Dear all;

Di bawah ini saya kutipkan satu tulisan menarik untuk direnungi dari 
MI. Intinya, nama militer naik daun. Militer pun kemudian merestui 
anggotanya boleh ikut pemilihan kepala daerah.

Di luar yang diungkapkan oleh Riswanda ini, saya melihat ada gejala 
lain, yakni (1) semua partai mengalami kisruh di dalam dan pecah 
atau melahirkan kelompok sempalan, dan (2) semua partai "dimasuki" 
bekas-bekas Golkar. Nah, apakah ada hubungan antara dua gejala ini? 
Siapa yang mengamati dengan jeli dan bisa mengungkai fenomena ini?

Lalu, apakah yang bisa diprediksikan ke depan? Apakah ini akan 
menjurus kepada bangkitnya kembali Dwifungsi Militer tapi dalam 
bentuk lain yang lebih sofistikated alias terselubung?

Ikra.-

 

Prof Riswanda: Partai-partai di Indonesia Sakit 
 
 JAKARTA--MIOL: Gurubesar Ilmu Politik dari Universitas Gajahmada 
(UGM) Prof Dr Riswandha Imawan menilai demokrasi Indonesia yang baru 
tumbuh dan berkembang sejak runtuhnya Orde Baru kini layu, karena 
partai-partai yang ada dalam keadaan sakit.

"Tak ada demokrasi tanpa partai politik. Jadi, tak ada demokrasi 
yang kuat tanpa partai-partai yang kuat, " katanya dalam pidato 
politik sehubungan dengan peluncuran dua buku karya wartawan senior 
Rosihan Anwar dan peneliti Sukardi Rinakit di Jakarta, Selasa.

Peluncuran buku Rosihan berjudul Hari ke Hari Pena Rosihan Anwar dan 
buku Sukardi bertajuk "he Indonesian Military after the New Order 
itu juga dihadiri Pemimpin Kompas Gramedia Group Jakob Oetama dan 
sejumlah pemimpin redaksi media di Indonesia dan kalangan diplomatic.

Menurut Riswandha, Indonesia menganut prinsip pemerintahan 
berdasarkan partai dan partisipasi politik di zaman reformasi ini 
dilakukan lewat lembaga legislatif. Parlemen yang fungsi utamanya 
membuat perundang-undangan dan pengawasan, menjadi lembaga pelaksana 
fit and proper test untuk jabatan-jabatan dari mulai Kapolri sampai 
penempatan Dubes-Dubes. "Kenyataan ini menjauhkan kehidupan politik 
yang demokratis," katanya.

Salah satu kencenderungan di zaman reformasi, menurut Riswandha, 
adalah partai-partai tumbuh sumbur, namun yang muncul adalah 
politisi pedagang. "Logika politisi pedagang itu memanfaatkan 
peluang. Kalau tidak punya peluang, mereka menciptakan peluang," 
katanya disambut tawa hadirin.

Jika politisi dan pedagang bergabung jadi satu, lanjutnya, maka 
masyarakat madani (civil society) yang dicita-citakan akan menjadi 
korban. Meski tidak menyebut nama partai tertentu, Riswandha merujuk 
pada kecenderungan pengusaha-pengusaha yang terjun ke dunia politik 
dan menjadi pimpinan partai. "Kecenderungan lain adalah partai 
menjadi sumber KKN," tegasnya tanpa menyebut partai tertentu.

Riswandha juga mengatakan partai-partai di Indonesia sedang dalam 
krisis dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai terus 
menurun.

Menurut sebuah penelitian, tingkat kepercayaan rakyat Indonesia 
kepada partai politik paling rendah dibanding dengan institusi lain 
seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, sistim hukum dan 
polisi. "Tingkat kepercayaan yang tertinggi justeru kepada TNI," 
katanya.

Gejala ini dibernarkan oleh Sukardi Rinakit yang mengatakan bahwa 
TNI kini semakin percaya diri. Kepercayaan diri tersebut menjadi 
meningkat utamanya karena kadar stabilitas politik yang semakin 
merosot pada pasca reformasi.

"Munculnya calon-calon presiden militer dan terpilihnya SBY sebagai 
presiden menjadi cermin bening dari kembalinya kepercayaan diri TNI 
tersebut," demikian Sukardi Rinakit. (Ant/OL-1)

 
 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke