iya benar-benar gurih...lama kelamaan negara ini bakalan jadi negara yang busuk 
dimana yang kaya dan berkuasa tetap berjaya dan yang miskin tetap terus 
melarat....bisa-bisa Indonesia benar-benar tertinggal di antara negara ASEAN 
lainnya. dan sepertinya, Indonesia akan terus mengalami 
krisis.........wallahualam bishahab.....
  ----- Original Message ----- 
  From: HMP 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, April 05, 2005 3:39 PM
  Subject: [ppiindia] korupsi


  kita ngomongin korupsi engga ada habisnya.

  PAKAI SAJA PEMBUKTIAN TERBALIK YG DIUSULKAN BAHARUDIN LOPPA.......
  TAPI MAMPUS JUGA AKHIRNYA.......dia engga tahu dizolimi ato apa ?

  INGAT FILM ALCAPONE ENGGA PERNAH TERTANGKAP , AKHIRNYA DGN PEMBUKTIAN 
TERBALIK SEMUA KEJAHATANNYA TERUNGKAP
  INDONESIA JUGA BISA KAYA BEGITU .............,HARTA KORUPTOR BAYAR PAJAKNYA , 
KALO ENGGA LANGSUNG SITA OLEH NEGARA .SERTA PENGHASILAN KORUPTOR DI CEK DAN DI 
ACU DENGAN DASAR INCOME YG DIDAPAT........ KALO MEREKA BILANG HIBAH BAYAR 25% 
SEPERTI PAJAK UNDIAN...........KALO KAGA MAU BAYAR SITAAAA

  GAMPANG ADJA KALO EMANG MAU BERANTAS KORUPTOR , TAPI KAN NEGARA REPUBLIK INI 
ENGGA MAU.........
  WONG RASANYA GURIHHHHHHHHHH..........;-)
    ----- Original Message ----- 
    From: antonhartomo 
    To: [email protected] 
    Sent: Tuesday, April 05, 2005 3:24 PM
    Subject: [ppiindia] Re: Utopisme dan Irasionalitas Khilafah Islam




    udahlah omdo utopis khilaf. impian-mustahil, bisa ubah keadaan ?
    tekan saja pemerintah agar mau ganyang korupsi.
    sudah berbuat apa kita bagi negeri ini, kok bekoar ?
    jangan duduk terus, kalau tak mau didikte orang lain.

    NKRI final-dinamis itu sekaitan sistem ideologis. ibarat tata 
    molekular dinamis, tapi makro gak perlu digeser bendanya. kalau 
    hukum tegak, koruptor ditindak, keterpurukan niscaya makin hilang. 
    kalau tidak, impian sistem apapun nonsens saja.

    salam




    --- In [email protected], "Samudjo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    > Sebenarnya setuju dengan Pak Boy,
    > Tapi kita tidak boleh berhenti berusaha melepaskan diri dari 
    dominasi bangsa
    > lain
    > kalo kita puas dengan NKRI final seperti ini hanya akan 
    mengokohkan posisi
    > kita sebagai republik TKW dan koruptor
    > Dari dahulu Indonesia terus menerus dipengaruhi oleh bangsa lain 
    karena
    > berbagai alasan terutama karena tidak adanya halangan geografis 
    yang
    > mencegah pengaruh tersebut sehingga budaya korupsi memang benar-
    benar sudah
    > berurat berakar.
    > Khilafah Islam mungkin bisa berhasil apabila masing-masing 
    anggotanya sudah
    > bisa independent berdiri sendiri, lalu sedikit demi sedikit 
    tataniaga dan
    > tatanegara nya diatur contohnya EEC.
    > Kalau yang dipersatukan itu negara-negara bobrok hanya akan 
    berakhir seperti
    > blok eropa timur tempo hari
    > Maka yang harus jadi prioritas kita sekarang, bagaimana sesegera 
    mungkin
    > mengentaskan Indonesia dari dominasi bangsa asing dengan penegakan 
    hukum dan
    > mempromosikan hidup sederhana.
    > Khilafah Islam ? Memang sedikit utopis, cuma sedih amat kalo 
    sekedar mimpi
    > aja sudah dilarang,
    > Wassalam,
    > samudjo
    > ----- Original Message -----
    > From: ". Pradana Boy Ztf" <[EMAIL PROTECTED]>
    > To: <[email protected]>
    > Sent: Tuesday, April 05, 2005 2:17 PM
    > Subject: [ppiindia] Utopisme dan Irasionalitas Khilafah Islam
    > 
    > 
    > >
    > > Dear all,
    > >
    > > Tidak ada yang bisa diharapkan dari Khilafah Islamiyah. Inilah 
    salah satu
    > > jawaban kenapa umat Islam sulit berjaya kembali. Karena terlalu 
    suka
    > > menengok masa lalu dan memikirkan sesuatu yang utopis.
    > > -----------------------------------------------------------------
    ---------
    > -
    > >
    > > Utopisme dan Irasionalitas Khilafah Islam
    > > Oleh: Pradana Boy ZTF*)
    > >
    > > PROLIFERASI gerakan Islam berideologi kanan di Indonesia 
    beberapa tahun
    > > belakangan ini, telah membuka kembali perdebatan tentang 
    khilafah Islam.
    > > Ini terjadi karena Hizbut Tahrir, salah satu eksponen gerakan 
    Islam
    > > ideologis di Indonesia, mengusung gagasan tentang perlunya 
    kembali kepada
    > > sistem khilafah sebagai solusi dari semua problem yang dihadapi 
    oleh
    > > bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Tulisan ini 
    bermaksud mengkaji
    > > utopisme dan irasionalitas adopsi sistem khilafah Islam dalam 
    konteks
    > > modernitas.
    > >
    > > Irasionalitas mengadopsi sistem khilafah dalam konteks masa kini
    > > sebenarnya juga bisa diidentifikasi melalui pelacakan social 
    setting and
    > > social structure suatu masyarakat tertentu. Kajian mendalam 
    tentang
    > > sejarah pembentukan dan evolusi bentuk pemerintahan di negara-
    negara Arab
    > > yang dilakukan oleh Nazih al-Ayubi (1995) dalam Overstating Arab 
    States
    > > bisa dijadikan sebagai salah satu contoh. Al-Ayubi menggunakan 
    kerangka
    > > teori Marxisme tentang mode of production untuk menganalisis 
    evolusi
    > > sistem kenegaraan di dunia Arab. Apa yang terjadi kemudian adalah
    > > kegagalan menggunakan kerangka teori ini untuk menjelaskan 
    fenomena yang
    > > terjadi di Arab. Kerangka teori Marxisme mengidentifikasi bahwa
    > > suprastuktur negara sangat ditentukan oleh basis masyarakat. 
    Oleh Marx,
    > > basis itu tidak lain adalah mode of production dan relasi 
    antarpara
    > > pemilik sarana-sarana produksi itu.
    > >
    > > Sementara dalam masyarakat Barat di mana Marx menelurkan 
    gagasannya,
    > > sarana produksi lebih bersifat modern, dalam masyarakat Arab pra-
    Islam,
    > > mode of production seperti yang diandaikan oleh Marx itu 
    tidaklah ada.
    > > Yang berlangsung adalah apa yang disebut dengan Asiatic mode of 
    production
    > > di mana pemilik unsur-unsur produksi adalah tribe (suku), dan 
    tidak lain
    > > yang dimiliki adalah tanah. Sehingga penguasaan unsur produksi 
    sebenarnya
    > > ditentukan oleh pemilikan tanah. Tetapi dalam hal bahwa basis 
    menentukan
    > > suprastruktur, pendekatan Marxian bisa diterapkan di sini. 
    Karena dominasi
    > > pemilikan tanah ada di tangan suku, maka proses penentuan 
    suprastruktur
    > > negara sangat ditentukan oleh ikatan-ikatan primordial yang 
    kemudian
    > > dikenal melalui teori Ibn Khaldun sebagai ashabiyyah.
    > >
    > > Dalam konteks inilah, Ibn Khaldun kemudian mengintrodusir 
    gagasan bahwa
    > > satu-satunya jalan untuk mengontrol negara adalah dengan 
    peperangan,
    > > sehingga terjadilah pergeseran dari Asiatic mode of production 
