > > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > Yahoo! Small Business - Try our new resources site! > http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > > > test'; "> > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Make Yahoo! your home page > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

