http://www.kompas.com/kompas-cetak/0504/04/daerah/1661314.htm
Pembangunan Markas Kostraddi Timika Meresahkan Masyarakat JAYAPURA, Kompas - Pembangunan Markas Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat di Timika dan penempatan tiga batalyon baru di sejumlah daerah di Papua dinilai meresahkan masyarakat. Dalam masa otonomi khusus, masyarakat butuh pembangunan kesejahteraan untuk memperbaiki kualitas hidup, bukan kehadiran markas militer atau batalyon. Wakil anggota DPR Papua, Paskalis Kosay, di Jayapura, Sabtu (2/4), mengatakan mendukung setiap langkah yang ditempuh TNI membangun keamanan di daerah ini. Memang persoalan keamanan, keuangan, hukum, agama, dan hubungan luar negeri merupakan kewenangan pusat. Namun, kebijakan membangun Markas Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) di Timika dan penambahan tiga batalyon masing-masing di Wamena, Timika, dan Merauke sehingga menjadi enam batalyon pada saat Papua sedang menjalankan UU Otonomi Khusus, yang menekankan penegakan hak asasi manusia dan hukum, hanya akan menimbulkan trauma akan kekerasan militer di masa lalu ketika Papua dijadikan daerah operasi militer. Tiga batalyon yang ada dengan sejumlah komando resor militer (korem) di Papua sudah mampu mengatasi keamanan setempat. Koordinator Kontras Papua Petrus Ell menambahkan, pengerahan kekuatan TNI akan menambah beban mental dan pikiran bagi masyarakat yang sudah puluhan tahun mengalami perlakuan tidak adil dari oknum anggota TNI. Penculikan beberapa tokoh politik di Papua oleh oknum anggota TNI, seperti kasus Theys Hiyo Eluay, dan proses hukum yang tidak transparan membuat masyarakat tidak puas sampai saat ini. "Seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat di Papua telah mendeklarasikan Papua sebagai tanah damai, dan telah dijabarkan di setiap gereja dan pertemuan penting. Masyarakat pun menghormati deklarasi itu sehingga sampai hari ini Papua tetap aman. Mengapa harus ada Kostrad dan batalyon baru," kata Ell. Dalam berbagai pernyataannya, Panglima Kodam XVII Trikora Mayjen Nurdin Zainal menyebutkan, jumlah kelompok separatis bersenjata di Papua tak lebih dari 100 orang dengan kekuatan persenjataan hasil rampasan dari TNI/Polri hanya 2-5 pucuk. Kesejahteraan masyarakat Kunci membangun stabilitas dan keamanan di Papua adalah menciptakan kesejahteraan masyarakat di segala bidang. Perjuangan sekelompok masyarakat untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semata-mata hanya untuk mendapatkan kesejahteraan hidup yang lebih baik. Kelompok ini akan berbalik bergabung dalam NKRI kalau pembangunan benar-benar menyentuh kehidupan mereka. Masyarakat butuh kehadiran TNI/Polri dalam jumlah terbatas untuk mengamankan daerah ini, bukan menciptakan keresahan dan melahirkan persoalan baru. Misalnya, terjadi konflik antara TNI dan Polri, kasus pemerkosaan, penebangan liar (illegal logging), pengambilan satwa dilindungi, intimidasi, dan teror terhadap masyarakat di daerah pedalaman. Anggota TNI/Polri yang belum memahami persoalan budaya dan adat istiadat di Papua sering membawa persoalan baru. Secara terpisah, Panglima Kodam XVII Trikora Nurdin Zainal mengatakan, Papua masih butuh banyak batalyon untuk mengamankan daerah yang luasnya mencapai 3,5 kali luas Pulau Jawa tersebut dan langsung berbatasan dengan Papua Niugini. Papua saat ini memiliki tiga batalyon, dan itu tidak cukup untuk mengawasi daerah perbatasan yang panjangnya sekitar 700 kilometer dari Merauke sampai Jayapura. Menurut Zainal, mereka yang akan ditugaskan di Papua sebelumnya diberi pembekalan mengenai budaya, tradisi, dan karakter orang Papua. (KOR) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