    kepada
    > > tributary atau military atau conquest mode of production. Maka 
    lahirnya
    > > imperium Islam, sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari mode ini. 
    Jika
    > > dilihat secara kasar, tributary mode of production ini 
    sebenarnya terjadi
    > > dalam satu sistem pemerintahan yang bernama khilafah.
    > >
    > > Dalam konteks inilah, maka simplifikasi khilafah sebagai sistem
    > > pemerintahan yang terbaik menjadi sangat ahistoris. Dengan 
    melihat kepada
    > > social structure di atas, khilafah sama sekali bukan sistem 
    Islam, ia
    > > adalah produk zaman, di mana pada awalnya sistem kenegaraan yang
    > > didasarkan tribe sangat mendominasi. Lahirnya sistem khilafah 
    adalah
    > > evolusi dari sistem dan mekanisme yang berkembang dalam tradisi 
    masyarakat
    > > Arab pra-Islam itu dan dengan demikian mengandung unsur-unsur
    > > partikularistik yang tidak bisa diadopsi begitu dalam konteks 
    masyarakat
    > > yang memiliki sistem sosial yang berbeda.
    > >
    > > Maka jika khilafah adalah sistem Islam yang universal, 
    sesungguhnya dengan
    > > sangat mudah akan kita temukan sistem khilafah bertebaran di 
    seantero
    > > negara Arab yang memiliki hubungan genealogis sangat erat dengan 
    sejarah
    > > kelahiran khilafah. Tetapi yang terjadi adalah, bahwa hampir 
    tidak ada
    > > negara-negara Timur Tengah yang mengadopsi sistem khilafah 
    sebagai sistem
    > > negaranya. Tidak sedikit yang justru sekarang ini beralih 
    mengadopsi
    > > republik atau republik demokratis sebagai sistem negaranya. Ini
    > > menunjukkan bahwa sistem negara adalah sesuatu yang evolutif dan 
    ia
    > > merupakan human construction yang tidak melibatkan Tuhan terlalu 
    jauh di
    > > dalamnya.
    > >
    > > Dengan menjadikan negara-negara di Arab sebagai objek 
    pengamatan, Ibn
    > > Khaldun lalu sampai pada suatu kesimpulan bahwa terdapat lima 
    tahapan di
    > > mana negara mengalami masa perkembangan dan keruntuhan: 
    konsolidasi,
    > > tirani, eksploitasi hak-hak istimewa, perdamaian serta desolusi 
    dan
    > > pembusukan (Fakhry, 2003: 342). Pada tahapan yang terakhir ini, 
    kekuasaan
    > > mengalami pembusukan karena, menurut Ibn Khaldun, terjadinya
    > > penyalahgunaan hak milik publik untuk kesenangan penguasa 
    (monarch). Apa
    > > yang diidentifikasi oleh Khaldun ini, tentu terjadi dalam sebuah 
    konteks
    > > di mana khilafah menjadi sistem dominan bagi bangsa-bangsa Arab 
    pada masa
    > > itu. Karena potensi penyimpangan dalam sistem khilafah yang luar 
    biasa
    > > itu, menjadi bisa dimaklumi ketika negara-negara Arab belakangan 
    ini,
    > > demikian kesaksian Richard N. Hass (2003), mulai melirik 
    demokrasi sebagai
    > > sistem alternatif.
    > >
    > > Demokrasi memang tidak sepenuhnya baik, tapi sampai dengan hari 
    ini,
    > > demokrasi selalu dirujuk sistem pemerintahan terbaik. Dibanding 
    dengan
    > > sistem pemerintahan lainnya demokrasilah yang paling reliable. 
    Satu hal
    > > yang patut disadari bersama adalah bahwa dalam demokrasi 
    sendiri, terdapat
    > > varian-varian yang beragam. Tetapi beragamnya varian itu adalah 
    sah
    > > sepanjang nilai-nilai dasar demokrasi diberlakukan.
    > >
    > > Penolakan sementara kelompok terhadap demokrasi adalah 
    didasarkan pada
    > > keyakinan bahwa hukum Tuhan adalah hukum terbaik. Gagasan ini 
    sangat
    > > utopis dan terlampau abstrak. Bagaimana hukum Tuhan yang abstrak 
    itu akan
    > > diberlakukan untuk menangani persoalan-persoalan kemanusiaan, 
    tanpa campur
    > > tangan manusia di dalamnya. Sementara pada awal pewahyuan saja,
    > > hukum-hukum Tuhan itu masih memerlukan penjelasan teoretik dan 
    praksis
    > > dari Nabi, bagaimana dengan kita yang hidup di alam yang jauh 
    dari Nabi,
    > > maka penafsiran hukum Tuhan itu menjadi tidak bisa dielakkan. 
    Demokrasi,
    > > adalah kreasi manusia untuk mengaktualisasi hukum Tuhan dalam 
    konteks
    > > profanitas kehidupan manusia. Sehingga, demokrasi tidak bermakna
    > > menghilangkan suara Tuhan.
    > >
    > > Maka dalam konteks ini, Islam sebagai sistem terbaik, tidak ada 
    satu
    > > orangpun yang bisa membantahnya. Tapi apakah yang dimaksud 
    dengan sistem
    > > itu adalah sistem negara, terlalu terburu-buru menyimpulkan 
    Islam punya
    > > sistem kenegaraan. Maka, poinnya adalah justru Islam memiliki 
    potensi yang
    > > paling baik untuk mengadopsi nilai-nilai demokrasi yang tidak 
    destruktif.
    > > Di luar persoalan dari manakah demokrasi itu berasal, nilai-nilai
    > > demokrasi sebenarnya sangat kompatibel dengan nilai Islam. Maka 
    yang
    > > diperlukan adalah bukan semata-mata mengadopsi demokrasi yang 
    ala Barat
    > > dan destruktif itu, melainkan melakukan "ekstraksi" sehingga 
    nilai-nilai
    > > demokrasi yang pada dasarnya sudah universal itu, bisa bertemu 
    dengan
    > > gagasan Islam yang memang bisa menjadi rahmatan li al-alamin. 
    Para filosof
    > > muslim telah memberikan teladan, bagaimana melakukan akselerasi 
    warisan
    > > filsafat Yunani dengan nilai-nilai yang genuine Islam, sehingga 
    lahirlah
    > > filsafat Islam yang sangat kaya dan sangat syarat dengan nilai-
    nilai
    > > Islam, dan pada saat bersamaan tidak menafikan perujukan 
    terhadap filsafat
    > > Yunani sebagai sumber inspirasi. Tidakkah hal seperti ini bisa
    > > diberlakukan pada demokrasi? Sehingga pilihan untuk 
    menganggalkan khilafah
    > > dan menggantinya dengan demokrasi justru menunjukkan kekayaan 
    Islam dan
    > > fleksibilitas agama ini dalam melakukan akselerasi dengan 
    perubahan.
    > >
    > > *)Dosen UMM dan aktivis JIMM, tengah studi di The Australian 
    National
    > > University (ANU), Canberra, Australia.
    > >
    > >
    > >
    > >
    > >
    > 
    *********************************************************************
    ******
    > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
    Indonesia
    > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
    > >
    > 
    *********************************************************************
    ******
    > > 
    _____________________________________________________________________
    _____
    > > Mohon Perhatian:
    > >
    > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
    otokritik)
    > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
    dikomentari.
    > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
    > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
    > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
    > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
    > >
    > > Yahoo! Groups Links
    > >
    > >
    > >
    > >
    > >
    > 
    > DISCLAIMER: The information contained in this communication is 
    intended solely for the use of the individual or entity to whom it 
    is addressed and others authorized to receive it. It may contain 
    confidential, legally privileged information or otherwise protected 
    by law from disclosure and is intended solely for the use of the 
    addressee. If you are not the intended recipient you are hereby 
    notified that any disclosure, copying, distribution or taking any 
    action in reliance on the contents of this information is strictly 
    prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated 
    by the sender, any documents or views presented are solely those of 
    the sender and do not constitute official documents or views of  PT 
    Apexindo Pratama Duta Tbk. If you received this email in error, 
    please immediately notify the sender or our email administrator at 
    [EMAIL PROTECTED] and delete it from your system. Thank you.






    ***************************************************************************
    Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
    ***************************************************************************
    __________________________________________________________________________
    Mohon Perhatian:

    1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
    2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
    3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
    4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
    5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
    6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
     
    Yahoo! Groups Links



     




  [Non-text portions of this message have been removed]



  ***************************************************************************
  Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
  ***************************************************************************
  __________________________________________________________________________
  Mohon Perhatian:

  1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
  2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
  3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
  4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
  5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
  6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




------------------------------------------------------------------------------
  Yahoo! Groups Links

    a.. To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
      
    b.. To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]
      
    c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke