http://www.kompas.com/kompas-cetak/0504/29/daerah/
Ribuan Ton Bantuan Telantar di Belawan * 103 Mobil, Obat-obatan, dan Makanan Medan, Kompas - Ketika para korban bencana di Aceh dan Nias terancam kekurangan logistik, sedikitnya 1.488 TEU's (twenty feet equivalen units) barang dan 103 mobil bantuan kemanusiaan untuk Aceh dan Sumatera Utara masih menumpuk di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, hingga Kamis (28/4). Bantuan berupa obat-obatan, makanan, tenda, dan selimut itu tiba di Pelabuhan Belawan sejak Januari lalu dan tidak diambil lembaga penerima bantuan. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Wilayah Belawan Tambos M Naiborhu mengatakan, sejak tanggal 28 April 2005 jumlah barang bantuan luar negeri yang didatangkan melalui Pelabuhan Belawan mencapai 4.073 TEU's. Sedangkan jumlah bantuan kendaraan bermotor melalui Pelabuhan Belawan sebanyak 146 unit dan 53 TEU's. Sebanyak 96 unit kendaraan sudah diambil, namun 50 unit dan 53 TEU's masih teronggok di pelabuhan. Yang belum diambil di antaranya 14 ambulans. "Barang-barang tersebut tertumpuk karena dua sebab, yaitu karena izinnya belum diurus atau izin sudah beres tetapi lembaga penerima atau penyalur bantuan enggan mengambilnya," kata Cerah Bangun, Kepala Seksi Pencegahan dan Penyidikan KPBC Wilayah Belawan. Menurut Cerah, berdasarkan Surat Menteri Perdagangan Nomor 21 Tahun 2005, barang-barang bantuan untuk Aceh dan Sumut seperti beras, gula, kendaraan bermotor, dan pakaian harus mendapat izin dari Menteri Perdagangan. Menumpuk Berdasarkan pengamatan pada Kamis kemarin, barang-barang bantuan kemanusiaan itu terlihat menumpuk di dalam kontainer yang memenuhi sebagian lapangan peti kemas Pelabuhan Belawan. Data dari KPBC menyebutkan, barang yang paling lama teronggok di pelabuhan yaitu satu kontainer logistik berupa beras, air bersih, dan barang-barang bantuan dari Singapura untuk Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan. Bantuan itu tiba di Pelabuhan Belawan 16 Januari lalu dan belum diurus hingga kini. Barang yang belum diambil di antaranya dialamatkan ke PMI Aceh, Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh, UNICEF, Departemen Sosial RI, Mabes TNI, Yakuum Emergency Unit, Bakornas, Posko Deplu, Aceh Sepakat, dan berbagai lembaga lain. Sejumlah bantuan yang dialamatkan ke Rizal Nurdin selaku Kepala Posko Satkorlak Bencana Alam Aceh dan Sumut juga masih teronggok. Sedangkan kendaraan bermotor yang belum diurus antara lain dialamatkan kepada Merlin Banda Aceh, Solidaritas Aide Humanitaire D'Urgence Medan, PMI Medan, Crisis Centre Medan, United Nation Population Fund Jakarta, PT Asia Rim Reliance Indonesia, World Vision Indonesia, dan FAO Medan. Cerah menambahkan, "Kami pada prinsipnya tidak mempersulit pengambilan barang, bahkan mendorong agar bantuan itu cepat diambil. Jika tidak diambil bisa mengganggu kelancaran bongkar muat barang karena memakan banyak tempat di terminal." Pihak bea dan cukai sendiri, menurut Cerah, telah melaporkan kondisi itu ke Dirjen Bea Cukai agar diberi kemudahan, khususnya barang bantuan yang harus memenuhi tata niaga impor maupun kepada pihak penerima agar segera mengeluarkan barang. (AIK) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Dying to be thin? Anorexia. Narrated by Julianne Moore . http://us.click.yahoo.com/FLQ_sC/gsnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

