Benar mbak Carla, semakin benar mas Samudjo...
tiap orang berhak menentukan siapa yang mau disembahnya, berhak mau memakai
agama apa. Jadi benar kata mbak Carla, tiap orang harusnya saling mengasihi,
menolong, mencintai...

seperti waktu ada postingan da vinci code di ruang ini, banyak yang memberi
komentar, ada mencela, menjelaskan, menelaah, mencaci, etc

saya yang hanya membaca postingan jadi berpikir sendiri, mungkin dan brown
sedang duduk2 santai sambil nonton tayangan oprah, sedangkan kita sibuk
men-debat-i bukunya....

yang harus kita pikirkan seharusnya bagaimana membangun bangsa ini,
tinggalkan dulu perbedaan agama, ras, golongan, gender...kita harus sadar
sekarang hidup di republik hancur-hancuran...

mau hidup seperti apa anak cucu kita nanti?mungkin 15 tahun kedepan
Indonesia sudah tak ada, jika kita terus seperti ini.

berpikirlah kedepan!!!siapkan sesuatu yang baik untuk anak cucu kita!!!!
----- Original Message ----- 
From: "Samudjo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, March 31, 2005 10:21 AM
Subject: Re: [ppiindia] The Passion of The Little People (The most stupid
statement I've ever read)


>
> Sebenernya saya setuju dengan pendapat mbak Carla
> Bahwa pemahaman kita terhadap agama yang masing-masing kita anut masih
jauh
> dari sempurna
> Jadi biarkanlah cara atau apa yang mbak sembah menjadi hak prerogatip mbak
> sendiri
> (emang cuma megawati punya hak prerogatip?)
> Maka kita akan bekerja sama, bersilaturahmi apabila tindakan duniawi kita
> berkesuaian.
> Misalnya menentang kemiskinan dan ketidak adilan dan tindakan kriminil
> Khusus mengenai kesetaraan gender, saya terikat kepada ayat AlQuran
mengenai
> waris dan persaksian, saya sangat percaya bahwa dibalik aturan kaku
tersebut
> ada hikmah bagi yang mentaatinya.
> Meskipun dengan pengecualian itu masih cukup banyak hal yang bisa kita
> diskusikan dimilis ini tanpa saling menghujat
> Peace man ...........peace.
> samudjo
> ----- Original Message -----
> From: "Carla Annamarie" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Thursday, March 31, 2005 9:35 AM
> Subject: Re: [ppiindia] The Passion of The Little People (The most stupid
> statement I've ever read)
>
>
> >
> >
> > kalo argumentasi picik dibahas/ditelaah sama org2 yg picik juga, so
> jadinya
> > gmn dunk.?.:))...
> > jadi kesimpulannya klo ikutan diskusi bisa ikutan picik
> dunk..:))..bukannya
> > gak punya argumen cuman for what gitu looh..:))..
> >
> >
> > salam gak mau jadi picik neh..:))
> >
> >
> >
> >                       [EMAIL PROTECTED]
> >                                                To:
> [email protected]
> >                       03/31/2005 09:37         cc:
> >                       AM                       Subject:  Re: [ppiindia]
> The Passion of The Little People
> >                       Please respond to         (The most stupid
statement
> I've ever read)
> >                       ppiindia
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ape kate ane, kan ade yang ngambek ...
> > seharusnya argumentasi di telaah bukan
> > di phichikin,  tapi kalo memang phichik
> > biasanya wo deh,  kagak punya argumen ... sih ,
> >
> >
> > salam, ngambek selalu and phichick
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Ulasan bodoh dari seorang fanatik yang memelihara
> > pikiran bahwa tidak ada yang lebih baik daripada
> > keyakinannya. Orang-prang seperti ini yang menyebabkan
> > dunia menjadi tempat yang tidak akan pernah damai.
> >
> > Semakin lama saya membaca posting-posting di milis
> > ini, semakin yakin saya bahwa terlalu banyak
> > orang-orang bodoh dan picik di ruang ini. Orang-orang
> > yang beropini tanpa landasan yang jelas, yang menulis
> > kalimat-kalimat hujatan tanpa tujuan apapun kecuali
> > memuaskan diri untuk mengungkapkan kebencian pada
> > keyakinan orang lain.
> >
> > What a waste of time to join this mailist. I'm out.
> >
> > Salam,
> > Uly Siregar
> >
> > Catt:
> > Film Passion of Christ bisa dengan mudah didapat di
> > toko VCD/DVD (baik versi original ataupun bajakan).
> > Tidak perlu menunggu tayangan gratis di Trans TV kalau
> > Anda memang mau keluar sedikit modal untuk memenuhi
> > rasa ingin tahu Anda (apalagi Anda yang mengklaim diri
> > sebagai kritikus film)
> >
> > Hujatan dan hinaan Anda terhadap sosok Yesus di setiap
> > kepala nasrani, bisa pula dibalas dengan hujatan dan
> > hinaan terhadap sosok Nabi Muhammad yang begitu mulia
> > bagi orang Muslim. Kalau Anda bisa dengan seenaknya
> > mendeskreditkan Yesus, orang-orang Nasrani fanatik
> > lainnya (semoga tidak ada orang-orang Nasrani yang
> > sebodoh Anda dan tak perlu mati-matian membela Yesus
> > yang memang tak perlu dibela) bisa dengan gampang
> > mengolok-olok Nabi Muhammad. Intinya, hargailah sosok
> > yang dianggap suci buat orang lain. Anda boleh tidak
> > setuju terhadap sesuatu, tapi ungkapkan itu dengan
> > sopan, elegan, dan bernas. Kalimat-kalimat yang Anda
> > tulis hanya dengan jelas menunjukkan pada tingkatan
> > mana intelektualitas Anda berada.
> >
> >
> > --- emabdulah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > >
> > > The Passion of The Little People
> > >
> > > Alhamdulillah, bisa menonton film "The Passion of
> > > The Christ" versi ajaran Kristen di Trans TV.
> > > Sebenarnya sudah lama saya penasaran sama film satu
> > > ini, kayak apa sih isinya. Oh, ternyata biasa saja.
> > >
> > > Seperti juga film-film Hollywood lainnya, film TPTC
> > > (disingkat aja ya, biar enak ngetaipnya) digarap dan
> > > ditampilkan secar kolosal, mengadopsi kesuksesan
> > > Gladiator, Hercules, dll. Backround yang riuh rendah
> > > menggambarkan situasi zaman itu. Ada pedagang
> > > pakaian, sayuran, ternak, orang mondar-mandir,
> > > pertunjukan sulap, cewek yang lagi mejeng,
> > > ditumpahkan dalam satu screen. Latar-latar bangunan
> > > kumuh olahan computer graphic ala abad sebelum
> > > masehi bercampur baur jadi satu dengan pohon-pohon
> > > yang tidak beraturan.
> > >
> > > Sebagai sutradara yang masih belajar, Mel Gibson
> > > tampaknya tahu betul selera pasar. Pangsa pasar film
> > > adalah mata, bukan hati nurani. Jadi tokoh-tokoh
> > > yang membintangi film TPTC digambarkan sebagai orang
> > > yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Yesus
> > > digambarkan berjenaggut tipis. Padahal jaman itu,
> > > saya yakin belum ada salon yang bisa merapikan
> > > janggut lelaki. Sebab kalau janggutnya lebat, gak
> > > keliatan dong gantengnya Yesus. Janggut dibikin
> > > tipis, sehingga para penonton bisa dengan cepat
> > > jatuh kasihan melihat wajah lugu itu.
> > >
> > > Sang bunda Maria pun digambarkan sebagai wanita yang
> > > cantik jelita. Bibir merah merona, wajah tanpa
> > > guratan ketuaan sedikitpun. Tampangya lebih muda
> > > dari sang anak. Yah, mau bagaimana lagi, itulah
> > > dagangan film. Penonton suka melihat yang
> > > indah-indah. Kalau bintangnya diwakili orang jelek,
> > > tua, gak laku dong.
> > >
> > > Itulah sebenarnya inti daripada ajaran Kristen, yang
> > > desebarkan oleh para pengikut Yesus, menonjolkan
> > > keindahan fisik. Coba, kalau bunda Maria digambarkan
> > > seperti ibu-ibu yang gembrot, dan Yesus berkulit
> > > hitam legam seperti pengemis jalanan, saya yakin
> > > gereja akan semakin sepi. Walaupun Yesus (Nabi Isa)
> > > dan ibunya adalah orang Timur Tengah yang nota bene
> > > berkulit gelap, di patung-patungnya selalu
> > > digambarkan berkulit putih seperti orang Eropa.
> > >
> > > Dengan melihat wajah yang cantik, rupa yang ganteng
> > > dan innocent, para pengikut akan berdoa lebih
> > > khusyu. Tuhan jadi kalah pamor dengan penampilan
> > > sang anak.
> > >
> > > Kembali ke film TPTC. Nampaknya di film itu, ajaran
> > > Yesus hanya berkisar pada penyalipan saja, dan
> > > mengajarkan kita bagaimana kalau suatu saat nanti
> > > "disalib". Di film itu Yesus sudah rela disiksa demi
> > > menebus kesalahan-kesalahan anak manusia. Dengan
> > > kata lain, para pengikut Yesus sudah dilapangkan
> > > jalannya menuju sorga, dan tak perlu bersusah payah
> > > mengerjakan amal soleh. Karena toh pada akhirnya,
> > > Yesus sudah mengampuni dosa-dosa mereka. Enak
> > > tenaaan.
> > >
> > > Dalam hati saya bertanya-tanya, apa betul drama
> > > penyiksaan Yesus seperti itu? Dari awal sampai akhir
> > > disiksa tiada habisnya. Kalau betul demikian,
> > > sungguh memang betul-betul kejam orang-orang Yahudi,
> > > yang meminta Yesus disalib dan disiksa.
> > > Kalau hal itu memang aslinya demikian, barangkali
> > > saja Yesus ingin mempraktekkan secara "realty show"
> > > ajarannya. Sebagai anak Tuhan yang mempunyai
> > > "kesaktian" menghidupkan orang mati, menyembuhkan
> > > orang sakit, tentu bukan barang aneh, kalau beliau
> > > bisa tidak merasa sakit disiksa. (Apalagi
> > > sempat-sempatnya beliau membawa salib sendiri ke
> > > padang penyaliban. Orang mau disalib kok, bawa
> > > sendiri salibnya. Kalau saya yang mau disalib, ogah
> > > ah bawa-bawa salibnya. Mau bunuh, ya, bunuh aja,
> > > pake diwajibkan bawa salib sendiri. Yeee.). Dengan
> > > kata lain, beliau hanya berpura-pura saja merasa
> > > kesakitan ketika ditendang, dicambuk, dll. "Aduuh!"
> > > , "Aaa!", "Oh".
> > > Ini hanya analisa saya berdasarkan logika loh,
> > > jangan marah dulu. Sebab pada akhirnya toh dia
> > > bangkit lagi, hidup lagi setelah mati disiksa dan
> > > disalib. Seperti film fiksi tentang alien, ditembak,
> > > luka, sembuh lagi. Dibom, mati, hidup lagi.
> > >
> > > Bisa jadi juga fantasi kaum Yahudi memang sudah
> > > bermain sejak dulu. Mengolok-olok mereka yang
> > > percaya ajaran Tuhan. Seolah mereka mengatakan,
> > > "Tuh, anak Tuhan disiksa dan dibunuh, tapi bapaknya
> > > tidak bertindak." Kenapa? Karena Tuhan terlalu suci
> > > untuk berdekatan dengan orang-orang Yahudi, hingga
> > > tak sanggup menolong anaknya sendiri. Ibarat
> > > Superman, yang bisa kehilangan tenaganya kalau
> > > berdekatan dengan batu Kryptonite.
> > >
> > > Di luar film kisah penyaliban itu, pada hakekatnya
> > > kisah penyaliban Yesus sampai sekarang masih menjadi
> > > kontroversi. Para sejarawan dan ilmuwan Kristen
> > > sendiri masih memperdebatkan kesahihan penyaliban
> > > yesus. Di mana, kapan, kenapa, bagaimana Yesus
> > > disalib masih bising diperdebatkan. Belum ada kata
> > > sepakat.
> > >
> > > Lain dengan sejarah Nabi Muhammad, yang begitu
> > > runtut dan lengkap, sehingga tidak menimbulkan
> > > kontroversi. Begitu juga kisah Nabi Isa (Yesus)
> > > dalam Islam, begitu jelas jalan ceritanya, sehingga
> > > orang-orang Islam yang kaya raya merasa tidak perlu
> > > membikin film Yesus versi Islam.
> > >
> > > Sedikit info: Menurut ajaran Islam, Yesus atau Nabi
> > > Isa itu tidak disalib dan tidak dibunuh, melainkan
> > > ada sosok lain yang diserupakan beliau yang disalib
> > > dan dibunuh. Secara logika bisa saja itu terjadi.
> > > Sebab gubernur Jerusalem waktu itu, sama sekali
> > > tidak menyetujui Yesus disalib. Lantas dia mengganti
> > > Yesus dengan penjahat yang mirip beliau. Apalagi
> > > waktu itu kaum lelaki berjanggut semua, sehingga
> > > susah untuk membedakan antara si A dan si B. Maka
> > > jadilah Yesus palsu, disalib bersamaan dengan para
> > > penjenayah lain. Dan orang Yahudi pun gembira.
> > >
> > > Memetik hikmah dari film itu, mustinya bangsa
> > > amerika yang notabene mayority Kristen, mengikuti
> > > ajaran itu dangan sesungguhnya. Mustinya bangsa
> > > amerika ketika ditampar pipi kiri, memberi pipi
> > > kanan. Ketika dua gedungnya runtuh di tangan Osama
> > > bin Laden, mustinya Joj Bush menyerahkan ratusan
> > > gedung lainnya untuk diruntuhkan. Bukannya membalas
> > > dendam dengan membombardir jutaan orang tak berdosa.
> > > Gitu loh, kalau menuruti ajaran Yesus. Jadi yang
> > > dilakukan para amerika itu adalah sama saja dengan
> > > bangsa Yahudi, yang mengolok-olok Tuhan mereka
> > > sendiri.
> > > Sedangkan moral of the story dari film TPTC, bagi
> > > kita, orang indonesia, ternyata penderitaan Yesus
> > > tidak ada apa-apanya dibandingkan penderitaan yang
> > > dialami rakyat Indonesia. Penyiksaan Yesus hanya
> > > berdurasi satu atau dua hari saja, itu pun secara
> > > fisik thok. Sedangkan rakyat Indonesia mengalami
> > > penyiksaan dalam beberapa episode, secara fisik,
> > > moral dan ekonomi, yang dilakukan oleh para
> > > penguasa, aparat, polisi dan TNI, dari lahir sampai
> > > mati lagi.
> > >
> > > Dan sebagai kritikus film, saya dengan terpaksa
> > > hanya berani memberi rating dua bintang saja pada
> > > film TPTC, seperti film-film laga holywood lainnya,
> > > yang mengeksploitasi darah dan kekerasan. Agaknya
> > > Mel Gibson harus lebih banyak lagi belajar, kalau
> > > berhadapan dengan saya.
> > >
> > > Wassalam
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> >
> > __________________________________
> > Do you Yahoo!?
> > Make Yahoo! your home page
> > http://www.yahoo.com/r/hs
> >
> >
> >
> >
>
***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg
> > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> >
>
***************************************************************************
> >
__________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ______________________________________________________________
> >
> > Disclaimer :
> > - This email and any file transmitted with it are confidential and
> > are intended solely for the use of the individual or entity whom
> > they are addressed, if you are not the original recipient, please
> > delete it from your system.
> > - Any views or opinions expressed in this email are those of the
> > author only.
> > ______________________________________________________________
> >
> >
> >
>
***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg
> > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> >
>
***************************************************************************
> >
__________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> >
>
***************************************************************************
> >
__________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
>
> DISCLAIMER: The information contained in this communication is intended
solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and
others authorized to receive it. It may contain confidential, legally
privileged information or otherwise protected by law from disclosure and is
intended solely for the use of the addressee. If you are not the intended
recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution
or taking any action in reliance on the contents of this information is
strictly prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically
stated by the sender, any documents or views presented are solely those of
the sender and do not constitute official documents or views of  PT Apexindo
Pratama Duta Tbk. If you received this email in error, please immediately
notify the sender or our email administrator at [EMAIL PROTECTED] and
delete it from your system. Thank you.
>
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke