http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=168853
Jumat, 29 Apr 2005,


Problem Reformasi Birokrasi Daerah


Perspektif kelembagaan baru (neo-institutionalism) telah menjadi resep untuk 
mengatasi berbagai persoalan di negara-negara sedang berkembang, seperti 
masalah demokrasi, stagnasi pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan berbagai 
persoalan lain.

Mengikuti alur pemikiran ekonomi neo-liberal, perspektif kelembagaan baru 
menekankan pentingnya penataan kelembagaan (institutional design) untuk 
mengurangi peran negara dan memperkuat peran pasar serta masyarakat. 

Karena itu, tidak mengherankan kalau pendekatan yang banyak dipopulerkan 
lembaga-lembaga internasional seperti Word Bank dan IMF lalu menyodorkan resep 
kebijakan seperti privatisasi, debirokratisasi, deregulasi, dan desentralisasi.

Inti maksud kebijakan-kebijakan itu adalah terdapatnya alokasi dan distribusi 
sumber-sumber ekonomi yang berlangsung secara efisien, efektif, dan 
accountable. 

Kebijakan desentralisasi atau otonomi daerah, misalnya, dimaksudkan untuk 
menciptakan pelayanan serta penyaluran jasa-jasa dan barang-barang publik 
(public service delivery) secara efisien dan efektif serta sesuai dengan 
tuntutan masyarakat.

Tidak Serta Merta

Masalahnya, sejumlah studi di negara-n
egara yang melaksanakan kebijakan desentralisasi menemukan fakta bahwa 
desentralisasi tidak serta merta memperbaiki pelayanan publik dan menggerakkan 
demokrasi di daerah. 

Tidak sedikit, efek samping (by product) dari desentralisasi justru bertolak 
belakang dengan tujuannya, seperti berkurangnya kualitas pelayanan publik dan 
merebaknya korupsi di daerah.

Mendapati realitas demikian, para penganut pendekatan kelembagaan baru 
berpendapat bahwa kebijakan desentralisasi itu perlu diikuti 
kebijakan-kebijakan lain berikut penguatan masyarakat (civil society). Untuk 
memperbaiki pelayanan publik dan korupsi di daerah, misalnya, perlu dilakukan 
reformasi birokrasi.

Seiring dengan kebijakan desentralisasi, poin penting reformasi birokrasi 
adalah memangkas birokrasi yang sentralistik ke yang terdesentralisasi. 

Sementara itu, seiring dengan pemikiran neo-liberal, di dalam mengelola 
birokrasi diberlakukan pentingnya prinsip-prinsip manajemen pasar. Tujuannya, 
di samping untuk memperoleh tingkat efisiensi dan efektivitas yang lebih tinggi 
di dalam pelayanan publik, juga untuk membangun birokrasi yang accountable.

Sejak diberlakukan kebijakan otonomi daerah pada Januari 2001, upaya 
mereformasi birokrasi sudah dilakukan. Hierarki perumusan dan pelaksanaan 
kebijakan, misalnya, sebagian besar sudah terpangkas sampai di tingkat 
kabupaten/kota saja. 

Pemerintah daerah juga dituntut untuk melakukan reorganisasi pemerintahan 
daerah. Dinas-dinas, misalnya, tidak lagi disusun berdasarkan jumlah departemen 
teknis di pusat, melainkan berdasarkan kebutuhan di daerah. Untuk itu, sejak 
tahun lalu, daerah-daerah disibukkan oleh usaha merampingkan dinas-dinas.

Hanya, upaya melakukan reformasi birokrasi di daerah juga bukan pekerjaan 
mudah. Perampingan birokrasi, contohnya, seharusnya diiringi rasionalisasi 
pegawai. 

Masalahnya, rasionalisasi itu sulit diberlakukan mengingat posisi sebagian 
besar personel ialah pegawai negeri. Masalah ini ditempuh dengan memperbanyak 
posisi fungsional dan mengurangi posisi struktural. Tetapi, mekanisme ini juga 
tidak berjalan baik, toh esensinya, birokrasi di daerah juga tetap gemuk. 

Selain itu, merujuk pada sistem kepegawaian sekarang, manajemen sektor publik 
baru yang mengadopsi sistem pasar juga tidak mudah dilaksanakan. Hal ini 
berkait dengan sistem penggajian, perekrutan, dan karir seseorang. 

Dalam sistem sekarang, misalnya, sulit menempatkan sumber daya manusia yang 
andal di dalam posisi kepala dinas, sekiranya orang itu bukan pegawai karir 
yang memiliki pangkat tertentu. 

Mau tidak mau, pemerintah daerah harus mendayagunakan pegawai yang tersedia, 
yang kualitasnya belum tentu sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai pelayanan 
publik yang efisien dan efektif.

Dalam hal berkoordinasi dengan birokrasi di tingkat pusat, birokrasi di daerah 
saat ini bisa berpotensi tidak nyambung. Hal ini berkait dengan fakta, di 
daerah dilakukan upaya perampingan dinas-dinas, sementara di pusat justru 
terjadi pembengkakan departemen-departemen. Masalahnya, selama ini koordinasi 
kebijakan di antara departemen-departemen di pusat itu kurang bagus. Sehingga, 
ketika kebijakan-kebijakan departemen di pusat itu dilaksanakan di daerah, 
tidak sedikit ditemukan tumpang tindih antara satu dan yang lain -kalau tidak 
dikatakan bertentangan.

Kepentingan

Masalah lain reformasi birokrasi daerah berkait dengan kepentingan-kepentingan, 
baik kepentingan ekonomi (material) maupun politik. Sistem penggajian yang 
belum bagus dan masih lemahnya penegakan hukum di daerah masih cenderung 
mendorong birokrat di daerah untuk memaksimalkan keuntungan dari posisi yang 
dimilikinya. Masih rumitnya izin dan prosedur investasi di daerah, misalnya, 
diindikasikan sebagai ajang untuk pemaksimalan keuntungan itu.

Sementara itu, kebijakan desentralisasi telah menjadikan daerah sebagai ajang 
pengaruh dan perebutan kepentingan-kepentingan politik. Sejak lima tahun 
terakhir ini, birokrasi memang telah dinetralkan dari politik. Pegawai negeri 
dilarang terlibat di dalam organisasi-organisasi politik.

Kenyataannya, kepentingan-kepentingan politik juga merasuki wilayah birokrasi. 
Rasukan itu, khususnya, ketika bersentuhan dengan jabatan-jabatan puncak di 
daerah seperti kepala dinas, badan, asisten, dan sekwilda. 

Untuk memperoleh posisi-posisi itu, banyak birokrat berusaha mencari dukungan 
partai-partai yang berpengaruh. Sebaliknya, partai-partai tersebut memiliki 
kepentingan untuk mendukung hegemoninya di daerah.

*. Kacung Marijan, dosen FISIP Unair, alumnus The Australian National 
University (ANU), Canberra, Australia





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Does he tell you he loves you when he's hitting you?
Abuse. Narrated by Halle Berry.
http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke