http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=168463

Rabu, 27 Apr 2005,


Melemahnya Kurs Rupiah


Terjadi anomali di pasar uang pada perdagangan awal pekan ini. Meskipun pasar 
didera sentimen negatif kenaikan suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia), 
sebetulnya ada sinyal positif terkait komitmen investasi dari beberapa negara 
ke Indonesia. Mengapa kurs rupiah tetap melemah hingga mendekati level Rp 
10.000 per dolar AS?

Faktor utama yang mendorong melemahnya rupiah saat ini memang ekspektasi pasar 
akan kemungkinan terus naiknya suku bunga SBI. Kenaikan SBI sendiri, selain 
ditopang oleh lonjakan inflasi, juga merupakan dampak tidak langsung kenaikan 
suku bunga di pasar global menyusul kenaikan suku bunga The Fed (bank sentral 
AS). Suku bunga di dalam negeri sendiri diperkirakan akan terus naik. Bahkan, 
diprediksi sulit bagi bank sentral membendung laju suku bunga SBI maksimal 8 
persen.

Jika tekanan terhadap rupiah lebih disebabkan oleh hal-hal teknis ekonomi 
seperti di atas, mungkin depresiasi itu bersifat temporer. Namun, yang juga 
harus dilihat, benarkah aspek-aspek ekonomi lain yang lebih bersifat 
fundamental cukup untuk mencegah jatuhnya rupiah lebih dalam?

Salah satu bom waktu yang setiap saat bisa meledakkan struktur ekonomi nasional 
adalah besarnya beban utang luar negeri, terutama utang dalam bentuk valuta 
asing, termasuk di dalamnya utang dalam bentuk surat utang negara berdenominasi 
dolar yang mencapai USD 1 miliar. Jatuh tempo pembayaran utang itu jika tidak 
ditata cukup baik akan berpotensi menekan nilai tukar rupiah. Sebab, permintaan 
dolar AS akan melambung tinggi.

Selain itu, kinerja perdagangan internasional Indonesia juga akan mempengaruhi 
kuat tidaknya mata uang domestik. Jika kinerja ekspor bisa ditingkatkan yang 
berarti arus valas masuk ke dalam negeri makin besar, mata uang domestik akan 
cenderung menguat. Begitu pula sebaliknya, kebutuhan valas yang tinggi untuk 
pembiayaan impor bisa menekan nilai tukar mata uang domestik.

Pada perdagangan kemarin, kurs rupiah memang telah kembali menguat dan 
bertengger di kisaran Rp 9.600 per dolar AS. Namun, menguatnya kurs ini lebih 
disebabkan intervensi dari Bank Indonesia. Karena itu, kita masih harus melihat 
pergerakan kurs rupiah dalam hari-hari di pekan ini. Namun, dalam jangka 
pendek, potensi rupiah masih cenderung melemah.

Para pelaku bisnis, bank sentral, dan pemerintah memang tidak mengharapkan 
sebuah kurs yang terlalu kuat (overvalued). Yang diharapkan, rupiah segera 
mencapai titik ekuilibriumnya, kemudian stabil di kisaran tersebut. Stabilnya 
kurs mata uag suatu negara akan mendukung terciptanya stabilitas perekonomian 
di negara yang bersangkutan. (*)






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke