http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=171969 Kamis, 19 Mei 2005,
Dua Polisi Dibekuk Di Ambon Terkait Penyerbuan Brimob, Polda Tolak Ungkap Identitas AMBON - Meski sudah menangkap sejumlah tersangka, polisi masih menolak mengungkapkan identitas orang-orang yang telah diringkus. Juga peran mereka dalam aksi penyerbuan pos Brimob di Desa Lokki, Kecamatan Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) beberapa hari lalu. Kabid Humas Polda Maluku Kompol Endro Prasetyo, ketika ditanya wartawan kemarin mengatakan belum bisa menyebutkan identitas lengkap dan pelaku yang sudah ditahan polisi. Alasannya, saat ini petugas Brimob dan tim Detasemen 88 Polda Maluku masih mengejar pelaku lain. Termasuk aktor utama di balik aksi penyerbuan yang menewaskan lima anggota Brimob, seorang warga, dan seorang lagi dari pihak penyerang itu. "Kami tidak dapat menyebutkannya karena dapat dibaca oleh tersangka lain. Makanya kami tertutup. Sebab, mereka juga akan terus memonitor kerja kami melalui pemberitaan di media massa," dalih Endro. Dari catatan koran ini, sedikitnya 9 orang sudah ditangkap menyusul insiden penyerang pos jaga pasukan elite polisi itu. Mereka adalah tiga orang yang disangka ikut membantu mengantarkan pelaku sebelum dan sesudah penyerangan. Kemudian, 6 orang yang diduga kuat terlibat langsung aksi penyerangan. Selain itu, dua oknum polisi berinisial IP dan ST disebut-sebut ikut ditahan di Polda Maluku. Kedua polisi itu terlibat penyerangan pos Brimob? "Saya belum tahu soal itu. Sejauh ini informasi tersebut belum saya peroleh," aku Endro. Penangkapan dua polisi ini menguatkan spekulasi yang beredar di masyarakat bahwa penyerangan dilakukan oleh orang-orang profesional dan terlatih menggunakan senjata api. Menurut Endro, pemeriksaan terhadap orang-orang yang kini ditahan juga dikembangkan ke beberapa aksi penyerangan lainnya. Seperti peristiwa penembakan di Vila Karaoke di Hatiwe Besar belum lama ini dan penembakan KM Lai-lai VII beberapa waktu lalu. "Jadi, selain kasus (penyerangan Brimob) ini, penyidikan dikembangkan ke kasus penembakan di Vila Karaoke. Karena, ada di antara para pelaku juga melakukan penembakan di lokasi tersebut," ungkap perwira polisi dengan melati satu di pundaknya itu. Dari pengakuan mereka, lanjut Endro, ada yang ikut penyerangan di Desa Lokki, tapi tidak ikut saat penyerangan ke Vila Karaoke. Juga, ada di antara mereka mengaku ikut aksi penembakan kapal Lai-lai. Mengenai motif penembakan terhadap anggota Brimob BKO ini, kata Endro, untuk sementara ini adalah untuk mengacaukan situasi di Maluku. Untuk saat ini, Endro mengaku belum mengetahui aktor intelektual di balik aksi penyerangan pos Brimob pukul 03.00 WIT itu. Adakah kelompok yang menggerakkan mereka? Endro mengatakan masih menunggu hasil pemeriksaan. Pada bagian lain, Endro menjelaskan, pada Selasa (17/5) malam telah dilakukan penyisiran di satu titik di Kota Ambon. Polisi menemukan berbagai jenis senjata api berikut amunisinya. Di antaranya, satu pucuk jenis M16, dua SKS, satu Mouser, dua US Karabine, dan satu pucuk Stand Machine. Sebelumnya, polisi menemukan 6 tas pinggang berisi beragam amunisi. Di antaranya, 507 butir jenis MK 3, 249 butir jenis jungle, 169 butir AK 47, 81 butir Mouser, dan 242 butir US Karabine. Juga ditemukan satu jaket doreng dengan bercak darah. "Senjata lain yang digunakan pelaku juga masih terus kita cari," ujarnya. Senjata api dan amunisi yang ditemukan polisi itu diduga milik para penyerang pos Brimob. Mereka membuangnya di kolong selokan dan di hutan usai menjalankan aksinya. (jpnn) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

