aku mumet......nih, abis pake bahasa 'wong' terus, aku bisanya bahasa jawi......ada beberapa sebab kali yach : terbiasa dibarat, sangat expert, a nasionalis, atau biar bias kalo ketemu orang2 yang kayak aku....heheheh......guyon....
----- Original Message ----- From: "Carla Annamarie" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, April 20, 2005 10:09 AM Subject: Re: [ppiindia] Re: Suara Perempuan > > > Ari.., ukuran berbusana yang referred to sexy is differ in every > cultures..., perhaps if we go to asmat or dani tribe in papua...the women > are top less..and in that place they re not considered provocative, sexy or > something but it's the way they dress up.., but amongts civilized > society..we re bound by norms and social values that had been set up by the > social community..., in jakarta for example..it's fine for women to wear > something sexy for them self..but there're ppl that still bound by certain > tradition to restrict women from wearing sexy dress.., like tank tops, > tight t-shirt, and tight jeans, off-shoulder dress, halter neck clothes, so > i think women should be wise and smart enough to dress them self..bcs it's > very easy for women wearing something sexy and ppl look at her with > prejudice...or men look at them with predator's eyes.., women is a victim > of judgement.., no matter what she wears..still she's a living target, the > prey of the predator..the casualty of men's machosism..it's ironically men > really enjoys this and considered it as a sexual pleasure for their eyes, > to feed their lust, and still point a finger to her with judgement..it's > not fair for women but..hey..we lives in the men's world..,right?i think if > we re still in this kinda perceptive..we will living in a hipocrite > culture.., we re against it but on the other hand we re takes so much > pleasure on it... > i think we should change our attitude of thinking..we should be open mind, > i think most ppl thought they re culture-minded, civilised, and modern but > still trapped in the prejudice and sexes mind..., but it's the way the > system works..if u wanna change the system..change the mind first... > > > > > "Ari Condro" > <[EMAIL PROTECTED] To: <[email protected]> > > cc: "Carla Annamarie" > Sent by: <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, > [EMAIL PROTECTED] "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>, "kim > ups.com hook" <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [ppiindia] Re: Suara Perempuan > > 04/19/2005 07:34 > PM > Please respond to > ppiindia > > > > > > > > Dengan logika dari mas danardono : > "By the way, kalau wanita berbusana sexy ria, itu hasilnya belum tentu > pelecehan, malah sering sebaliknya, membuat pria kalang kabut, lalu > kedodoran. Dan----bersedia mengeluarkan dana seberapa banyaknya > diminta sicantik, akhirnya dompet melompong...." > > dan dari mbak Carla > "segala sesuatu yg sifatnya physical that referred to women's body is a > threat for men's..bcs women's body is their ultimate weakness...there's a > power in women's body.., but all this time women's has been used or badly > treated by men to satisfied their ego, many women feels unworthy, feels > ugly, cheap, low self-estem, and low self-confidence, dont appreciate her > body as her sacred thing, her most precious thing bcs they have been fooled > by the men paradigm abt her body..., in our cultural society..women has > been taught that her body is the tool of evil.., so they re not accustomed > to honour her body but get used to despise it. > > if only women could realize that her body is a sacred thing, it's great to > feels sexy, and dont afraid to express her self as a free human being." > > sebenarnya ada pertanyaan lanjutan saya : > > 1. Apakah logika mas Danardono memberikan kita cukup reason > yang conditio sine qua non { untuk misalnya bersikap ala Perancis } > yang membanned penduduknya sendiri yang memegang kultur > busana muslimah di ruang publik i.e Sekolah Umum ? > > Saya terutama bertanya ke mas Ade Kim Hook yang di Perancis > langsung dan jadi pengamat secara inheren (meskipun doi > mempromosikan pandangan eksklusif anti agama Islam), > namun saya berharap bisa belajar susatu dari dia. > Minimal tahu pemikiran orang sana (entah obyektif atau tidak) > juga saya bertanya ke mas Danardono, yg udah bertahun-tahun > di Jenewa dan udah banyak makan asam garam kehidupan. > > Kenapa saya bertanya ? Karena secara logika seorang awam > yang merupakan orang biasa saja dan hidup sehari-hari di > Indonesia, pandangan itu kok nampaknya njomplang, > kenapa hanya karena ingin menghargai diri sendiri > dan ingin dihargai orang lain, kok dengan bikin akal-akalan rendah. > Kenapa tidak percaya diri dengan kemampuan berpikir, kecerdasam > atau kewibawaan, keluesan dalam bertindak ..... [ alternatif dan cara > lain untuk dihargai dengan cara non pelacuran diri sendiri ] > > 2. Kalau pemikiran Carla sendiri, berpakaian terbuka di kultur > lama belum tentu sama dengan budaya berpakaian sexy lho. > Secara kultur, bagian atas tubuh bagi kebanyakan orang kita > bukan sesuatu yang memalukan. Orang Badui dalam, > orang bali - dulu, dan banyak orang Jawa - duluuuuuu, > hampir tidak memakai pakaian bagian atas. > Juga orang Papua dan Timor. Maks pake semacam kemben. > > Karena bagi lelaki dulu, bagian yg bisa bikin nafsu naik > adalah bagian paha ke atas. Sementara kultur nafsu naik > orang Barat adalah justru bagian dada ke atas. > > Kultur baratlah yang membuat bangsa kita > jadi lebih tertutup pakaiannya. Selanjutnya orang > lokal kota lah yang mengintrodusir budaya malu ini > ke kantong-kantong masyarakat di pedalaman. > > Sama seperti budaya "menikmati hubungan seksual", > secara filosofis, masalah ini hampir tidak ada di kamus > orang jawa. Lain dengan orang India yang punya > Kamasutra, dan orang Arab/Persia yang punya > buku sejenis [lupa namanya]. Orang China > dan Jepun juga memiliki panduan klasik > dalam hal beginian. Orang barat juga > sepertinya baru diabad 19 saja mulai memiliki > perhatian akan masalah ini. Pernah saya baca > di Intisari kalau penelitian tentang masalah > seksual dan reproduksi manusia justru baru > tahun 1900an, kalah duluan dengan thd > serangga, burung dan mamalia lainnya. > > Jadi karena kultur dan bawaan filosofis kita > banyak yang built in memang tidak memikirkan > masalah ke-sexy-an ini, saya jadi bertanya-tanya > ide mbak Carla ttg budaya hipokrit ini relevan atau tidak ya ? > > Buat orang barat atau anak muda perkotaan jaman > sekarang yang secara kulturaal beda dengan jamannya > pak Yustam atau mas Danardono mungkin ya. > > Tapi apa ini relevan dengan kebanyakan orang kita ? > Jangan-jangan ini cuma introdusir gaya pergaulan kota/ > budaya lain, yang sebenarnya justru merupakan hal baru bagi kita. > > So, mau dibawa ke mana anak negeri ini ? > > salam, > Ari Condro > > > > > ----- Original Message ----- > From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> > > DH: Dan....masih sudi dimadu.... > > By the way, kalau wanita berbusana sexy ria, itu hasilnya belum tentu > pelecehan, malah sering sebaliknya, membuat pria kalang kabut, lalu > kedodoran. Dan----bersedia mengeluarkan dana seberapa banyaknya > diminta sicantik, akhirnya dompet melompong.... > > Si pria lalu menikahi semua yang merangsangnya, akhirnya budget > berantakan.... > > Si cantik lihat, abang masih ber-uang? ya abang sayang.. > abang habis uang? si cantik melayang... > > Gitu aja kok repott > > Wanita itu tidak bodoh lho! > > > === > From: "Carla Annamarie" <[EMAIL PROTECTED]> > > kalo dari segi kultur historis, budaya berpakaian "terbuka" or diasumsikan > sexy adalah merupaakn bagian dari budaya bgs indo, contohnya diliat dari > gambar2 yang ada di candi2, or pakaian2 adat jawa..kaum wanitanya memakai > pakaian kemben or misalnya budaya pakaian kebaya, dimana memperlihatkan > lekuk tubuh wanita secara jelas. > > keindahan physical adalah bagian estetika wanita..dan seringkali pelecehan > terjadi oleh kaum pria adalah karena paradigma yang sdh rooted pada kaum > pria selama ini kalo women's body is a comodity, it's a men's property, > it's a tool to satisfied men's lustful desire..,pria jarang untuk melihat > nilai estetika from women's body..tp dari nilai comodity or nilai > seksualnya even women's is a sexual being..but to judge her body like that > i think it's not humane.. , so yg terjadi adalah pelecehan. > > segala sesuatu yg sifatnya physical that referred to women's body is a > threat for men's..bcs women's body is their ultimate weakness...there's a > power in women's body.., but all this time women's has been used or badly > treated by men to satisfied their ego, many women feels unworthy, feels > ugly, cheap, low self-estem, and low self-confidence, dont appreciate her > body as her sacred thing, her most precious thing bcs they have been fooled > by the men paradigm abt her body..., in our cultural society..women has > been taught that her body is the tool of evil.., so they re not accustomed > to honour her body but get used to despise it. > > if only women could realize that her body is a sacred thing, it's great to > feels sexy, and dont afraid to express her self as a free human being. > > === > > From: "Carla Annamarie" <[EMAIL PROTECTED]> > > > > actually...wearing sexy and gorgeous outfit is a free choice...but perhaps > depends on the time n occasions whether they re appropriate or > unappropriate for wearing those kinda clothes..., i think if at clubs, cafe > or dinner party we saw a women wearing a sexy outfit..it's very eyecatching > n breathtaking..for guys especially...:)).. > there's nothing wrong or against the law to wear a sexy outfit..i think to > feels sexy or to be sexy is women's rights...and manytimes men brought up > this thing as an argument or as an excuse to abuse women..such a > hipocrite.. > > === > From: <[EMAIL PROTECTED]> > > pria menghargai wanita ... yah dengan membuat wanita > sebagai komoditas .... dan ini pilihan wanita sendiri ... > pria tidak pernah memaksakan hal ini ... zaman sekarang > menjual barang tanpa menjual keindahan tubuh atau > kecantikan wanita .. mana mungkin sales promotion > bisa tercapai ... harga seorang wanita tergantung dari > berapa banyak dia akan di bayar sebagai komodity > > coba lihat aja miss dunia, dengan kemolekan tubuh dan > kecantikan, mereka dapat mempromosikan parawisata > dan sedikit charity di mana untuk menutupi segi bisnis > yang ada dibelakang penampilannya .. ujung-ujungnya > wanita hanya sebagai bahan eksploitasi yang dilakukan > dengan cara halus maupun dengan cara kasar .. > > memang kerasnya dunia lelaki tanpa wanita rasanya > kurang sempurna .. karena hanya wanita yang bisa > menghibur dan menentramkan bagi seorang pria, > tapi bisa juga wanita menjadi penyebab malapetaka > > untuk menggerakkan roda dunia ini dibutuhkan peran > pria dan wanita ... di mana wanita menjadi motivator > dan bisa juga menjadi provokator ... ini tergantung dari > tingkat keimanan wanita itu terhadap ajaran agamanya > sebagai moral yang mengantarkan dunia ini dalam > kehidupan yang damai ..... > > kalau dulu wanita bisa telanjang, mungkin teknology > pembuatan pakaian belum semaju sekarang, tapi > jadul itu kehidupan spiritual lebih utama dibandingkan > dengan jaman sekarang, sehingga dengan kekosongan > spiritual inilah banyak terjadi tindakan-tindakan > yang tidak bermoral ... apalagi dengan agama yang > hanya mengandalkan percaya, tanpa bisa mencerna > kepercayaan itu sendiri .... > > salam, > > > === > From: "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]> > > Ya, hal-hal semacam ini yang tidak bisa dipahami > oleh kita-kita yang besar dalam budaya timur > dan konteks kultur agama yang kuat. > > Mbak Carla Annemarie yang pernah di LN > mungkin bisa memberi pandangan kritis > yang lebih sistematis tentang hal ini. > > Kalo bisa jawaban yang cukup panjang > dan bisa mengupas lebih dalam secara budaya. > Dan bukan jawaban singkat semata > dari sisi anda secara personal. > Kalau bisa, dan ada teman lain > yang concern dan bisa menambah banyak, > diskusi ini bisa lebih fruitful. > > salam, > Ari Condro > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project. http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

