RI Pertanyakan Kronologis Meninggalnya WNI di Australia
Reporter: Arif Shodiq Pujiharto

detikcom - Jakarta, Meninggalnya Kapten Kapal Nelayan KM Gunung Mas
Baru Muhammad Heri selama masa penahanannya di Darwin mendapat
tanggapan serius pemerintah RI. Kedubes RI di Canberra telah meminta
penjelasan Australia tentang kronologi serta penyebab kematian Heri.

Muhammad Heri yang berdomisili di Probolinggo lahir di Serang, 12
Maret 1968. Ia bersama 9 teman sekapalnya ditangkap aparat berwenang
karena dituduh memasuki perairan Australia tanpa izin pada 18 April
2005 lalu.

Selanjutnya, Heri bersama 9 orang itu ditahan di dalam kapal di
Darwin. Konsulat RI di Darwin telah menyampaikan kabar meninggalnya
Heri kepada pihak keluarga di Probolinggo. Keluarga Heri mempersilakan
untuk dilakukan otopsi.

Seperti dilansir situs Kedubes RI, Minggu (1/5/2005), Konsulat RI juga
menyampaikan permintaan pihak keluarga kepada Australia. Pihak
keluarga meminta Australia mengungkap kematian Heri serta melaporkan
penyebab kematiannya.

Lebih jauh, Kedubes RI di Canberra meminta agar peristiwa seperti itu
tidak terulang lagi. Kedubes RI berharap Australia memastikan kondisi
kesehatan tahanan lainnya tetap terjaga selama masa penahanan.(rif)

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/04/tgl/30/time/135428/idnews/352743/idkanal/10

======================================================================

WNI Tewas Disekap di Australia
Kontributor: Emmy F

detikcom - Kupang , Hubungan Indonesia dengan Australia sepertinya
akan kembali memanas. Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) disekap
aparat keamanan di Darwin, Australia hingga tewas. WNI itu adalah
nelayan yang ditangkap karena memasuki perairan Australia secara ilegal.

Menurut Direktur Yayasan Peduli Timor Barat, yang juga Ketua Pokja
Perjuangan Celah Timor dan Pulo Pasir, Ferti Tanoni, WNI itu bernama
Muhammed Hari, 37 tahun. Dia tewas Kamis (21/4/2005) minggu lalu.

"Dia ditangkap bersama 9 nelayan Indonesia lainnya karena dituduh
memasuki wilayah perairan Australia secara ilegal. Laporan jaringan
kita di Australia baru itu. Kita masih melakukan investigasi," kata
Ferti saat ditemui detikcom di Hotel Sasando, Kupang, Sabtu (30/4/2005).

Kematian Hari merupakan kasus kedua tewasnya WNI akibat penyekapan di
Australia. Sebelumnya, Yayasan Peduli Timor Barat mencatat Mansyur La
Ibo, asal Pulau Palue, Kabupaten Sikka, tewas karena disekap di Darwin
tahun 2004.

Ferti mengecam keras insiden penyekapan terhadap WNI tersebut. Dia
mendesak pemerintah Indonesia membentuk tim investigasi untuk
melakukan penyidikan kasus tersebut.

Ferti juga nenyayangkan tindakan aparat keamanan Australia utara yang
tidak menghormati hukum. "Kalau nelayan RI dianggap bersalah maka
semestinya diproses sesuai hukum yang berlaku. Bukan disekap," kata Ferti.

Hubungan Indonesia dengan Australia sebelumnya telah memanas akibat
kasus Scapelle Corby, terdakwa kasus narkoba. Konsulat Indonesia di
Australia menerima ancaman pembunuhan terkait kasus itu. Sejumlah
surat kaleng yang masuk ke konsulat mengancam akan membunuh staf
konsulat jika Corby tak dibebaskan.(iy)

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/04/tgl/30/time/135428/idnews/352743/idkanal/10





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke