--- Ahmad Mukhlis Yusuf <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Peserta milis LISI yg Budiman, > > Integritas dari petugas yg bekerja di Pusat > Inkubator Bisnis di Beijing tersebut memang > mengagumkan, tentu saja Integritas semacam itu > selain lahir dari beliefs system masing-masing warga > negara yang hidup dalam sistem penegakkan hukum yang > tegas. Kita merindukan lahirnya para birokrat atau > PNS yg jujur dan berintegritas seperti itu. > > Mungkin ada peserta milis yg mengetahui dan bisa > berbagi disini, bagaimana Pemerintah China membangun > visi dalam pembangunan China sebagai negara yang > bercita-cita menjadi pemimpin ekonomi dunia. > Faktanya, visi tersebut telah menjadi inspirasi dan > pedoman bagi warganegaranya, baik dalam case Pusat > Incubator di Beijing tersebut. Saya yakin, ini juga > soal leadership di negara tersebut. Seorang teman, > mantan Staf Khusus Wapres RI, yg pernah diundang ke > Beijing sekitar 4 tahun lalu, terkaget-kaget > bagaimana dia ditunjukkan oleh pengundangnya tentang > beberapa proyek2 futuristik negara mereka 10 s/d 25 > tahun kedepan. > > Pengalaman saya, sebulan di Dubai, Emirates bulan > February 2005 lalu, juga kagum dengan langkap sigap > Pemerintah China membangun Dragon Mart, sebuah > kawawan shopping centre, pergudangan, dan pemukiman > China, dengan kurang lebih 4000 toko, menjual hampir > semua kebutuhan hidup manusia dari A s/d Z, dari > mulai mesin2, furniture, elektronik, otomotif, > sampai tekstil dan peniti. Barang-barang dijual > dengan harga miring dengan fashion tidak kalah > dengan negara-negara maju. Mereka bilang, skala > ekonomi yg besar dengan biaya relatif rendah untuk > diekspor ke berbagai negara. Mutu mulai bisa > bersaing dengan produk2 dari India, Malaysia dan > Thailand. > > Kawasan tsb dibangun Pemerintah China dg > memanfaatkan tawaran Pemerintah UEA yang memberikan > tanah gratis, namun pemerintah negara masing-masing > lah yang membangun saran dan infrastruktur lainnya. > Menurut petugas yg saya temui, pembangunan ini > mengantisipasi pembangunan Dubai sebagai hub kawasan > Timur Tengah dan pintu masuk ke Eropa, Asia, dan > Afrika. Dengan penduduk 3.5 Juta jiwa, Dubai mampu > menyedot turis sekitar 18 juta pada tahun 2004. Luar > biasa visi para pemimpin negara tirai bambu ini, > mampu menurunkan visi yang jauh kedepan kedalam > strategi dan kerja-kerja riel. > > Dimana barang2 Indonesia? Indonesia adalah negara > pengimpor no. 13, terus turun sejak 7 tahun lalu, > puncaknya 2 tahun lalu disalip oleh Thailand, > Malaysia, dan Singphore, dan kini dibuntuti ketat > Vietnam dan Philippines, jauh dibawah China, India, > dan negara2 maju. Pemerintah kita, sejak 2 tahun ini > belum menanggapi tawaran sejenis yang diberikan > pemerintah UEA, dan baru berhasil mengekspor pada > TKW, yang strata sosialnya dibawah tenaga staf, > resepsionis, wiraniaga, dan clerk yang umumnya > dihuni oleh warga keturunan Bangladesh, Pakistan, > dan Philippines. Setiap hari KBRI di Abu Dhabi dan > Konjen di Dubai terbelit dengan masalah TKW yang > tidak kunjung berkurang. Di Dubai rata2 25 orang > yang ditampung setiap hari karena TKW bermasalah > dengan majikan, sedangkan di Abu Dhabi ada sekitar > 200 orang yang mengalami masalah sejenis. > > Tragsinya, barang-barang yag diimpor Malaysia dan > Singapore adalah barang2 Indonesia yang di-reexport > oleh para pedagang dari negara2 ybs. Furniture Jogja > dan Jepara diklaim sebagai furniture negara2 lain. > Sah2 saja rupanya, karena pedagang kita kurang rajin > promosi dagang, senang dengan ekpor ke Singapore > saja. Di sebuah lokasi Carrefour di Dubai, manggis > yang jelas dikeluarkan dari kotak Made in Indonesia > dibuka dan simpan dibarisan rak Made in Thailand > tanpa kotak Indonesia, saat ditanya kenapa, petugas > menjawab hal itu adalah instruksi pimpinan agar buah > manggis itu laku. Ini pekerjaan rumah kita. > > Sekali lagi, ini soal kerja keras membangun bangsa. > Membangun bangsa yang besar seperti Indonesia, > membutuhkan kekuatan visi dan kesungguh-sungguhan > para pemimpin yang didampingi para pekerja keras > yang mampu menurunkan visi global kedalam langkah2 > strategis. > > > Salam, > Ahmad Mukhlis Yusuf > > > > > Dimana Indonesia, sungguh tra > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > >
Bacalah artikel tentang Islam di: http://www.nizami.org __________________________________ Yahoo! Messenger Show us what our next emoticon should look like. Join the fun. http://www.advision.webevents.yahoo.com/emoticontest ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project. http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

