--- In [email protected], Mas Bagong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Siapa bilang tidak ada pemerkosaan? > Namun apakah sampe terjadi secara masal dan terbuka di jalan-jalan > sebagaimana dilansir oleh oleh berbagai media asing selama ini? > Siapa sebenarnya yang rasis? Coba anda lihat kalau lowongan kerja > untuk posisi tertentu akan ditulis...(anda tahu sendiri khan > terusannya?) Sebenarnya yang terjadi pada jaman ORBA kita harus lihat > pada tahun 1967 saat pimpinan rezim ini menentukan arah pembangunan > republik ini... Orang cina (atawa tionghoa) diarahkan ke bidang > ekonomi dan diisolasi dari sospolbudhankam, sampe-sampe acara > keagamaan dan budaya pun dilarang... Nah, akhirnya yang terjadi adalah > saling memanfaatkan, penguasa memanfaatkan pengusaha dan vice- versa... > TST man! (istilahnya).
Memang demikian, pada masa lalu dan bahkan masa sekarang dimasyarakat kita terjadi saling mendiskriminasi, suatu hal yg kelihatannya dengan sengaja dilakukan oleh pimpinan rezim. Hal seperti ini harus diakhiri, RUU Anti Diskriminasi yg telah sejak 1999 diajukan harus secepatnya dibahas dan disahkan. > Akhirnya apa? seperti pedang bermata dua akhirnya, pada satu sisi hal > ini menyebabkan penumpukan kekuatan ekonomi pada segelintir orang dan > kekuasaan pada segelintir orang juga. Namun efeknya adalah yang > dilihat adalah 'kongkalikong' pengusaha-pejabat yang berujung semakin > meningkatknya kecemburuan sosial... Sialnya hal ini tidak pernah > diwaspadai, bahkan cenderung eksklusif... yang sial ya orang tionghoa > alias orang cina, kenapa karena pejabat (baca;polisitis) memang paling > pandai berganti kulit dan bersilat lidah, sehingga sewaktu terjadi > huru-hara hanya pihak cina yang dijadikan sasaran... Anda bisa melihat permasalahan dengan tepat Mas Bagong, menurut saya ada suatu sebab mengapa para pejabat memilih "berkongkalikong" dengan pengusaha Tionghoa sedangkan dari kalangan etnis yg lain juga cukup banyak yg dikenal mempunyai budaya dagang yg cukup tangguh. Komunitas Tionghoa secara politis sudah dipreteli kaki tangannya baik dengan stigma diragukan kesetiaannya dan pro ke Tiongkok, dilarangnya agama budaya dan kepercayaan bahkan bahasa-pun boleh dibilang dilarang secara umum, dlsb. Hal2 ini membuat komunitas Tionghoa secara politis tidak berbahaya dan mempunyai kecenderungan kuat utk menggantungkan nasibnya kepada penguasa. Hal ini kelihatannya menjadi dasar pemilihan pengusaha Tionghoa sebagai rekan "kongkalikong" karena tidak akan membahayakan pemimpin rejim dan bahkan tidak diragukan kesetiaannya mensupport sang pemimpin, siapa lagi orangnya yg bisa dijadikan gantungan. Sementara itu para pengusaha yg diajak "berkongkalikong" sudah tentu merasa seperti bertemu dewa penolong, ada tangan yg terulur dari atas mencegah terjun bebas kedalam sumur. Ya itulah jadinya. Tetapi harus juga diingat betapa mereka yg "berkongkalikong" itu hanya beberapa gelintir orang, sedang pengusaha Tionghoa secara umum adalah jauh dari kongkalikong dengan penguasa. Lebih banyak terdiri dari orang2 yg dengan giat dan rajin buka toko dari pagi sampai malam, hidup irit dan hemat, keuntungannya dipakai utk tambahan investasi sehingga bisnisnya perlahan makin bertambah besar. JG ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/OCfFmA/UOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

