Kalau Allah menghalalkan poligami, berarti Alloh seharusnya juga menciptakan 
beberapa Hawa untuk Adam, tetapi  cuma satu Hawa saja. Kasian benar Nabi 
Adam lahir terlalu cepat. Kalau  lahirnya belakangan pasti sorga-sorgaan di 
taman firdaus. :-))

----- Original Message ----- 
From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, April 28, 2005 8:35 AM
Subject: Re: [ppiindia] Islam Liberal Mengharamkan yang Halal - Re: 
Meneguhkan Kembali Gerakan Anti-Poligami


> Allah menghalalkan poligami. Bukan mewajibkan atau
> mengharamkan poligami.
>
> Jadi poligami adalah satu pilihan.
>
> Pada pemilu kemarin, jumlah pemilih wanita di
> Indonesia 4% lebih banyak dari pemilih pria, atau ada
> 4 juta lebih wanita dibanding pria. Kalau dipaksa
> monogami, akan ada 4 juta wanita yang jomblo seumur
> hidup.
>
> Allah Maha Tahu itu, sehingga poligami diperbolehkan,
> jadi tidak ada wanita yang tidak kebagian jodoh...:)
>
> Ayu Utami mungkin tidak menikah karena tidak kebagian
> jodoh...:)
>
> --- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>> Saya baru tahu bahwa Alloh menghalalkan poligami.
>> Rupanya waktu  Adam
>> diciptakan dilupakan dibuat beberapa wanita oleh
>> Alloh dan hanya Hawa
>> dihadirkan, atau bagaimana?
>>
>> ----- Original Message ----- 
>> From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: <[email protected]>;
>> <[email protected]>; "sabili"
>> <[EMAIL PROTECTED]>; "padhang-mbulan"
>> <[EMAIL PROTECTED]>
>> Sent: Thursday, April 28, 2005 8:16 AM
>> Subject: [ppiindia] Islam Liberal Mengharamkan yang
>> Halal - Re: Meneguhkan
>> Kembali Gerakan Anti-Poligami
>>
>>
>> > Allah saja dalam Al Qur'an membolehkan poligami.
>> > Kemudian Nabi dan beberapa sahabat juga
>> berpoligami.
>> >
>> > Hebatnya, Islam Liberal mengharamkan poligami.
>> Mungkin
>> > kelompok Islam Liberal ini merasa lebih hebat dari
>> > Allah dan Rasulnya, sehingga berani mengharamkan
>> yang
>> > halal....:)
>> >
>> > "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
>> haramkan
>> > apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi
>> kamu,
>> > dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya
>> Allah
>> > tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
>> [Al
>> > Maa-idah:87]
>> >
>> >
>> > TIDAK ADA KONTRADIKSI DI DALAM AYAT POLIGAMI
>> >
>> > Oleh
>> > Syaikh Abdul Aziz bin Baz
>> >
>> > Pertanyaan.
>> > Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Di dalam
>> Al-Qur'an
>> > ada satu ayat suci yang berbicara tentang poligami
>> > yang mengatkan.
>> >
>> > "Artinya : Kemudian jika kamu takut tidak akan
>> dapat
>> > berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja"
>> [An-Nisa
>> > : 3]
>> >
>> > Dan pada ayat yang lain Allah berfirman.
>> >
>> > "Artinya : Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat
>> > berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun
>> kamu
>> > sangat ingin berbuat demikian" [An-Nisa ; 129]
>> >
>> > Pada ayat yang pertama tadi dinyatakan bahwa
>> > berpoligami itu dengan syarat adil, sedangkan pada
>> > ayat yang kedua dijelaskan bahwa adil yang menjadi
>> > syarat berpoligami itu tidak mungkin tercapai.
>> Apakah
>> > ini berarti bahwa ayat yang pertama di-nasakh
>> (dihapus
>> > hukumnya) dan tidak boleh menikah lebih dari satu,
>> > sebab syarat harus adil tidak mungkin tercapai ?
>> Kami
>> > mohon penjelasannya, semoga Allah membalas
>> kebaikan
>> > syaikh.
>> >
>> > Jawaban.
>> > Tidak ada kontradiksi antara dua ayat tadi dan
>> juga
>> > tidak ada nasakh ayat yang satu dengan yang lain,
>> > karena sesungguhnya keadilan yang diperintahkan di
>> > dalam ayat itu adalah keadilan yang dapat
>> dilakukan,
>> > yaitu adil dalam pembagian mu'asyarah dan
>> memberikan
>> > nafkah. Adapun keadilan dalam hal mecintai,
>> termasuk
>> > didalamnya masalah hubungan badan (jima') adalah
>> > keadilan yang tidak mungkin. Itulah yang dimaksud
>> dari
>> > firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.
>> >
>> > "Artinya : Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat
>> > berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun
>> kamu
>> > sangat ingin berbuat demikian" [An-Nisa ; 129]
>> >
>> > Oleh karena itulah ada hadits Nabi yang bersumber
>> dari
>> > riwayat Aisyah Radhiyallahu anha. Beliau berkata.
>> >
>> > "Artinya : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
>> sallam
>> > melakukan pembagian (di antara istri-istrinya) dan
>> > beliau berlaku adil, dan beliau berdo'a : 'Ya
>> Allah
>> > inilah pembagianku menurut kemampuanku, maka
>> janganlah
>> > Engkau mencercaku di dalam hal yang mampu Engkau
>> > lakukan dan aku tidak mampu melakukannya"
>> > [Diriwayatkan oleh Abu Daud, At-Timidzi,
>> An-Nasa'i,
>> > Ibnu Majah dan dinilai Shahih oleh Ibnu Hibban dan
>> > Al-Hakim]
>> >
>> > [Fatawal Mar'ah, hal.62 oleh Syaikh Ibnu Baz]
>> >
>> >
>> > [Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi
>> > Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad
>> > Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal
>> > 435-436 Darul Haq]
>> >
>>
> http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1379&bagian=0
>> > --- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> >
>> >>
>> http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=808
>> >>
>> >> Refleksi Hari Kartini
>> >> Meneguhkan Kembali Gerakan Anti-Poligami
>> >> Oleh Faizah SA
>> >> 25/04/2005
>> >> Momentum Hari Kartini sudah sepantasnya dijadikan
>> >> media refleksi untuk merenungkan kembali
>> kesahihan
>> >> poligami yang tersembul dalam UU RI Nomor 1 Tahun
>> >> 1974 tentang Perkawinan. Di situ diterangkan
>> >> kebolehan poligami selama mengantongi ijin istri
>> >> sebelumnya. Keterangan itu malah dikuatkan UU RI
>> No.
>> >> 7/1989 pasal 49 yang menugasi Pengadilan Agama
>> untuk
>> >> menangani poligami.
>> >>
>> >> 21 April 2005, seabad lebih wafatnya RA Kartini.
>> >> Namun, prosesi tahunan -apa yang lazim
>> ditahbiskan
>> >> sebagai Hari Kartini- yang seremonial, tanpa
>> >> substansi, justru potensial mereduksi sosok dan
>> >> ide-ide Kartini. Kartini dikenal dan disajikan
>> >> sebagai tokoh teladan bukan dari dirinya sendiri,
>> >> melainkan dari pandangan orang lain mengenai
>> >> dirinya. Tak heran, jika mitologisasi atas
>> Kartini
>> >> justru mengurangi kebesaran Kartini itu sendiri
>> >> serta menempatkannya dalam dunia dewa-dewa.
>> Semakin
>> >> kurang pengetahuan seseorang tentangnya, makin
>> kuat
>> >> mitologisasi terhadap Kartini. Gambaran orang
>> >> tentangnya dengan sendirinya lantas menjadi
>> palsu,
>> >> karena kebenaran tidak dibutuhkan, orang hanya
>> >> menikmati candu mitos. Padahal Kartini sebenarnya
>> >> jauh lebih agung daripada total jendral
>> mitos-mitos
>> >> tentangnya." (Pramoedya Ananta Toer dalam
>> pengantar
>> >> Panggil Aku Kartini Saja, 1997).
>> >> Untuk itu, diperlukan napak tilas Kartini sebagai
>> >> sosok perempuan yang terbelenggu tradisi pada
>> >> jamannya. Ketika itu, Kartini hidup di jaman yang
>> >> sama sekali tidak menghargai eksistensi kaum
>> >> perempuan. Betapa tidak, Kartini disunting Bupati
>> >> Rembang, RTAA Djojohadiningrat, sebagai garwa
>> padmi
>> >> setelah tiga istri Bupati itu. Ini artinya
>> praktik
>> >> poligami telah tumbuh subur pada masa itu. Di
>> >> manapun sangat sedikit perempuan yang merelakan
>> >> dirinya dimadu oleh laki-laki. Kebanyakan mereka
>> >> menolak jika laki-laki menjadikan dirinya bukan
>> >> sebagai istri yang pertama, atau juga tidak
>> >> menginginkan laki-laki (suaminya) menyunting
>> >> perempuan lain setelah dirinya. Kartinipun
>> >> sesungguhnya demikian. Hanya saja Kartini tak
>> >> memiliki cukup kekuatan untuk melakukan
>> perlawanan
>> >> mendobrak tradisi yang melecehkan kaum perempuan
>> >> itu. Bahkan Kartini sendiri dengan sangat
>> terpaksa
>> >> harus memperpanjang matarantai tradisi itu dengan
>> >> disunting RTAA Djojohadiningrat sebagai istri
>> >> keempat.
>> >>
>> >> Dus, Kartini seperti mendaur ulang elegi
>> kehidupan
>> >> dua perempuan yang sangat dicintainya di mana
>> sangat
>>
> === message truncated ===
>
>
> Bacalah artikel tentang Islam di:
> http://www.nizami.org
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia 
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
What would our lives be like without music, dance, and theater?
Donate or volunteer in the arts today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke