Lha itu lah....
Soalnya sekarang aji "mumpung bisa" lagi ngetrend sih...
KB dianggap sebagai sebagai 'fosil' orde baru, udah gitu nggak ada
subsidi lagi man! Jadi jumlah penduduk meledak dan yang kedua angka
kemiskinan meningkat, karena terjadi 'proses pemiskinan' gara-gara
tidak bisa mengontrol jimat yang 1% itu lho...alias si imin (bukan si
Iming Tesalonika lho ya?)
BTW, ada yang sudah mencoba resep ramuan supernya mas Wilson belon?

On 5/13/05, W. Kusumo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> --- In [email protected], Mas Bagong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Mas Wilson:
> > Boleh juga tuh dicoba ramuannya... Jadi nggak usah buang duit ke Mak
> > Erot... Bisa jadi pemuda idaman, wong lanang sejati 'lelananging
> > jagad' macam Arjuna yang bikin cewek empot-empotan...
> > Tapi, jangan-jangan malah jadi poligami lagi...
> > DG
> 
> 
> Waduh!!! Gawat Mas DG..
> Sepertinya saya mesti mencabut kembali posting ttg resep jamu kuat
> dari Serat Centhini VII (Pupuh Dhandhanggula) itu. Bukan apa2, soalnya
> saya nggak mau ikut "berkontribusi" secara langsung maupun tidak
> terhadap terjadinya pertambahan jumlah penduduk yang tidak terkendali,
> sebuah topik ttg permasalahan sosial masyarakat yg sangat serius dan
> mulai diperhatian sekarang. Baru saja saya mampir di milis FPK, coba
> lihat posting berikut ini:
> 
> 
> 
> http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/message/9586
> ===============================================================
> From: kukuh kumara
> Date: Fri May 13, 2005  12:18 am
> Subject: Re: Tanda2 terjadinya pertambahan jumlah penduduk yang tidak
> terkendali
> 
> 
> Benar apa yang rekan Andi katakan, akar masalahnya bukan sekedar
> kemiskinan, karena ada imunisasi gratis demikian juga pil KB atau yang
> lain. Masalah utamanya ada jurang kognitif yang besar dan ditambah
> lagi sesudah reformasi seolah-olah semuanya bisa bebas. Termasuk paham
> kebebasan untuk memiliki anak berapapun banyaknya tanpa pertimbangan
> yang matang dan jauh.
> 
> Masih ditambah lagi dengan contoh2 yang ditampilkan oleh orng yang
> mengaku sebgai pemimpin atau tokoh masyarakat seperti pernah saya
> singgung saat ada anggota DPR dengan anak 4 yang ditampilkan fotonya
> oleh KOMPAS.
> 
> Lebih mengerikan lagi pola pikir ini juga dianut oleh sebagian
> kalangan muda, mempunyai "ijasah" pendidikan yang lumayan, dan juga
> dari golongan ekonomi yang cukup. Sayangnya mereka ini tidak bisa
> memikirkan bagaimana membiayai anak2nya nanti, kalau masih kecil
> memang belum terasa....tetapi bgitu masuk sekolah lanjutan dan
> seterusnya....dan tentunya tidak itu saja bagaimana dengan lapangan
> kerja dst...dst.
> 
> Memang repot kalau pepatah kita yang mengatakan "belajar dari
> pengalaman" sudah jadi usang, karena kebanyakan orang lebih suka
> belajar dari ijasah......
> 
> Semoga gejala pertambahan penduduk ini segera mendapatkan
> perhatian....program2 yang pernah ada perlu dibangkitkan lagi dan
> lebih ditingkatkan dan diperbaiki secara berkelanjutan. Media
> elektronik jangan kepenuhan berita kawin cerai aja dong....bisa
> digunakan untuk penerangan KB dsb....atau sudah dianggap kuno
> juga....atau bisa bikin rating runyam????
> 
> Salam
> Kukuh Kumara
> 
> ---------------------------------------------------------------
> si_andi wrote:
> 
> Saya kira kalau sampai program KB dan imunisasi di pedalaman
> Sukabumi tersebut tidak berjalan, panggil saja dokter Puskesmasnya.
> Saya tidak tahu apakah mereka bisa dimintai pertanggungjawaban, tapi
> yang jelas mereka pasti bisa menjelaskan penyebab dan solusinya.
> Saya kok menduga yang kurang adalah kampanyenya dan kesungguhan
> puskesmasnya untuk men-track keluarga yang tidak pernah datang ke
> Posyandu. Artinya dokternya sudah puas kalau Posyandunya rame. Tidak
> memeriksa dari data kependudukan bahwa masih ada yang tidak datang
> ke Posyandu.
> 
> Saya rasa lebih tepat kalau pemerintah menggairahkan kembali program
> yang sudah ada, lalu menyediakan dana untuk kampanye kesehatan, KB,
> dan imunisasi. Toh infrastrukturnya sudah tersedia. Cuma kampanye
> lewat televisi sekarang pasti berlipat-lipat lebih mahal. Tidak
> seperti zaman TVRI dulu.
> 
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 
>


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke