He..he..semoga wanita2 pejuang gender ini juga akan berjuang 
menguasai dunia bisnis/ekonomi sehingga bisa menggunakan laki2 utk 
dieksploitasi. Misal iklan mobil, pake laki2 dengan pakaian 
seksinya. Atau Iklan rokok dengan bibir laki2 yang seksi...

Mas Yustam, jangan berprasangka buruk dong sama pejuang gender ini. 
Masa' tujuannya untuk menghancurkam lembaga perkawinan? Kenapa bisa 
sampe kesitu pikirannya mas?

wassalam,
--- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
>> 
> cuma ada fenomena tentang perjuangan gender dan feminimitas
> yang kayaknya aneh,  karena mereka diperjuangkan oleh
> wanita-wanita yang umumnya lajang  ....   padahal perjuangan gender
> dan feminim itu kayaknya bertujuan untuk menghancurkan
> lembaga perkawinan
> 
> jadi adakah yang salah di sini  atau wanita-wanita itu mempunyai
> mental yang perlu di check ke phycholog
> 
> may be mba carla could answer this curiosity  ....  ?
> 
> salam,
> 
> 
> 
> 
>                                                                    
                                                       
>                     Carla 
Annamarie                                                            
                           
>                     <[EMAIL PROTECTED]        To:     
[email protected]                                      
>                     ial.co.id>                      
cc:                                                                  
 
>                     Sent by:                        Subject:     
Re: [ppiindia] Suara Perempuan                           
>                     
[email protected]                                             
                                 
>                                                                    
                                                       
>                                                                    
                                                       
>                     20/04/2005 
10:33                                                                
                      
>                     Please respond 
to                                                                   
                  
>                     
ppiindia                                                             
                                 
>                                                                    
                                                       
>                                                                    
                                                       
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> pria menghargai wanita  ... yah dengan membuat wanita
> sebagai komoditas  ....  dan ini pilihan wanita sendiri  ...
> pria tidak pernah memaksakan hal ini  ... zaman sekarang
> menjual barang tanpa menjual keindahan tubuh atau
> kecantikan wanita   ..  mana mungkin sales promotion
> bisa tercapai   ...  harga seorang wanita tergantung dari
> berapa banyak dia akan di bayar sebagai komodity
> 
> > pak Yustam..., if u support that kinda thinking..as u said women 
is a
> comodity..her value worth is based on money bcs comodity means 
money, rite?
> so i assume u also support that men's value/worth is based on money
> also..., how much money he has or makes.., isn't that right pak
> Yustam...?:))...
> 
> 
> 
>                       [EMAIL PROTECTED]
> 
>                       Sent by:                 To:
> [email protected]
>                       [EMAIL PROTECTED]        cc:
> 
>                       ups.com                  Subject:  Re: 
[ppiindia]
> Suara Perempuan
> 
> 
>                       04/19/2005 04:17
> 
>                       PM
> 
>                       Please respond to
> 
>                       ppiindia
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> pria menghargai wanita  ... yah dengan membuat wanita
> sebagai komoditas  ....  dan ini pilihan wanita sendiri  ...
> pria tidak pernah memaksakan hal ini  ... zaman sekarang
> menjual barang tanpa menjual keindahan tubuh atau
> kecantikan wanita   ..  mana mungkin sales promotion
> bisa tercapai   ...  harga seorang wanita tergantung dari
> berapa banyak dia akan di bayar sebagai komodity
> 
> coba lihat aja miss dunia, dengan kemolekan tubuh dan
> kecantikan, mereka dapat mempromosikan parawisata
> dan sedikit charity di mana untuk menutupi segi bisnis
> yang ada dibelakang penampilannya  ..   ujung-ujungnya
> wanita hanya sebagai bahan eksploitasi yang dilakukan
> dengan cara halus maupun dengan cara kasar  ..
> 
> memang kerasnya dunia lelaki tanpa wanita rasanya
> kurang sempurna  ..  karena hanya wanita yang bisa
> menghibur dan menentramkan bagi seorang pria,
> tapi bisa juga wanita menjadi penyebab malapetaka
> 
> untuk menggerakkan roda dunia ini dibutuhkan peran
> pria dan wanita  ...   di mana wanita menjadi motivator
> dan bisa juga menjadi provokator  ...  ini tergantung dari
> tingkat keimanan wanita itu terhadap ajaran agamanya
> sebagai moral yang mengantarkan dunia ini dalam
> kehidupan yang damai  .....
> 
> kalau dulu wanita bisa telanjang, mungkin teknology
> pembuatan pakaian belum semaju sekarang, tapi
> jadul itu kehidupan spiritual lebih utama dibandingkan
> dengan jaman sekarang, sehingga dengan kekosongan
> spiritual inilah banyak terjadi tindakan-tindakan
> yang tidak bermoral  ...  apalagi dengan agama yang
> hanya mengandalkan percaya, tanpa bisa mencerna
> kepercayaan itu sendiri  ....
> 
> salam,
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> bagaimana pria kan menghargai wanita yang membuka tubuhnya kalau 
wanita
> sendiri tidak menghargainya (tubuhnya) dengan membuka tubuhnya. 
padahal
> untuk itu mereka menempuh resiko of being abused.
> 
> Carla Annamarie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> kalo dari segi kultur historis, budaya berpakaian "terbuka" or 
diasumsikan
> sexy adalah merupaakn bagian dari budaya bgs indo, contohnya 
diliat dari
> gambar2 yang ada di candi2, or pakaian2 adat jawa..kaum wanitanya 
memakai
> pakaian kemben or misalnya budaya pakaian kebaya, dimana 
memperlihatkan
> lekuk tubuh wanita secara jelas..
> keindahan physical adalah bagian estetika wanita..dan seringkali 
pelecehan
> terjadi oleh kaum pria adalah karena paradigma yang sdh rooted 
pada kaum
> pria selama ini kalo women's body is a comodity, it's a men's 
property,
> it's a tool to satisfied men's lustful desire..,pria jarang untuk 
melihat
> nilai estetika from women's body..tp dari nilai comodity or nilai
> seksualnya even women's is a sexual being..but to judge her body 
like that
> i think it's not humane.. , so yg terjadi adalah pelecehan..
> segala sesuatu yg sifatnya physical that referred to women's body 
is a
> threat for men's..bcs women's body is their ultimate 
weakness...there's a
> power in women's body.., but all this time women's has been used 
or badly
> treated by men to satisfied their ego, many women feels unworthy, 
feels
> ugly, cheap, low self-estem, and low self-confidence, dont 
appreciate her
> body as her sacred thing, her most precious thing bcs they have 
been fooled
> by the men paradigm abt her body..., in our cultural 
society..women has
> been taught that her body is the tool of evil.., so they re not 
accustomed
> to honour her body but get used to despise it...
> if only women could realize that her body is a sacred thing, it's 
great to
> feels sexy, and dont afraid to express her self as a free human 
being..
> 
> 
> 
> 
>                       "Ari Condro"
> 
>                       <[EMAIL PROTECTED]        To:
> <[email protected]>
>                       >                        cc:       "Carla 
Annamarie"
> 
>                       Sent by:
> <[EMAIL PROTECTED]>
>                       [EMAIL PROTECTED]        Subject:  Re: 
[ppiindia]
> Suara Perempuan
>                       ups.com
> 
> 
> 
>                       04/19/2005 01:43
> 
>                       PM
> 
>                       Please respond to
> 
>                       ppiindia
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Ya, hal-hal semacam ini yang tidak bisa dipahami
> oleh kita-kita yang besar dalam budaya timur
> dan konteks kultur agama yang kuat.
> 
> Mbak Carla Annemarie yang pernah di LN
> mungkin bisa memberi pandangan kritis
> yang lebih sistematis tentang hal ini.
> 
> Kalo bisa jawaban yang cukup panjang
> dan bisa mengupas lebih dalam secara budaya.
> Dan bukan jawaban singkat semata
> dari sisi anda secara personal.
> Kalau bisa, dan ada teman lain
> yang concern dan bisa menambah banyak,
> diskusi ini bisa lebih fruitful.
> 
> salam,
> Ari Condro
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: "Samsul Bachri" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> anehnya lagi.....meski mengaku banyak dieksploitasi dan merasa 
dilecehkan
> masih saja banyak wanita yang memperebutkan posisi untuk 
dilecehkan. masih
> saja memakai baju yang super ketat nan seksi untuk memperlihatkan
> sensualitasnya yang ujung2nya akan melecehkan dirinya
> sendiri.........paradoks ga sih.........?
> 
> ----- Original Message -----
> From: "Eko Bambang Subiyantoro" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> 
> >
> > http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=artikel%7C-35%7CX
> > Jumat, 15 April 2005
> > "Suara Perempuan"
> >
> >
> > Oleh Cicilia Maharani
> >
> >
> > Akhir-akhir ini saya merasa dekat sekali dengan suara perempuan. 
Begini
> awalnya. Pada suatu pagi saya ingin menabung maka pergilah saya ke 
sebuah
> bank swasta. Sampai disana, saya disambut oleh mesin tempat 
mengambil nomor
> antrian. Sayapun duduk menunggu antrian dengan tertib sambil 
menyibukkan
> diri dengan membaca dan sesekali menonton televisi yang dipampang 
di salah
> satu sudut.
> >
> > Saya ?terbangun? ketika ada mesin bersuara perempuan menyebutkan 
nomor
> antrian saya, ? Nomor antrian 5, silahkan ke counter 6 .? Sayapun
> melangkahkan kaki menuju counter tersebut dan menyelesaikan urusan.
> >
> > Setelah itu saya pergi ke kantor telepon untuk membayar tagihan 
bulanan.
> Sama prosedur antriannya, saya sedang membaca buku ketika saya 
kembali
> ?dibangunkan? oleh mesin bersuara perempuan yang membawa kaki saya 
ke
> counter yang dimaksud.
> >
> > Setelah bayaran selesai, saya teringat bahwa saya harus menelpon 
kakak
> saya, Edo, untuk meminjam camera digital-nya. Saya tekan nomor hp 
Edo :
> 08121 134 sekian sekian. Bukan suara kakak laki-laki saya yang 
menjawab,
> melainkan suara perempuan lagi, kali ini bernama Veronica. Baru 
juga pukul
> 10.00 pagi dan saya sudah disapa ramah oleh suara ?mesin berjenis 
kelamin
> perempuan? sebanyak tiga kali.
> >
> > Lalu saya pergi ngantor. Sampai di kantor, saya harus menelpon 
banyak
> rekan untuk datang ke acara saya. Sayapun sibuk mencari nomor 
telepon
> rekan-rekan saya itu. Pertama-tama saya ingin menelpon kolega yang 
bekerja
> di majalah ternama. Begitu tersambung, saya disambut sekali lagi 
oleh mesin
> otomatis bersuara perempuan, ?Terima kasih Anda telah menghubungi 
majalah
> A,
> untuk bagian redaksi tekan 1, untuk bagian iklan tekan 2, untuk 
bagian
> promosi tekan 3, seterusnya dan seterusnya??. Hmmm, ini baru satu 
kantor,
> bagaimana dengan kantor-kantor yang lain?. Ada berapa ribu kantor? 
Ada
> berapa ?mesin berjenis kelamin perempuan? ? Dan sayapun mencoba 
menikmati
> suara-suara perempuan yang terus menerus tak terbendung masuk ke 
telinga
> saya.
> >
> > Setelah seharian berkutat dengan telepon dan bekerja di depan 
komputer,
> saya ingin bersantai-santai dulu. Saya ingin melarikan diri dari 
suara
> perempuan yang sepanjang hari ini memenuhi kepala. Cukup, sampai 
disini
> dulu
> kedekatan saya dengan suara perempuan. Refreshing ah. Saya ingin 
keluar
> dari
> realitas sebentar dengan menonton film di bioskop.
> >
> > Setelah membeli tiket, saya memilih camikan yang asyik. Pop 
corn, coklat
> atau tahu isi ya enaknya? Atau hot dog? Sepertinya lemak gurih 
didalamnya
> menggoda sekali, yummy. Saya sedang asyik melahap hot dog ketika 
ada suara
> pengumuman, ?Pintu teater satu telah dibuka?. Saya tersedak! Suara
> perempuan
> lagi? Ya ampun?.
> >
> > Ternyata tidak hanya secara fisik perempuan lebih sering hadir 
untuk
> urusan depan, alias perkenalan yang perlu bermanis-manis, ? 
Selamat datang
> Pak, Bu, bisa saya bantu?, tetapi perempuan juga telah sampai ke
> mesin-mesin
> yang memerlukan suaranya untuk sekedar ramah tamah. Sentuhan 
sapaan itu
> seakan-akan dapat lebih menyenangkan hati pendengarnya jika suara 
itu
> datang
> dari yang namanya perempuan.
> >
> > Saya tidak akan meneruskan ini menjadi sebuah persoalan seperti 
kenapa
> suara perempuan yang dipajang adalah suara yang penuh sapaan, 
penuh ramah
> tamah saja, bukan suara yang kita ingin keluarkan karena merasakan
> ketidakadilan. Kenapa yang digaungkan bukan suara perempuan 
pingiran yang
> banyak didera kekerasan?
> >
> > Di tengah pertempuran di kepala itu muncul ide saya. Saya 
membayangkan
> apa
> yang terjadi bila suara perempuan itu diganti oleh suara laki-
laki? Akan
> tidak ramahkan? Akan larikah orang-orang yang mendengarnya? Akan 
tidak
> merdu
> mendayu-dayukah? Apa sih yang membuat perempuan sangat penting 
sehingga
> diciptakan mesin berjenis kelamin perempuan?
> >
> > Jawabannya mungkin banyak dan bervariasi, namun ada satu hal 
yang pasti,
> yaitu keinginan yang terus menerus untuk ?menjual? perempuan. Di 
berbagai
> iklan, perempuan sudah begitu banyak dieksploitasi, di penulisan-
penulisan
> berita, terutama berita kriminal seperti perkosaan, perempuan 
ibarat sudah
> jatuh tertimpa tangga pula.
> >
> > Ringkasnya, dalam masyarakat patriarkhis, setiap inci dari tubuh
> perempuan
> merupakan barang komoditi. Begitu pula dengan suara perempuan, ia 
menjadi
> komoditas yang sengaja di konstruksi untuk diperdengarkan, 
digaungkan,
> setelah sebelumnya dipoles dengan ramah tamah. Identifikasi suara 
perempuan
> ini tidak terlepas pula dari konstruksi budaya yang mengidentikan 
perempuan
> dengan kelembutan. Dalam konteks ini maka, intelektualitas dan 
kemampuan
> perempuan menjadi tidak penting, karena perempuan selalu dinilai 
dari
> penampilan fisik. Tapi, itulah masyarakat patriarkhi yang selalu 
menjadikan
> tubuh perempuan sebagai obyek eksploitasi.
> >
> >
> > Cicilia Maharani penulis lepas, tinggal Jakarta
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
*********************************************************************
******
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> >
> 
*********************************************************************
******
> >
> 
_____________________________________________________________________
_____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> 
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> 
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service.
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>  Make Yahoo! your home page
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________
> 
> Disclaimer :
> - This email and any file transmitted with it are confidential and
> are intended solely for the use of the individual or entity whom
> they are addressed, if you are not the original recipient, please
> delete it from your system.
> - Any views or opinions expressed in this email are those of the
> author only.
> ______________________________________________________________
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------
~-->
> Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site 
for
> anyone who cares about public education!
> http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
> -------------------------------------------------------------------
-~->
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________
> 
> Disclaimer :
> - This email and any file transmitted with it are confidential and
> are intended solely for the use of the individual or entity whom
> they are addressed, if you are not the original recipient, please
> delete it from your system.
> - Any views or opinions expressed in this email are those of the
> author only.
> ______________________________________________________________





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke