(moral ceritanya >> kemungkinan akan terjadi gelombang pengangguran di Aceh akn 
semakin besar, krn pemerintah ga berminat memberi makan rakyatnya, pedih 
jenderal !!))
 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Lhokseumawe,  April 14,  2005 08.48 WIB
 
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Adik-adik abang tersayang, mohon maaf kalo abang nimbrung kembali setelah 
sekian lama nggak on air...
Abang trims berat atas respon kalian terhadap kemungkinan permasalahan yang 
akan abang hadapi (andaikata) post-closed of PIM Project..
 
Permasalahan PT. PIM dapat abang uraikan begini ...
Seperti diketahui produksi pupuk membutuhkan Natural Gas sebagai bahan baku 
utama di samping N (itrogen) dan H2O (water). Selama ini kebutuhan gas dipasok 
oleh Exxon Mobil via PT Arun NGL. Co dengan kontrak 20 tahun. Pada Desember 
2003 kemarin kontrak itu selesai (habis) dan agar tetap exist PIM (dan PT AAF) 
harus membuat kontrak baru. Tetapi kondisinya berbeda dengan 20 tahun lalu, 
manakala cadangan gas di Lapangan Lhok Sukon udah menipis, begitu pula harga 
gas yang jauh melonjak dibanding tahun 80-an. Karena Exxon-Mobil (joint with 
Pertamina) di samping mensuplai gas ke industri di Lhokseumawe juga menjual gas 
(LNG) ke Jepang dan Korea dengan kontrak s/d 2007 sesuai harga pasar, maka 
jelas produsen lebih memprioritaskan ekspor tersebut, karena ini komitmen dan 
MOU yang tak mungkin diubah.
Lalu gas untuk PIM dan AAF dari mana ?  Jelas karena ketersediaan gas dari 
Lhoksukon udh nggak cukup untuk memasok gas ke kilang Pupuk maka kontrak gasnya 
delayed alias nggak mungkin diwujudkan. 
Dengan berbagai upaya PIM dan AAF, akhirnya didapat komitmen pemerintah untuk 
memasok gas baru sebanyak 12 kargo untuk tahun 2005 yang rencananya dibeli di 
pasar bebas (SWAP). 
Perhitungan rencana begini : Di Lsm skrg ada 3 pabrik pupuk (AAF, PIM 1 dan 2) 
yang setiap pabrik membutuhkan gas setara 6 kargo. Karena gas hanya diberi 12 
maka diatur sbb : PIM 1 dan AAF diberi 6 kargo (50:50) dan PIM 2  jatah 6 kargo 
(full operated) dengan pembelian gas dibayar di muka.
 
Faktanya s/d Juni baru diberi 3 kargo, lha yang 9 lagi mana ?. Karena tanpa 
diduga harga minyak dan gas tiba-tiba melejit (minyak $ 56/barrel) dan gas 
telah mencapai $ 7/MMBTU), maka pemerintah (cq Pertamina) kelabakan untuk 
membeli gas tersebut di pasar bebas (spot). Dananya dari mana ?
Harga gas per kargo adalah $ 24 juta (Rp. 225,6 Milyar) dan 9 kargo berarti $ 
216 juta (Rp. 2,04 Trilyun).
Jelas untuk membeli gas dengan dana begitu pemerintah kagak punya duit. Kalopun 
ke-3 pabrik harus beli sendiri, kesanggupan daya beli hanya $ 2,5 per MMBTU,  
yang $ 4,5 lagi nombok darimana ?. Penjualan pupuk ke petani jelas nggak 
mungkin digenjot, sedangkan kalo ekspor pupuk yang harganya saat ini $ 160/ton  
hitungannya juga nggak cukup (kecuali $ 240/ton bisa nutup).
Menghadapi problema tersebut, pilihan logis dan hitungan bisnis pastilah lebih 
baik pabrik ditutup s/d 2007 (saat mana sumber gas baru di Blok A mulai 
diproduksi dan gasnya bisa dipasok ke PIM dan AAF).
Kalau PIM dan AAF ditutup dan seluruh pegawai di-PHK dengan pesangon senilai 
Rp. 700 milyar masih lebih baik daripada nombok Rp. 2.04 T tadi.
 
Kesimpulannya, amat besar kemungkinan (walaupun belum bisa dipastikan) pabrik 
akan di-closed dan kami-kami ini kehilangan pekerjaan.
Namun, kita boleh hitung-hitung tapi semuanya masih diproses, apakah kesimpulan 
tadi dilaksanakan atau tidak. Kalau seluruh pabrik yang ada di Lsm tutup, amat 
berat bagi pemerintah untuk melihat membludaknya pengangguran baru, pada saat 
pemerintah berusaha merebut hati rakyat Aceh karena konflik dan bencana 
Tsunami. Jargon untuk menghidupkan perekonomian NAD pasca konflik dan bencana 
hanya klise dan kebohongan besar, belum lagi trickle-down effect-nya bagi 
perekonomian daerah.
Kenyataan bahwa seluruh pabrik di Lsm tutup karena kegagalan pemerintah memberi 
gas amat menyakitkan bagi rakyat Aceh, karena gas tsb bersumber dari tanahnya 
sendiri.  Seolah-olah pemerintah hanya meprioritaskan mengekspor gas ke luar 
daripada menghidupkan perekonomian daerah.
 
Khusus bagi abang, sejak sekarang harus udh  pikir-pikir...what next ??
Karena abg udh beranjak old-age, kenyataan ini sungguh pahit. Perusahaan mana 
yang mau terima di usia yang begini, mana kondisi badan sering sakit-sakitan. 
Cocoknya terjun di bidang wira-usaha, kalo ada modal.
Andaikata terjadi PHK, abg akan menyelesaikan kuliah dulu (Insya Allah 
September nanti Wisuda) baru setelah itu abg akan berjibaku...
 
Adik-adik abg tersayang, itulah sedikit kisah getir dari Nanggroe Aceh 
Darussalam, untuk dipahami dan diambil renungan. Allahu'alam Bissawab.
 
Wabillahi Taufik Wal Hidayah Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Small Business - Try our new resources site! 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke