pak ari ini top... tapi agak tricky... dia lontarkan
umpan masalah... dan dia sudah siap dengan
argumennya... toooppp....
At 01:09 PM 4/25/05 +0700, you wrote:
>Bagaimana dengan poligami praktik Nabi Saw?
>
>Kalau kita bicara tentang praktik Nabi, ketahuilah Nabi itu menjalani
>bahtera rumah tangga lebih dari 30 tahun. Tapi selama 28 tahun Nabi setia
>dengan praktik monogami. Dan hanya delapan tahun dia melakukan poligami.
>Kalau kita menggunakan proporsi waktu juga, maka anggapan bahwa poligami
>adalah Sunnah itu lucu juga. Alasannya, jika memang dianggap sunah, mengapa
>Nabi tidak melakukannya sejak pertama kali berumah tangga? Bahkan, praktik
>monogami Nabi yang sangat lama itu dilakukan di tengah situasi sosial
>masyarakat Arab yang menganggap poligami itu lumrah.
>
>Jadi jelas Nabi lebih bahagia dan sukses ketika menjalani kehidupan
>monogami. Ingat, betapa berdukanya Nabi setelah wafatnya Khadijah, isterinya
>beliau satu-satunya dalam praktik monogami. Bahkan, tahun itu (kesepuluh
>kenabian) disebut juga sebagai amulhuzn (tahun duka cita, Red). Baru dua
>tahun sepeninggal Khadijah, Nabi berpoligami. Itu pun dijalani sebentar
>saja.
>
>Selain itu, perlu diingat kasus Nabi melarang Ali bin Abi Thalib melakukan
>poligami yang berarti memadu putrinya, Fatimah. Itu dikisahkan dalam hadis
>sahih, dan diriwayatkan, di antaranya oleh Bukhari dan Muslim dalam kitab
>sahih mereka. Juga diriwayatkan oleh ulama hadis terkemuka seperti Turmudzi
>dan Ibn Majah.
>
>Artinya, secara subjektif Nabi tidak suka anaknya dimadu?
>
>Ya, Nabi marah besar ketika mendengar putri beliau, Fatimah, akan
>dipoligami Ali. Nabi pun langsung masuk ke masjid, naik mimbar dan
>berkhutbah di depan banyak orang: Beberapa keluarga Bani Hasyim bin
>al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali
>bin Abi Thalib. Sabda Nabi: innn lb bdzan, (saya tidak akan izinkan),
>tsumma lb bdzan (sama sekali, saya tidak akan izinkan), tsumma lb bdzan
>illb an ahabba ibn Abn Thblib an yuthalliq ibnatn, (sama sekali, saya
>tidak akan izinkan, kecuali bila anak Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku
>dahulu). Lalu Nabi melanjutkan, Fbthimah bidhatun minnn, yurnbunn mb
>arbbahb wa yudznnn mb adzbhb, Fatimah adalah bagian dari diriku; apa yang
>meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan
>menyakiti hatiku juga (Jbmi al-Ush{l, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).
>Akhirnya Ali bin Abi Thalib tetap bermonogami sampai Fatimah wafat.
>
>Hadis tersebut jarang sekali disiarkan?
>
>Ya. Itulah ironisnya. Ada distorsi yang dilakukan kalangan propoligami.
>Ketika kita membuka kitab-kitab hadits semacam Majbmi Al-Ush{l, kumpulan
>enam kitab hadis terbesarmisalnyaakan ditemukan tiga klasifikasi tentang
>poligami. Pertama, ada pembatasan. Alkisah, ada sahabat yang kawin dengan
>sepuluh orang, lantas Nabi menganjurkan untuk menceraikan selain empat
>orang. Itulah yang dilakukan Nabi pada Ghilan bin Salamah ats-Tsaqafi, Wahb
>al-Asadi, dan Qais bin al-Harits. Kedua, ada hadis tentang moralitas
>poligami. Dalam hadits ini, disebutkan kalau orang yang melakukan praktik
>poligami harus adil, tidak berlaku aniaya atas dua isteri; kalau berbuat
>aniaya diancam siksa neraka. Ketiga, perilaku Nabi dalam berpoligami.
>
>Coba lihat kitab Imam Ibn al-Atsir (544-606H), kita temukan bukti bahwa
>poligami Nabi adalah media untuk menyelesaikan persoalan sosial saat itu,
>ketika lembaga sosial yang ada belum cukup kukuh untuk solusi. Sebagian
>besar yang dinikahi Nabi adalah janda-janda yang ditinggal mati suaminya
>ketika berjihad, kecuali Aisyah binti Abu Bakr.
>
>Saya membaca lagi kitab Al-Hidbyah karangan Al-Murhinani, seorang ulama dari
>mazhab Hanafi, bahwa ada suatu saat poligami bisa diharamkan. Pandangan
>tersebut misalnya, dapat disimak dari Imam Al-Syafii dalam Ar-Risalah-nya.
>Dia pernah mengatakan, seorang laki-laki merdeka diharamkan berpoligami
>dengan seorang amat, budak perempuan. Sebab apa? Dikhawatirkan, nanti akan
>terjadi kerusakan pada keturunannya. Anak seorang budak, nasibnya saat itu
>akan menjadi budak juga. Artinya, dalam fikih selalu ada kemungkinan bahwa
>antara poligami atau monogami, dalam konteks tertentu, salah satunya justru
>malah lebih diunggulkan.
>
>Selama ini orang yang berpoligami mengambil landasan dari ayat Alquran.
>Bagaimana menjawab argumen seperti ini?
>
>Sebenarnya kalau mau jujur, dalam Alquran ada tiga poin yang terkaitan
>dengan poligami. Yang pertama, anggaplah semacam memberi kesempatan untuk
>poligami. Kedua, peringatan atau warning agar belaku adil: fain khiftum allb
>tadil{ fawbhidah (kalau engkau sangsi tidak dapat berlaku adil, satu
>sajalah! -Red). Ketiga, ada ayat yang mengatakan, walan tashtatn{ an
>tadiln bainan nisb wain harashtum. Artinya, kamu sekalian (wahai kaum
>laki-laki!) tidak akan bisa berbuat adil antara isteri-isterimu, sekalipun
>engkau berusaha keras.
>
>Ini artinya, kalau kita melakukan komparasi atas berbagai ayat,
>kesimpulannya adalah satu ayat membolehkan poligami, sementara dua ayat
>justru (seakan-akan) menafikan terwujudnya syarat pokok berpoligami: masalah
>keadilan. Intinya, dua ayat justru mengekang poligami. Kalau kita
>menggunakan proporsi seperti tadi, akan dihasilkan perbandingan dua ayat
>banding satu. Dan ingat, satu-satunya ayat yang seakan membolehkan poligami,
>yaitu Qs An-Nisa: 2-3, konteksnya adalah perlindungan terhadap yatim piatu
>dan janda korban perang.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/