http://www.investorindonesia.com/baru/displaynews.php?id=1114966011

Masyarakat luas diingatkan agar berhati-hati membeli sari buah merah 
yang kini banyak beredar di pasaran, karena banyak yang sudah 
dicampuri bermacam-macam bahan tambahan. 
"Hati-hati membeli sari buah merah yang beredar di pasaran. 
Kebanyakan sari buah tersebut telah dicampuri bermacam-macam bahan 
sehingga diragukan kemurniaan dan khasiatnya," kata Budi seperti 
dilansir Kantor Humas Institut Pertanian Bogor (IPB), Minggu.  Sari 
buah merah tersebut bisa jadi sudah dicampuri berbagai macam bahan 
seperti minyak goreng, minyak zaitun, minyak biji matahari atau 
lainnya. 
Dalam acara yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita, KS Beriman, 
Biofarmaka, Pokja PGKM, Poliklinik dan Kantor Humas IPB itu, menurut 
Drs Made Budi, MS, yang mendapat ide produk sari buah merah yang 
berawal dari pengamatannya selama 10 tahun dengan suku pedalaman di 
Propinsi Papua itu, kini permintaan buah merah yang "membanjir" 
membuat orang-orang memancing di air keruh. 
Dengan memanfaatkan nama terkenal Made Budi, tidak sedikit pedagang 
mencantumkan namanya di logo produk. 
"Padahal, saya tak pernah sekalipun mengenal atau melakukan kerjasama 
dengan pedagang-pedagang tersebut. Saya khawatir jika ternyata 
terjadi sesuatu. Fatalnya, jika ada yang meningggal maka saya yang 
disalahkan," kata alumni Gizi Kesehatan Masyarakat IPB ini. 
Ia mengemukakan, dari pergumulannya selama 10 tahun dengan suku 
pedalaman di Propinsi Papua terkait dengan buah merah itu, suku 
pedalaman tersebut bisa beraktivitas sehari-hari tanpa busana dibawah 
suhu 250 C dan jarang sekali terjangkit penyakit. Setiap kali ditanya 
mereka menjawab sebelum mendaki gunung dan bekerja makan buah merah 
terlebih dahulu. Sejak itulah ia intensif meneliti dan gencar 
menyosialisaikan ke seluruh Indonesia manfaat buah merah. 
Ciri-ciri sari buah merah hasil racikannya tidak boleh berbau asam, 
aroma netral, warna gelap (merah), kandungan air nol (0), endapan 
pasta nol, bilangan iod tinggi dan nilai peroksida nol (0) sampai 
0,5. Sari buah asli titik didihnya rendah, dan cukup 10 menit saja, 
sari buah beku akan mencair jika dipanaskan. Sementara yang "Aspal" 
(asli tapi palsu) baru akan meleleh setelah 30 menit dipanaskan. 
Kalau minum sedikit saja, maka warna fesesnya akan berwarna merah. 
Namun jika palsu saya jamin fesesnya tak mengalami perubahan warna.
Aspek klimatologi sangat berpengaruh terhadap kadar gizi buah. Sari 
buah merah yang berasal dari Wamena, 10 kali lipat lebih tinggi 
kandungan gizinya dibanding dataran rendah di Propinsi Papua. 
Kandungan gizi buah merah antara lain memiliki antioksidan tinggi 
(karoten, tokoferol), asam lemak didominasi tidak jenuh, mineral 
makro dan mikro sangat tinggi khususnya kalsium serta Fe. Hampir 85 % 
terdiri dari Omega 3, Omega 9 dan Omega 6. Ketiga Omega ini sangat 
penting peranannya dalam meningkatkan kekebalan tubuh, kecerdasan, 
dan perbaikan sel rusak. 
Sebagai pembanding dalam penelitiannya, ia menggunakan minyak zaitun 
yang sekarang berubah menjadi obat kanker payudara. Namun tetap saja 
kandungan gizi dalam buah merah belum tertandingi. Begitu pula 
kandungan kalsium dan zat besinya mampu menyembuhkan berbagai 
penyakit. 
"Bagi penderita kebocoran ginjal, penyumbatan arteri, kanker, kista 
bahkan HIV mampu disembuhkan dengan rutin meminum sari buah ini," 
katanya. 
Ia kemudian menceritakan pengalaman suksesnya dengan suku pedalaman 
penderita HIV yang stadium 4, narkoba, sirosis, sinusitis, kanker 
rahim, dan berbagai penyakit lain, dimana ketekunan penderita tadi 
menghantarkan pada kesembuhan. 
Dia juga mencobakan pada ayam yang terkena totelo dan flu 
burung. "Saya membeli 20 ekor ayam sekarat karena terjangkit flu 
burung. Orang-orang awalnya heran, namun saya bilang ingin makan ayam 
ini. Padahal saya ingin mencoba menyembuhkan ayam tersebut dengan 
membaginya tiga kelompok perlakuan," katanya. 
Kelompok pertama diberi sari buah dengan komposisi 10 % dari berat 
pakan. Kelompok dua 15 persen dan kelompok tiga 30 % dari total berat 
pakan. 
Pada malam harinya ayam tersebut tidur nyenyak, demam turun. Seminggu 
berselang semua ayam itu sehat kembali dan hanya satu yang mati. 
Berhasil memulihkan kesehatan ayam, ia beralih mencampurkan buah 
merah pada pakan ayam petelur dan itik. Hasilnya, kuning telurnya 
berubah merah. Selain itu, pada telur itik, tak dijumpai bau amis dan 
kandungan mineral tinggi. 
Kini di Propinsi Papua, setiap liter sari buah dijual seharga Rp800 
ribu, sedangkan di Jakarta harga tersebut melonjak menjadi Rp4 juta. 
"Mungkin ini yang menyebabkan orang berburu ke Papua dan berusaha 
memalsukannya. Kewajiban saya untuk meluruskan kembali kebenarannya," 
katanya.







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke