Mbak Lina,
 Masalah keselamatan bayi bukan tidak penting. Bagi saya itu juga
 penting. Namun bagaimana jika sebenarnya perempuan itu tidak
 menghendaki kehamilannya? Apakah masalah ini kita abaikan? Apakah manusiawi
 juga membiarkan kehamilan yang tidak dikehendaki. AKu pikir ini bukan
 soal ego perempuan untuk menyelamatkan diri sendiri daripada
 keselamatan seseorang. Bagimana dengan sikap masyarakat ketika ada
 seorang perempuan hamil, punya anak, tanpa suami dan sebagainya yang
 selalu mencibir?

 Bagi saya, kehamilan adalah kenyataan yang tidak bisa
 dihindari oleh sebagian besar perempuan. Masalah kehamilan ini
 sendiri juga masih terus menjadi perdebatan. Bagi saya, Perempuan bisa hamil 
itu
 kodrat tetapi bukan berarti perempuan mempunyai keharusan untuk hamil.
 Hamil atau tidak hamil adalah hak perempuan. Hal ini juga penting
 dipahami, karena kalau perempuan mempunyai keharusan untuk hamil,
 akan menjadi masalah kalo ada perempuan yang pada akhirnya tidak bisa
 hamil karena berbgai masalah. Perempuan yang tidak hamil pada
 akhirnya dianggap perempuan tidak
 normal, dan sebaginya. Dalam konteks seperti itu, maka masalah
 kehamilan menurut saya adalah masalah hak juga. Jika perempuan pada
 akhirnya memilih tidak hamil, itu hak dia, bukan berarti dia
 menyalahi kodrat atau tidak menjadi perempuan yang sempurna.

 Saya pernah melihat cerita seorang perempuan kepala
 rumah tangga, yang diorganisir oleh PEKKA (Perempuan Kepala
 Keluarga). Perempuan ini ditinggal laki-laki setelah kedapatan hamil.
 Ia tidak melakukan aborsi atas kehamilannya. Anak itupun lahir dan
 kini besar. Tapi bagaimana dengan masyarakat yang melihat ibu ini?
 cemooh, anggapan perempuan murahan dan sebagainya terus menjadi
 tekanan dalam hidupnya. Belum lagi ia harus menghidupi anaknya
 sendiri. Kondisi-kondisi inilah yang menurut saya perlu kita pertimbangkan 
pula.
 Mungkin ini tidak akan terjadi pada laki-laki ya. Jadi masalah aborsi
 ini bukan masalah sekedar membunuh atau tidak.

 Begitu pula degan aborsi. Titik tekan saya sebenarnya pada masalah
 kehamilan itu, apakah itu dikehendaki atau tidak. Aborsi menurut saya
 adalah dampak dari tindakan yang tidak dikehendaki tersebut. Memahami
 sebab kenapa harus aborsi inilah yang ingin saya tekankan.

 Sementara itu fakta lain yang ada saat ini banyak sekali tindakan aborsi
 dilakukan dengan cara tidak aman. Terbesar adalah mereka yang sudah
 menikah. Ini fakta, meskipun banyak pihak
 sudah menginggatkan. Apakah fakta ini terus saja kita membiarkan
 mereka melakukan aborsi secara tidak aman.  Akan berapa banyak
 perempuan yang akan meninggal atau mengalami kerusakan alat
 reproduksinya?

 Untuk Pak Nizami, saya tidak mengatakan bahwa pemikiran saya maju
 atau tidak. Ini masalah fakta yang masih banyak terjadi. Pemerkosaan,
 incest,dan sejumlah tragedi lain yang menimpa perempuan masih banyak
 terjadi. Apakah lagi-lagi perempuan harus menerima beban? Saya masih
 teringat kasus Diana dari Malang beberapa tahun yang lalu. Diana
 menjadi korban, atas penguguran kehamilan yang tidak diinginkan. Ia
 hamil setelah melakukan hubungan dengan pacarnya. Selanjutnya pacarnya
 tidak bertanggungjawab. Diana menggugurkan kandungan, dan membuang
 janin, sampai akhirnya ia ketahuan masyarakat dan diajukan ke polisi
 dan pengadilan. Diana divonis hukuman 3 tahun (kalau ngak salah--).
 karena melakukan pembunuhan. Bagi saya ini tidak adil. Kehamilan itu
 terjadi atas kemauan bersama, tetapi kenapa diana yang harus dihukum?
 sementara laki-lakinya tidak. Kematian bayi seharusnya juga menjadi
 beban laki-laki. Kenapa laki-laki itu tidak disinggung sama sekali?
 bahkan lolos? apakah kita harus menyalahkan diana karena tindakannya
 berhubungan dengan laki-laki? kenapa kita tidak melihat laki-laki ini
 yang harus bertanggungjawab.

 Keadilan seperti inilah yang saya maksud. Apa salah pada akhirnya
 perempuan juga mempunyai hak untuk menolak kehamilan, seperti juga
 laki-laki? Tentu berat bagi perempuan, karena ia mempunyai alat
 reproduksi untuk hamil sementara laki-laki tidak.

tabik,
 Eko Bambang S




 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke