--- In [email protected], "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Satu hal lagi, di Kompas disebut bahwa anggaran > > pendidikan kita Rp 39 trilyun setahun. Jumlah murid > > ada 28,8 juta. Jadi seandainya ada beasiswa per siswa > > Rp 1 juta setahun, maka cukup Rp 29 trilyun saja, > > pendidikan sudah bisa murah/gratis (tanpa pakai > > privatisasi segala). Masih ada sisa Rp 10 trilyun > > (terserah mau diapakan:). > > > Hehehehe... cara anda menulis kayak yang paling tau aja soal alokasi > dana pendidikan. Memangnya yang diurusin cuma beasiswa anak SD? Terus > biaya buat training guru, pembangunan fasilitas, pembinaan sekolah, > gaji guru bantu/honorer, buku perpustakaan, dll dari mana? Semuanya > dari anggaran tsb. Belum lagi untuk sekolah kejuruan, universitas, dll.
Menurut salah seorang dosen Man. Keuangan Pemerintahan yang pernah saya dengar, salah satu celah/pintu utama dari kebocoran anggaran setiap departemen di negara kita adalah karena pertanggung-jawabannya masih model 'Traditional Budgeting' dan bukan ' Performance Budgeting(?)'.. Maksudnya, selama ada kuitansinya maka dianggap ok-ok aje.. Atau belum melihat unsur efisiensi.. atau bahkan yang paling bagus tuh (lupa namanya) melihat ada/tidaknya perencanaan jangka panjang dan dampak negatif suatu aktifitas pembangunan terhadap sistem di luarnya (mis: lingkungan hidup, departemen lain, dsb).. Yang sering terjadi adalah mark-up harga dalam kuitansi atau bahkan kuitansi fiktif.. karena terkadang ada pihak yang 'culas' (Bos?) meminta dana untuk urusan pribadi/kelompok-nya ke Bendahara; akibatnya bendahara tersebut yang kelimpungan membuatkan 'bukti'-nya.. Itupun kalau dia tidak ikut"an langkah si bos.. :D Kuitansi" inilah yang menjadi bukti untuk kembali mencairkan sebagian dana/jatah Dept. ke KPKN (sorry lupa singkatannya).. Jadi pengucuran dana tersebut tidak sekaligus - tetapi bertahap.. Seperti yang juga terjadi pada bendahara parpol tertentu yang diduga/ dituduh terlibat kasus.. Jaman dulu (konon) golkar jagonya soal beginian.. Kalo yang belakangan ini ada juga koq beritanya di detik.com.. :-P Jadi yang paling gampang kena tunjuk dalam suatu organisasi (Departemen pemerintah atau parpol dan ormas) adalah Bendahara.. > > Nah ini ada indikasi kebocoran. Jika uang disalurkan > > tidak melalui dinas kependidikan, tapi langsung ke > > sekolah, maka kebocoran bisa ditekan, begitu menurut > > Kompas. > > Begitukah? Ada buktinya? Di Indonesia saya melihat kebocoran itu > hampir merata dimana2, dibedakan "salurannya" tetap aja saluran yang > bolong2... Mekanisme pengawasan dan penegakan hukum yang > penting. Anak saya sekali pernah masuk sebuah SDN di Jakarta Timur, > bayar uang pangkal 3 juta, beli buku 300 ribu persemester (buku terbitan > sekolah itu sendiri) dan sebulan tidak kurang 100 ribu biaya macem2nya. > Mutunya? menyedihkan... Ini yang mungkin disebut sebagai 'KKN' sebagai budaya.. jadi tidak dianggap sebagai patologis(?) atau kelainan.. melainkan sesuatu hal yang lumrah dan (harus) dimaklumi.. Dalam ilustrasi, orang waras di kumpulan orang gila bakal dicap gila.. dan (konon) orang" gila tersebutlah yang mengaku waras.. Atau mirip dialog Hengky Tornando pada orang jujur dan tidak mau ikutan kong-kali-kong dalam 'Rahasia Ilahi' -dengan tema Koruptor-: 'Anda ini orang baru ya?'.. Ya, lagi" mirip ucapan Mbah RonggoWarsito.. > salam, > fau Wassalam, Irwan.K ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Does he tell you he loves you when he's hitting you? Abuse. Narrated by Halle Berry. http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

