he..he...mbak toh?? hampir aku juga kecele....
Mau sistem apapun, sebetulnya baik-baik saja bergantung orang2 yang 
ngejalanin sistem itu.
--- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Dear Mas Samudjo,
> Terimakasih sarannya. Sistem kekhilafan adalah sistem manusiawi 
dalam artian pelaksananya adalah manusia. Seperti islam, meskipun 
diyakini sangat sempurna,pelaksananya adalah manusia. Dimana kadang 
ada kekhilafan dan penyimpangan. Akan tetapi bila ditarik benang 
merahnya, tak jauh berbeda bentuk, susunan pemerintahan, aturannya 
dari ujung (Khalifaur rasyidin)dan penghujungnya yakni di masa 
Usmaniyah.Gambaran global ada di buku tarikh khulafa yang dijual 
bebas di Gramedia.
>  
> Saya sangat sepakat sama Mas  Samudjo, perlunya kita mempelajari 
sebab2 runtuhnya khilafah, sehingga umat islam bisa mengatasi 
ganjalan kenapa ini terjadi dan tak terulang kedua kali atau mungkin 
mengulang kegagalan para pendahulu. Saya punya buku fotokopi tentang 
sejarah runtuhnya turki ustmaniyah. Buku-buku yang demikian amat 
langka sehingga saya minta fotokopi ke teman. Disana digambaran 
tentang sebuah skenario bagaimana Sultan Abdul Hamid II digulingkan, 
berisi lobi2 politik tingkat tinggi Negara Inggris, Perancis dll . 
Serta beberapa surat para kepala negara tersebut dalam rangka 
menghancurkan Turki dari dalam dan luar, kenapa turki terpaksa atau 
dipaksa ikut terjun dalam PD I (baca :Konspirasi tingkat tinggi). 
> Ada juga buku dijual bebas, Buku Catatan Sultan Hamid II 
(setidaknya kita berusaha menggali sumber sejarah secara objektif). 
Sultan Hamid II adalah kekhilafan terakhir yang terbilang masih 
konsisten dalam menerapkan islam. 
>  
> Mas kekhilafan beda dengan monarki atau sistem kerajaan, memang 
karena pelaksananya manusia itulah yang menyebabkan terjadi beberapa 
penyimpangan misalnya dalam pengangkatan khalifah. Yakni khalifah 
diganti oleh kerabat. Tapi itu kan juga atas persetujuan rakyat 
(ba'iat), tanpa itu maka tak sah. Karena adanya penyimpangan itu 
tidakkah kita berusaha untuk meluruskan bukan malah menghilangkan. 
Ibarat speda motor  baru dibeli  kemudian, bannya yang meletus bukan 
berarti kita menjual sepeda motornya dan mengganti yang baru, 
cukuplah bannya aja yang diganti. 
>  
> Saya kira tidak meninabobokan, namun mengingatkan kembali 
bahwasanya suatu saat kita akan kembali merasakan hal itu, beberapa 
hadist menyatakan hal demikian. Sehingga peran kitalah berusaha 
memberi kontribusi setidaknya mempercepat proses itu meskipun 
minimal doa. Tidak hanya skedar jadi penonton. Toh kita berperan 
atau tidak, sebelum yaumul akhir islam akan berjaya kembali tanpa 
atau dengan kontribusi kita. Kejayaan itu hanya akan teraih jika 
kita bersatu dalam khilafah.Tiada kemulian tanpa islam. Tiada Islam  
tanpa syariah, tiada syariah tanpa khilafah.
>  
>  Wacana yang mas sebutkan, muskil kita lakukan atau wujudkan. Saya 
mengambil contoh sebuah pengibaratan dari Misi dari Sebuah Planet 
karya Husein MAtla penerbit Khairul Bayan. Umat muslim akan kalah 
mas dalam sistem atau peradaban barat. Husain Matla mengibaratkan, 
saat ini umat islam sedang bertanding sepakbola dengan barat. 
Sayangnya, wasitnya dari Barat dan wasit  itu juga ikut menjadi 
pemain. Alhasil, umat islam tak akan pernah menang. Sejak awal 
sistem ini milik barat (wasit yang memegang aturan main).
>  
> Mas, saja setuju hal ini perlu dijelaskan oleh rekan2 yang lebih  
paham tentang ketatanegaraan. Tapi mas pemerintahan islam dan semua 
aturan islam lain bukanlah monopoli seseorang atau ulama, karena 
islam bukan milik mereka namun seluruh umat islam. Bagaimana agar 
kita tidak  melakukan melanggar aturan Allah dan berusaha melaksakan 
perintah-Nyya jika kita tidak tahu.Bagaimana kita bisa mengkoreksi 
kesalahan atau penyimpangan  penguasa jika kita tidak tahu 
hukum2nya? Kalau ada pengkotakan bahwa pengetahuan islam hanya milik 
ulama atau ahli tertentu sedang umat islam lain tak perlu 
mempelajari atau tidak perlu tahu bukankan itu sekularisasi. Dan 
inilah juga yang menjadi salah satu kehancuran umat islam dan 
kebobrokan moral umat islam saat ini.  Mestinya kita saling belajar 
terus. Idealnya,sebisanya menguasai ilmu dan teknologi serta 
menguasai hukum2 Islamnya agar tak keblinger. Kan berusaha jadi umat 
terbaik mas, jadi semuanya diusahakan.  Wallah'alam bishawab
> Aris Solikhah
> BTW : sungguh kalau saya lebih suka dipanggil mbak lho suer asli.






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke