gagasan sdr ini sangat mengenaskan - kayak orang bingbing
negara-bangsa NKRI berPANCASILA adalah FINAL
soal korupsi dll itu soal praksis-lapangan
jangan keblinger, sayang...
waspada waskita sajalah
seraya masing2 dewasakan iman 
juga dalam perbuatan
salam santi damai




--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Melihat samarnya isi Pancasila, sehingga banyak
> pejabat korup menceramahi anak buah atau rakyatnya
> dengan Pancasila, mungkin kita perlu pedoman pelengkap
> Pancasila yang lebih gamblang dan jelas dimengerti.
> 
> Misalnya:
> Pedoman Pelengkap Pancasila
> 1. Dilarang korupsi. Kalau korup, harus dihukum mati
> 2. Dilarang menerima komisi. Kalau menerima komisi
> harus dipecat.
> 3. Dilarang pakai mobil mewah (mercy, BMW, volvo,
> Jaguar, dsb). Kalau memakai dijual untuk rakyat
> 4. Dilarang punya rumah dengan luas bangunan/tanah
> lebih dari 500 meter (kalau bukan petani/petambak).
> Kalau lebih, diserahkan kepada negara.
> 5. Dilarang jalan2 ke luar negeri lebih dari 2 x dalam
> sebulan.
> 6. Dilarang punya gaji lebih dari 40 x UMR. Kalau
> lebih, diserahkan kepada panti asuhan, dsb.
> 
> Sisanya silahkan tambahkan sendiri.
> 
> Nah kalau peraturannya begitu jelas, sehingga bisa
> dimengerti oleh anak SD, mungkin para pejabat juga
> bisa mengerti dan mengamalkannya. Betul tidak?
> 
> --- RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> > Pancasila, sebenarnya, dimata saya samasekali bukan
> > falsafah, namun 
> > sekedar slogan indoktrinasi, yang di utak atik
> > sesuai kebutuhan 
> > penguasa. Dahulu kaum Sukarnoist meng-utak utik
> > untuk menciptakan 
> > pembenaran policy pemerintah. Lalu dimasa Suharto.
> > Sampai kini.
> > 
> > Penguasa akan selalu mencoba menunggangi wacana
> > wacana. Ini termasuk 
> > instink kekuasaan. Pembenaran serta pelanggengan
> > kekuasaan.
> > 
> > Mengenali kenyataan, bahwa kaum elit yang menguasai
> > negara dan 
> > ekonomi, adalah langkah pertama. Langkah kemudian
> > ialah mengembangkan 
> > wacana, bagaimana kekayaan bangsa diatur sedemikian
> > rupa, hingga 
> > dinikmati orang banyak. banyak jalan: melalui pajak
> > yang lalu 
> > didistrubusikan pada kelompok pelaku ekonomi
> > tertentu. Ini dilakukan 
> > di Uni Eropa, misalnya dibidang pertanian dan
> > perikanan.
> > 
> > Selama pemilikan sarana ekonomi belum terbagi
> > proportional, maka 
> > kehidupan bangsa akan tetap miring miring bagai
> > kapal mau tenggelam.
> > 
> > Di Austria, Swiss dll, wilayah wilayah wilayah
> > tourisme (terutama 
> > sentra sport ski), memperlihatkan kemakmuran
> > dikalangan penduduk, 
> > dari pemilik penginapan, resto, perusahaan
> > transport, pedagang, dll. 
> > Di Nusantara, ada pulau Bali, yang merupakan sentra
> > tourisme 
> > besar2an, namun rakyat kebanyakan masih menjadi
> > penonton.
> > 
> > Ada wilayah pengolahan migas, dimana rakyat menjadi
> > penonton. Dst.
> > 
> > Salam
> > 
> > danardono
> 
> 
> 
> Bacalah artikel tentang Islam di:
> http://www.nizami.org
> 
> 
>               
> __________________________________ 
> Do you Yahoo!? 
> Yahoo! Personals - Better first dates. More second dates. 
> http://personals.yahoo.com





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke