hello mbah, mumpung ada waktu neh. Ngobrol lagi ah.
--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > 
> > LD:  menurutku, Tuhan itu ingin dikenal. Buat  apa dong Dia 
> menciptakan manusia dan alam? Iseng? Main dadu? 
> > Einstein aja bilang Tuhan itu tidak main dadu. Kalau Tuhan tak 
> perlu > > ingin, ngapain dong menjelma kedalam tubuh Yesus? Ada 
sesuatu yang > > Dia inginkan. Apa mbah mau mengatakan, itu bukan 
keinginan Tuhan > > masuk kedalam tubuh Yesus?? cuma gereja aja yang 
buat konsep spt > itu?

> DH: Secara falsafah, sulit dapat kita cernakan "Tuhan ingin 
dikenal". > memangnya Madonna atau Penelopez Cruz atau Jennifer 
Lopes? Untuk apa > Dia menciptakan alam semesta tak ada yang dapat 
memahaminya. mengapa? > Karena ini terjadi jauh sebelum kita 
diciptakan, dan kekal, setelah > kita - mungkin - musnah. "keinginan 
untuk masuk ketubuh Yesus?", tak > ada yang bicara 
mengenai "keinginan" ini. kalau Dia menentukan > demikian, ya 
terjadilah.

LD: Secara falsafah, bukannya malah mudah dicerna? karena falsafah 
itu engga perlu pembuktian empiris?

Madonna, Penelope Cruz atau Jeniffer Lopez juga termasuk image Tuhan 
bukan ? Jadi mereka memang ingin dikenal. Apa mbah tidak ingin 
dikenal? Bukankah dalam literatur kristen dikenal "manusia adalah 
image Tuhan" (kalau gak salah ada di Mazmur ya mbah bhw manusia itu 
diciptakan Tuhan hampir sama seperti Tuhan?). Saya pikir ini sesuai 
dengan literatur Islam yang mengatakan "manusia adalah khalifatullah 
di muka bumi".

Tuhan telah 'meminjamkan' sifat2Nya kepada manusia agar manusia bisa 
mengenalNya. Bagaimana kita bisa mengerti Tuhan itu Maha 
Pengasih/Melihat/Mengetahui/Mendengar kalau kita gak tau bagaimana 
mengasihi/melihat/mengetahui/mendengar?

Dunia memang diciptakan jauh sebelum manusia diciptakan, apakah 
dengan alasan tsb lalu manusia tidak bisa/boleh memahami mengapa 
Tuhan menciptakan dunia dan isinya? 
> 
> -------------------------------------------------------
> 
> 
> LD: Soal KehendakNya, itu tinggal masalah waktu (masalah kapan) 
bukan > > masalah apa yang Dia inginkan.
> 
> DH: Apa yang dikehendakiNya, bilamana DSia menghendakiNya, dan apa 
> yang terjadi kemudian, adalah diluar jangkauan nalar kita. Tak 
> mungkin kita bahas atau andai andaikan.

LD: apakah beda kehendak & keinginan (hendak=ingin-mau)? KehendakNya 
tidaklah sewenang-wenang or semena-mena, tentu mengikuti sunatullah 
dan takdirullah yang telah Dia gariskan di dunia ini. 

Apa yang menyebabkan nalar seseorang bisa memahami kehendakNya dan 
ada nalar yang tidak bisa? Tentunya kesucian akal dan hatilah, 
kuncinya.

Ada manusia yang mengambil kesimpulan tidak berdasarkan pemikiran. 
Bila nalarnya tak mampu memahami suatu konsep, maka disimpulkannya 
akal lah yang berbatas. Seolah belajar agama itu tak perlu akal? 
Kalau belajar agama tak perlu akal, maka memang akan ada 
kesimpulan "semua agama benar" atau "semua agama tidak benar". Kalau 
begini orang menyembah patung, kuburan, batu, dllpun harus 
dibenarkan karena agama tidak menggunakan akal.

Apakah ini karena pengaruh sekularisasi thdp keyakinan dan akal pada 
abad 17 di barat? Sehingga kita takut menggunakan akal untuk 
memahami keyakinan kita? Saya tidak berharap sekularisasi macam ini 
telah mempengaruhi umat Islam. Bagaimana mungkin kita yakin tanpa 
faham? Akal adalah sarana untuk yakin.

wassalam,
Lina





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke