To: [EMAIL PROTECTED] ;  [EMAIL PROTECTED] ; 
[email protected] ;  [EMAIL PROTECTED] ;

Cc: [EMAIL PROTECTED]  ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED]  ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Forum-
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; revolusi-
[EMAIL PROTECTED] ; 





MASIH ADAKAH SOLUSI BAGI EKONOMI KITA?


BI berencana menaikkan tingkat suku bunga ( SBI)dari 6,5% jadi 8% . 
Tujuannya jelas yaitu menarik dana dari masyarakat maupun investor� 
Sebab obligasi dan surat utang yg diluncurkan BI sebelumnya kurang 
menarik minat dan dikhawatirkan rupiah makin melemah terhadap dollar 
dan nantinya berimbas pada downnya kondisi makro ekonomi dan bisa 
bergerak kearah krisis Ekonomi seperti yg dialami Argentina di tahun 
2002. demikian kata analis Ekonomi menakut-nakuti�

Sekarang saja rupiah cenderung terdevaluasi atas dollar akibat 
kekhawatiran pasar terhadap instabilitas politik dalam negeri  oleh 
maraknya aksi tolak kenaikan BBM dan inflasi sebagai imbas naiknya 
BBM.  Diperkirakan rupiah akan menembus Rp 9500 per 1 dollar dan 
rencana menekan inflasi ( kenaikan harga )bisa berantakan.

Intervensi berkala akan dilakukan BI dan efeknya jika rupiah tidak 
dapat ditahan maka  bisa menjadikan anggaran pemerintah menjadi 
devisit dan kebijakan kompensasi BBM sekaligus rencana subsidi 
rakyat buat pendidikan, kesehatan maupun raskin( beras buat rakyat 
miskin) bisa-bisa jadi tidak terlaksana.. rupiah yg jatuh akan 
menguras devisa Negara dan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM 
bisa berakibat fatal yaitu keruntuhan makro Ekonomi disektor 
finansial sebagaimana tahun 1997 lalu.

Salah satu sebab terdevaluasinya rupiah adalah naiknya suku bunga 
bank sentral America sebagai upaya pemerintahan Bush untuk menekan 
laju inflasi America. Bank sentral AS menaikkan suku bunga menjadi 
2, 75 % dan merupakan yg ke tujuh kalinya sejak pertengahan tahun 
lalu.. ..ini akan makin membotakkan kepala Alan Greenspan si Gub the 
Fed�

 Diprediksikan dollar akan melemah baik terhadap Yen maupun Euro 
dimasa mendatang sebagai akibat dari kebijakan agresif Bush di Timur 
Tengah yg main gempur aja, sedang dia mengentuti PBB selaku badan 
Legal Dunia, yg mana hal ini mengkhawatirkan pasar ttg gejolak harga 
minyak mentah dunia yg sekarang saja telah bergerak ke level 57 $ 
dollar per Barrel. 

Hal ini memicu devisit anggaran pemerintah America baik oleh biaya 
perang di Irak dan Afghanistan yg diluar perkiraan, maupun 
pengeluaran Domestik America terhadap minyak , sedang utang 
pemerintahan federal America telah mencapai 7 trilyun $ dollar dan 
dikhawatirkan tidak dapat dibayar dan bisa-bisa berujung kolapsnya 
Ekonomi makro America dan keruntuhan Ekonomi global.. 

Maka rupiah jadi kurang menarik dimata pelaku pasar dan cenderung 
memegang dollar America akibat naiknya tingkat suku bunga bank 
Sentral si paman Sam. Dan imbas dari hal ini adalah turunnya 
cadangan devisa negara oleh upaya BI menginterfensi pasar guna 
menstabilkan rupiah�. 

program yg semula bertujuan selaku subsidi silang dari subsidi BBM 
ke subsidi bagi rakyat miskin berkemungkinan  jadi terbengkalai. Hal 
ini terbukti dari perkataan Dirut Perum bulog Widjanarko Puspoyo 29 
maret lalu  yg mengatakan bahwa Raskin buat rakyat miskin akan 
berkurang dari 2, 2 juta Ton thn 2004  menjadi hanya 2 juta ton 
tahun 2005 ini.  Artinya slogan subsidi beras adalah slogan Politik 
belaka tanpa implementasi� IRONI!!!

Ditekankan pula pemerintah lewat dirjen pajak berencana menaikkan 
target pajak sebesar 319,4 trilyun tahun ini dgn rencana kenaikan 
21,6 trilyun yang berarti hal ini akan makin membebani rakyat. 
Artinya rakyat akan dikejar-kejar  petugas pajak demi pencapaian 
target tahunan untuk penyehatan anggaran berjalan( cash flow)� waduh!

