Refleksi: Kalau tidak menaikan mutu pendidikan dan pemeliharaan  maka 10000 
kapal pun tak cukup sebab cepat rusak dan jadi besi tua.




http://www.suarapembaruan.com/News/2005/04/26/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 

--------------------------------------------------------------------------------

TNI-AL Butuh Sekitar 100 Kapal Patroli untuk Amankan Selat Malaka
JAKARTA - Untuk mengamankan kawasan laut di wilayah barat Indonesia, khususnya 
di kawasan Selat Malaka, Armada RI Kawasan Barat (Armabar) Tentara Nasional 
Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) membutuhkan sekitar 100 kapal patroli. 
Pasalnya, lalu lintas kapal di kawasan tersebut sangat padat dan sangat rawan 
dengan aksi-aksi kejahatan. 

Hal itu dikatakan Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) II Jakarta 
Laksamana Pertama M Jurianto kepada wartawan di Jakarta, Senin (25/4). 
Danlantamal II juga telah berhasil menangkap kapal berbendera Singapura yang 
ingin menyelundupkan gula impor sebnyak 15.596 ton dari Thailand ke Indonesia. 

"Tahun 2005 saja sudah ada 9 kasus penyelundupan seperti ini. Yang rawan, di 
jalur pelayaran domestik dan internasional. Seperti kasus ini, berangkat dari 
Thailand dan ditangkap di perairan Pulau Natuna," kata dia. 

Menurut Jurianto, pihaknya saat ini memang memfokuskan kekuatan di kawasan 
Selat Malaka dan sekitarnya karena rawan akan aksi perompakan dan 
penyelundupan. Apalagi, lalu lintas kapal di kawasan itu sangat padat. Dalam 
satu hari bisa lebih dari 200 kapal yang melintas di kawasan tersebut. 

Armabar, lanjut dia, memiliki pos pengamat di sekitar kawasan itu untuk 
mengaawasi dan mengidentifikasi kapal-kapal apa saja yang lewat di sana. 

"Dengan luas wilayah dan potensi kerawanan seperti itu, sebenarnya kami 
membutuhkan sekitar seratus kapal patroli. Apalgi, kami juga mempunyai fungsi 
pertahanan laut. Jadi, seharusnya ada striking force di sana," katanya 

Jurianto tidak tahu persis berapa anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan 
operasi pengamanan di kawasan barat Indonesia. Yang jelas, hasil operasi yang 
dilakukan TNI AL di kawasan barat, khususnya dalam menangani aksi-aksi 
penyelundupan, uang negara sebesar Rp 5 triliun per tahun dapat diselamatkan. 


Penyelundupan Gula 

Pada kesempata itu, Jurianto juga menyampaikan keberhasilan TNI AL dalam 
menangkap kapal berbendera Singapura yang ingin menyelundupkan gula impor dari 
Thailand ke Indonesia. Pada 23 April 2005, kapal patroli KRI Lemadang-806 
menangkap KM Asean Premier yang Singapura dan mengangkut 15.596 ton gula putih 
ilegal. 

"Seluruh awak kapal kami tahan termasuk nakhoda kapal Xie Zhen Xing yang 
berkewarganegaraan Thailand. Kapal itu bertolak dari Pelabuhan Koshichang, 
Thailand. Mereka tertangkap di sebelah utara Pulau Tambelan, Kepulauan Natuna," 
papar dia. 

Menurut dia, saat prajurit TNI AL yang berpatroli memeriksa mereka, nakhoda 
kapal tidak bisa menunjukan orang yang mengimpor gula putih yang mereka bawa 
itu. 

TNI AL telah melaporkan temuan itu ke Departemen Perdagangan serta 
instansi-instansi terkait lain. Saat ini, kapal yang berawak 23 orang itu, 
tujuh di antaranya adalah warga negara Indonesia, berada di sekitar teluk 
jangkar untuk menunggu proses hukum. 

Sebelumnya, Armabar juga menangkap sebuah kapal asing berbendera Panama jenis 
crew boat dengan nama MV Ebeer Twenty Two di perairan Pulau Karimun pada 19 
April 2005. (O-1) 



--------------------------------------------------------------------------------

Last modified: 26/4/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke