Kalau mereka mundur, yang mau ganttin siapa? Bukankah 60% rakyat kita yang
memilih mereka?
Apakah gagal atau tidaknya seorang pemimpim dapat ditentukan dalam kurun
waktu kurang dari setahun masa pemerintahannya?
Kalau mundur, berarti ada pemilu lagi dong, ngambil duit dari mana ?
Ngutang lagi? Terus yang mau nanggung siapa? Rakyat bukan?
Biarin saja mereka selesaiin 5 tahun masa kepemimpinannya, setelah itu kita
sama-sama nilai, nilai berapa yang pantas diberikan buat raport mereka.
Ko kita jadi bangsa yang nga sabar dan gampang terpancing emosinya yach...



                                                                           
             "Ambon"                                                       
             <[EMAIL PROTECTED]>                                              
                                                                        To 
             07/04/2005 02:18          <Undisclosed-Recipient:;>           
                                                                        cc 
                                                                           
             Please respond to                                     Subject 
             [EMAIL PROTECTED]         [ppiindia] Bila Tak Mampu,          
                  ups.com              SBY-Kalla Harus Mundur              
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           





http://www.suaramerdeka.com/harian/0504/07/nas22.htm
Kamis, 07 April 2005NASIONAL

Bila Tak Mampu, SBY-Kalla Harus Mundur

SEMARANG- Puluhan orang yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Miskin
(FPRM), Rabu (6/4) siang kembali demonstrasi di Gedung DPRD Jateng, Jalan
Pahlawan. Mereka menuntut mundur pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY)-Jusuf Kalla, karena dinilai korup dan tidak mampu menyelesaikan
beragam persoalan bangsa.

Aksi dimulai dari depan Masjid Baiturrahman, lalu bergerak mengelilingi
lapangan Simpanglima menuju Gedung DPRD. Namun sebelumnya mereka berorasi
di Bundaran Air Mancur. Meski tertib, aksi tersebut sempat memacetkan arus
lalu lintas. Peserta aksi membawa spanduk dan aneka poster berisi tuntutan,
antara lain, ''Turunkan Harga BBM, Turunkan SBY Kalla'', ''Otonomi Demokrat
untuk Rakyat Papua'', ''Teknologi Modern, Murah untuk Petani'', ''Tolak
Privatisasi, Pendidikan dan Kesejahteraan Gratis untuk Seluruh Rakyat'',
dan ''Setop Bayar Utang sampai Rakyat Sejahtera''. Selain itu, mereka juga
membagikan selebaran kepada para pengguna jalan.

Tidak Layak
Menurut koordinator aksi, Bagas Ardiansyah, pemerintahan SBY-Kalla sudah
tidak layak lagi memimpin Indonesia. Mereka dinilai melakukan banyak
kesalahan dalam penentuan kebijakan, salah satunya menaikkan harga bahan
bakar minyak (BBM) di tengah kondisi masyarakat yang terpuruk. Kebijakan
itu, kata Bagas, jelas tidak berpihak pada rakyat.

''Pemerintahan SBY-Kalla tidak mau menuntut penghapusan sebagian atau
keseluruhan utang luar negeri yang membebani APBN. Pembayaran utang luar
negeri justru dipenuhi dengan mengorbankan subsidi untuk rakyat,'' kata
dia.

SBY-Kalla juga dinilai sebagai rezim yang tidak bersih. Pemberantasan
korupsi cuma sebatas slogan. Terbukti yang dilakukan hanya mengadili
koruptor kelas teri, sementara koruptor kakap tetap tak tersentuh. Bukti
lainnya, penunjukan menteri-menteri yang menurut mereka tidak bersih,
seperti Abu Rizal Bakrie.

Selain itu, FPRM juga menyorot bermacam persoalan lain yang tak mampu
diselesaikan SBY-Kalla, seperti buruh kontrak, penyediaan lapangan kerja,
darurat sipil di Aceh, dan pemekaran Provinsi Papua yang justru
memperuncing konflik di sana.

''Intinya, pemerintahan yang antikepentingan rakyat itu sudah terbukti
gagal, sehingga harus turun segera. Indonesia butuh pemerintahan yang
bersih, kerakyatan, demokratis, merdeka, modern, dan internasionalis,''
tegas Bagas.(H6-69t)

[Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links











------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke