----- Original Message ----- 
From: fauziah swasono  WROTE :

Nah, kok contohnya Afghan? Bukannya Afghan hancur karena perang
saudara dan diinvasi Amerika? Terus terang nggak ngerti hubungan
kejadian ini dg Afghan. 

Yang saya maksud ini lho, Sdr Fauziah. kan yang rugi Rakyat Afgan sendiri 



Unjuk Rasa Anti Amerika Besar-besaran Di Afganistan 

--------------------------------------------------------------------------------

      Kemarin di Kabul, ibu kota Afganistan terjadi unjuk rasa anti Amerika 
yang berskala besar, ribuan siswa turun ke jalan untuk memprotes tindakan 
tentara Amerika yang menodai Al Quran dan menembak para pemrotes. Sejak tanggal 
10, siswa dan massa di Afganistan mulai mengadakan unjuk rasa anti Amerika di 
seluruh negeri, dan berkonfrotasi dengan polisi dan tentara yang bertugas 
memelihara ketertiban, dengan mengakibatkan 7 orang tewas dan 76 orang lainnya 
cedera. Ini adalah kegiatan unjuk rasa anti Amerika terbesar skalanya yang 
terjadi di Afganistan seusai perang Afganistan yang dilancarkan Amerika pada 
bulan Desember tahun 2001. 

      Unjuk rasa anti Amerika Afganistan kali ini diakibatkan oleh sebuah 
laporan yang diterbitkan di Newsweek Amerika. Laporan Newsweek pada tanggal 9 
melaporkan, menodai Al Quran adalah salah satu cara yang sering digunakan oleh 
tentara Amerika untuk menghukum tawanan Muslim yang ditahan di penjara 
Guantanamo Bay. Untuk menghukum dan menganiayai tawanan Muslim, tentara Amerika 
meletakkan buku Al Quran ke dalam kamar belakang, bahkan membuangnya ke dalam 
urinal. Setelah diungkapkannya hal itu, segera menimbulkan kemarahan kaum 
Muslim di Afganistan. Dilaporkan sejak peristiwa 11 Sep, sekitar 530 orang 
tersangka elemen teroris Muslim Afganistan dan Pakistan ditahan dalam penjara 
Guantanamo Bay oleh tentara Amerika. 

      Unjuk rasa anti Amerika terjadi di kota Jalalabab Afganistan timur. 
Tanggal 10, ratusan mahasiswa di kota Jalalabab ke luar dari kampus, berteriak 
semboyan anti Amerika menyusuri jalan utama Jalalabab menuju ibukota Kabul. 
Massa setempat juga mengikkuti unjuk rasa kali ini. Mereka menuntut Amerika 
minta maaf terhadap tindakan penodaan Al Quran, dan menarik diri dari 
Afganistan untuk selama-lamanya. 

      Presiden Afganistan Hamid Karzai yang sedang berkunjung di luar negeri 
tanggal 11 menyatakan, kerusuhan di jalan Jalalabad bukan kegiatan anti 
Amerika, melainkan kelampiasan kemarahannya terhadap tindakan tentara Amerika 
yang menodai Al Quran. 

      Akan tetapi para analis berpendapat, kerusuhan di Jalalabab serta unjuk 
rasa skala besar yang terjadi di seluruh negeri terjadi sebagai manifestasi 
sentimen anti Amerika di antara orang Afganistan, yang tidak puas terhadap 
kerjasama militer antara pemerintah Afganistan dan Amerika. Sebelum itu ada 
laporan mengatakan, tentara Amerika akan mendirikan sebuah pangkalan militer 
permanen di dalam wilayah Afganistan, dan itu diprotes banyak orang di 
Afganistan. Masyarakat Afganistan juga menyatakan sangat tidak puas atas 
jatuhnya banyak korban di pihak penduduk Afganistan dalam aksi pemberantasan 
organisasi Al Qaeda dan kekuatan tersisa Taliban yang dilakukan oleh tentara 
Amerika. 

      sumber : http://id.chinabroadcast.cn/1/2005/05/13/[EMAIL PROTECTED]




     

  ----- Original Message ----- 
  From: fauziah swasono 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, May 15, 2005 8:36 PM
  Subject: [ppiindia] Re: Mahasiswa IAIN Sweeping Hotel untuk Cari Tamu Asal 
Amerika



  --- In [email protected], "BUD'S" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  > Itulah kwalitas dan mental dari Orang2 itu, kami hasih heran yang
  Namanya
  > Mahasiswa masih punya otak seperti ini, masih belum bisa membedakan
  antara
  > Pemerintah Amrik, Oknum Amrik, dan Warga negara Amrik. Apakah yang
  > melakukannya mereka ???? apa dosanya warga negara Amrik ???. coba
  kalau ada
  > yang membom itu dari kelompok Agama tertentu pastilah mereka akan
  bilang Oh
  > Itu OKNUM. Sekarang kami ingin anda semua coba renungkan Apakah
  bijaksana
  > kalu si Amrik Meng Sweeping semua Orang Muslim di AS sehubungan
  kasus 911
  > ??? Di Thailand  semua orang Muslim di Sweeping sehubungan dengan Kasus
  > Pengeboman ???  Dalam contoh kasus ini seperti biasa, jawaban klasik
  yang
  > sering kami dengar adalah Oh itu hanya issue, Oh itu belum terbukti.
  dll .
  > dan kami ingin bertanya dalam kasus ini kenapa semua orang tidak
  berpendapat
  > demikian ????.
  > 

  Tenang.. tenang Mas... Kok anda emosi sekali sih..
  Soal sweeping, di Amrik (terutama pada waktu baru2 kejadian 9/11)
  banyak sekali tuh muslim di sweeping dan mengalami pelecehan. Tentu
  saja sebagian besar karena tindakan oknum. Jadi sama saja, di
  Indonesia maupun di US ada oknum2 yang emosional. Kita nggak perlu
  ikutan emosi.
  Menurut saya, pihak universitas (IAIN?), ulama, Walikota, Polisi,
  Gubernur yang mestinya aktif menjelaskan pada masyarakat untuk tidak
  melanggar hak orang lain termasuk orang asing. Juga ketegasan
  konsekuensi sanksinya.  


  > Kami juga ingin bertanya, bagaimana caranya kejadian itu ( kalau memang
  > benar ada ) bisa keluar dari Penjara Guantanamo yang terkenal Ketat
  itu ???
  > dan Apakah kejadian tersebut terjadi di Depan Orang banyak ????
  kalau bukan
  > tentunya yang tahu masalah ini hanya diketahui oleh Si Pelaku dan
  Tahanan
  > tersebut. Terus siapa yang membawa kasus pelecehan itu keluar dari
  penjara
  > tersebut ???
  > 

  Wah, kalau persisnya apa yang terjadi kayaknya member milis ini nggak
  ada yang tau juga, wong (kayaknya) blom pernah ada yg pergi ke
  Guantanamo. Tapi kalau baca Newsweek (yg pertama nulis laporan ini)
  mereka telah melakukan konfirmasi sebelum menurunkan laporan ini. Dan
  mengingat sejarah abusing yg kental disana (baca laporan Human Rights
  International) maka patut diduga hal ini bukan sekedar sensasi belaka. 

  Apalagi kasus ini terjadi dipenjara; di Abu Ghraib juga terjadi
  pelecehan. Yang penting bagi saya adalah apakah negara menyetujui atau
  melarang keras tindakan tsb. Di penjara bukan cuma muslim yang
  mengalami pelecehan spt di Abu Ghraib, warga negara sendiri juga
  sangat rentan thd pelanggaran HAM.  
  Makanya Rice langsung merespons dg bijak sedangkan Pentagon mencak2.
  Well, kita lihat saja bgm akhirnya.
  Btw, yang nggak dapat edisi hardcopy Newsweek bisa baca edisi online:
  "How a Fire Broke Out"

  http://www.msnbc.msn.com/id/7857407/site/newsweek/


  > Itu lah tipikal dari Orang2 yang ngak punya otak, tindakan mereka malah
  > merusak citra Negeri ini, Apakah mau contoh Afgan ??? sampai terjadi
  > kerusuhan, akhirnya yang rugi siapa ??? Amrik or Afgan ???
  > 

  Nah, kok contohnya Afghan? Bukannya Afghan hancur karena perang
  saudara dan diinvasi Amerika? Terus terang nggak ngerti hubungan
  kejadian ini dg Afghan. 

  just my two-cent
  salam,
  fau




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke