http://www.kompas.com/kompas-cetak/0504/29/ekonomi/1717368.htm
Investor RI Merasa Tertipu di China Jakarta, Kompas - Impian ratusan pengusaha Indonesia untuk meraih keuntungan dari investasi properti dan perkebunan di China ternyata hasilnya nihil. Dana jutaan dollar AS yang ditanamkan pada tahun 2001 telah dilarikan pengusaha setempat. Kasus itu telah diadukan kepada Pemerintah China dan berbagai pihak terkait, namun sampai saat ini belum ditanggapi serius. "Pemerintah China beranggapan kasus penipuan tersebut tidak menjadi tanggung jawab mereka untuk menyelesaikannya. Sedangkan, Kamar Dadang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Tiongkok hanya mampu menampung keluhan. Kami semakin bingung, kepada siapa lagi kasus ini diadukan guna mendapatkan penyelesaian," kata Magdalena Herlambang, salah satu pengusaha korban penipuan, Kamis (28/4) di Jakarta. Menurut Magdalena, investasi pengusaha Indonesia di China itu berawal dari adanya penawaran proyek investasi melalui pameran yang digelar selama 12-14 Januari 2001 di Hotel Grand Hyatt, Jakarta. Saat itu, Taixin Industry Co Ltd selaku pengembang menawarkan investasi kamar hotel pada Hainan Crown Plaza Spa and Resort yang terletak di Pulau Hainan, China. Harga yang ditawarkan berkisar 60.000 dollar AS-70.000 dollar AS per unit. Hotel itu dikelola Crown Plaza. Pemasaran ditangani Trust Property, Singapura. Saat peluncuran itu, Trust Property berkantor di Gedung GKBI Sudirman, Jakarta. Taixin Industry juga menjanjikan akan memberi jaminan sebesar 15 persen per tahun dari nilai pembelian dalam dua tahun pertama kepada investor. Setelah itu, mulai tahun ketiga sampai tahun ke-70, investor dibagikan keuntungan dari pendapatan sebesar 70 persen. Fasilitas lain yang diperoleh pembeli adalah inap gratis di hotel tersebut selama 18 hari per tahun. Mendapatkan izin tinggal tetap dari Pemerintah China, mendapatkan laporan keuangan tahunan yang diaudit akuntan publik, serta kredit lunak untuk jangka waktu 10 tahun sampai 20 tahun. Tergiur dengan tawaran yang begitu menarik, sejumlah pengusaha Indonesia berani membeli 104 dari 388 kamar hotel tersebut. "Ternyata semua janji itu hanya pepesan kosong. Semua hak investor seperti dituangkan dalam kontrak investasi tak satu pun yang terpenuhi," kata Magdalena. Kebun lengkeng Pada saat bersamaan, Trust Property juga menawarkan investasi di perkebunan lengkeng di Huazhou, China. Biaya investasi berkisar 12.000 dollar AS-13.000 dollar AS per unit. Total luas setiap unit 6.665 meter persegi. Keuntungan yang diraih adalah sebesar 2,5 persen per tahun. Nilai itu diyakini akan terus meningkat seiring penambahan volume produksi. Hak pakai selama 50 tahun. Pengusaha Indonesia yang membeli perkebunan itu sekitar 250 orang. Mereka berasal dari Jakarta, Surabaya, dan Medan. Namun, pada Maret 2004, para investor itu kaget luar biasa menyusul kabar bahwa Pemerintah Guangdong menyatakan proyek perkebunan tersebut ilegal. Bahkan, proyek itu telah menimbulkan masalah sosial yang buruk sehingga ditutup pemerintah. "Saat peluncuran, proyek perkebunan lengkeng itu dianggap spektakuler dan didukung para pejabat di Guangdong. Setelah beberapa tahun kemudian mulai dianggap ilegal dan ditutup. Ini kan aneh," ujar Nyonya Elisa, salah satu korban penipuan dari pengusaha di China. Baik Magdalena maupun Elisa mengharapkan bantuan dari Pemerintah China dalam penyelesaian kasus penipuan tersebut. Hal itu penting agar tidak menambah jumlah korban pada waktu mendatang. Kasus ini memang tak terkait dengan Pemerintah China. Tetapi, kalau praktik penipuan seperti ini tak ditangani tuntas, dikhawatirkan menambah jumlah korban, baik di China maupun di negara lain. "Inilah masalah serius dan harus dituntaskan agar tak ada korban lagi," kata Magdalena. (JAN) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