Dikabarkan juga PLN selaku badan energi akan merencanakan kenaikan 
tarif dasar listrik sebesar 7 %, dan hanya menunggu momentum yg 
tepat.. hal ini adalah konsekwensi dari kebutuhan PLN akan pasokan 
minyak bagi produksi listrik , demikian dirjen Listrik dan 
Pemanfaatan Energi, Yogo pratomo..  efek domino jadinya ke PLN juga..

Kombinasi dari naiknya BBM, kenaikan bahan pokok ( inflasi) , 
kenaikan pajak, kenaikan tarif listrik, turunnya nilai 
rupiah ,devisit anggaran pemerintah, minimnya investasi dan lemahnya 
daya beli masyarakat, terhentinya pabrik dan naiknya level emosi 
rakyat dst, maka kemungkinan besar krisis tahap ke 2 akan terpampang 
dihadapan kita dimasa mendatang. Tingkat kepercayaan rakyat pada 
pemerintah akan turun dan bisa-bisa berujung pemecatan( impeachment) 
atas pemerintahan yg sekarang sekaligus chaos dgn deraian air mata.. 
itulah resiko politik dari kenaikan harga BBM�.. fatal!!!

Adakah kemungkinan BBM akan turun dihari-hari mendatang?

Kita tidak melihat hal ini, sebab Timur tengah selaku sentra 
produsen Minyak terus bergolak, dan Condolessa Rice si hitam manis 
Menlu AS mengatakan stabilitas keamanan di Timur tengah 
berkemungkinan memburuk. Aksi perang gerilya yg dilancarkan pejuang 
Milisi Irak dan afghanistan makin gencar dan pasokan minyak dari 
wilayah teritorial ini berkemungkinan akan tersendat sedang Iran ada 
kemungkinan terkena embargo Ekonomi tersebab program Nuklir Iran yg 
implikasinya adalah terbatasnya pasokan minyak dari negeri para 
Mullah ini.. 

Dan Ironinya OPEC  selaku produsen minyak tidak punya capability 
untuk menentukan harga kecuali selaku produsen saja, terbukti dari 
naiknya produksi minyak mentah dunia dari 27 juta barrel ke 28 juta 
barrel per hari dan harga dasar minyak tetap melambung. Permainan 
harga minyak mentah di NewYork Mercantile Exchange ( NYMEX) oleh 
segelintir Monopoly dgn alasan kekhawatiran pasokan menjadikan pasar 
bergejolak dan harga naik.. 

Jadi kemungkinan kedepan adalah tahun berikutnya pemerintahan SBY 
akan dgn terpaksa menaikkan kembali harga BBM demi penyesuaian harga 
minyak dunia yg terus bergejolak naik sebagai imbas dari gejolak 
politik di timur tengah dan tingginya permintaan dunia bagi energi � 

Anehnya pemerintah melalui mulut Bung Ical yg Menko mengatakan tidak 
akan menaikkan lagi harga BBM dalam Negeri, juga ucapan Buk Sri 
Mulyani Indrawati Yg menteri Perencanaan �. Heheeehee boong dah 
pasti!!!

Maka Indonesia selaku benang kusut dari Tenggara  Asia terkena imbas 
yaitu keteteran dalam mengimbangi pergerakan harga minyak mentah yg 
terus akan meninggi. Indonesia yg juga importir minyak disamping 
produsen agak kepayahan menyikapi hal ini. Disatu sisi rakyat telah 
terberatkan oleh kondisi yg tak kunjung cerah, disisi lain tuan-tuan 
yg terhormat di World Bank dan IMF terus membisiki pemerintah agar 
mencabut subsidi BBM dan mengikuti pergerakan harga pasaran dunia. 

Dan pemerintah cenderung mengAMINI saja apa kata tuan-tuannya demi 
mendapatkan sekarung  pinjaman hutang buat mendanai recovery bagi 
memulihkan berbagai bencana hadiah dari Yang Kuasa� Apalagi 26 
Desember 2004 terjadi bencana dahsyat di Aceh yg meminta korban 
ratusan ribu orang sekaligus hancurnya infrastruktur dan baru-baru 
ini terjadi lagi di Nias Sumatera utara, maka upaya pemerintah untuk 
meminta keringanan utang akan disambut oleh IMF, World Bank dan 
Paris Club  dgn bantuan terselubung yg namanya pinjaman lunak 
sekaligus Moratorium( penundaan sementara atas utang)� Lagi-lagi 
hutang!!!

Maka beralasanlah kenapa SBY dan team work mengambil kebijakan 
menaikkan harga BBM, menaikkan tingkat suku bunga Bank , mererapkan 
kebijakan uang ketat dan menggenjot penerimaan pajak yaitu buat 
bayar hutang yg sudah selilit pinggang, juga buat recovery( 
penulihan)dan rehabilitasi  dari bencana ,sekalian menaikkan 
penghasilan pejabat-pejabat Negara sekaligus menjinakkan para 
terhormat di Parlement MPR/DPR juga DPRD yg suka  merengek-rengek 
minta kenaikan gaji, tunjangan dan biaya study banding dan tetak 
bengek lainnya�  apalagi bentar lagi PILKADA langsung akan 
dilaksanakan dan tentunya jalan juga program suap menyuap daerah..

Dikabarkan alasan formil pemerintah menaikkan BBM adalah 
meningkatkan taraf hidup rakyat, menaikkan taraf kesehatan dan upaya 
menggratiskan uang sekolah rakyat,  subsidi beras,  padahal ada yg 
lebih pasti yaitu buat lunasin HUTANG !!!

Walhasil rakyat akan dikorbankan buat eksistensi negara dari 
kebangkrutan financial, biarlah rakyat dibikin sengsara  asal negara 
bisa bayar hutang dan pejabat Negara dapat sejahtera. Itulah akibat 
dari anutan Neo Liberal yg telah dirintis sejak Orde baru dimana 
pemerintah cenderung mengikuti pergerakan fluktuasi mata uang 
global, liberalisasi BBM dan Privatisasi asset-asset, merger antar 
badan usaha dst�  Kita akan keteteran terus�

Tahun 1998 Indonesia manut pada petunjuk bapak presiden di IMF untuk 
mengakhiri krisis finansial  yaitu dgn menaikkan tingkat suku bunga, 
menurunkan devisit, likuidasi atau amputasi bank-bank dan 
privatisasi ( washington Consensus).

 hasilnya diluar dugaan yaitu copotnya kursi Soeharto dari cendana 
dan diganti dgn rejim baru yg juga patuh dan taat pada petunjuk-
petunjuk lembaga Moneter global ini . Hasilnya tetap saja KKN makin 
menggurita, penduduk Miskin dan juga saya tetap merana�

Sedang Dr M bekas perdana Menteri malaysia sedikit tertawa nyengir 
oleh aksi pembangkangannya pada IMF dan World bank dan berani 
menolak usulan mereka dgn melaksanakan fixed rate ( kurs mata uang 
tetap)tahun 1997 lalu, dan hasilnya ekonomi Malaysia dapat 
berkembang pesat sekaligus diakui sebagai pihak yg survive dari 
krisis. 
Si mahathir ini berbuat sedikit nekad dgn melawan pasar dan upayanya 
terbukti cespleng. walhasil malaysia dianugerahi posisi ketua OKI 
sekaligus diperhitungkan dalam percaturan  global�

Dan yg lebih ironi lagi jutaan lulusan Ekonomi dari berbagai 
akademisi di tanah air tidak punya formula untuk mengeluarkan 
Indonesia dari kepayahan sandang pangan.. Otak mereka telah dgn 
kontinue dan rutin sejak SD hingga perguruan tinggi dicekoki dgn 
rumus-rumus ekonomi dari si kapitalist adam smith, ricardo, stuart 
mill dan si neo liberal john maynard keynes, galbraith dan lain-
lain� Apa ngak ada alternatif pelajaran  lain ya?

Padahal bunga bank juga spekulasi mata uang semestinya adalah riba 
dan bertentangan dgn apa yg dianut oleh 85% umat Islam Indonesia�. 
Terbukti yg mampu bertahan disaat krisis adalah usaha kecil 
menengah, home industri dan bank Syariah, sedang bank kapitalist 
model BCA, Danamon, BII dll, menghiba-hiba pada pemerintah minta 
direstrukturisasi keuangannya, dan banyak bank liberal akhirnya 
digulung saja tikarnya oleh pemerintah dan asset-assetnya diobral 
murah , toh daripada memberatkan keuangan RI sendiri mendingan 
ditutup total!!!


Akhirnya kita sampai pada pertanyaan: Masih adakah solusi bagi 
Republik Ini???

Sang

Pengamat Ekonomi.






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke