Semua orang lahir kafir. Apakah salah dia menganti agamanya ke agama Islam?
----- Original Message ----- From: "A Nizami" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, May 19, 2005 8:19 AM Subject: Re: [ppiindia] Suara Lirih Melawan Arabisme Fiqih > Maksudnya melawan Islam begitu? > Kemudian bikin Islam versi Amerika. > Roy itu kan asalnya Kristen. Baru tahun 1997 masuk > Islam. Tahun 1998 bikin pesantren dan digelari "Kiai" > > Tidak segampang itu untuk jadi ustad...:) > > --- givingnewhope <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> Comment: >> Ustadt Roy bukan orang pinter agama ataupun seorang >> ahli kitab >> (teologist). Ustadt Roy hanya seorang mantan >> penjahat yang bertobat >> yang terinspirasi oleh QS Ibrahim 14:4 lalu berusaha >> mendorong orang >> untuk semakin mencintai shalat.. >> Tapi sayang, arogansi mainstream yang masih kental >> dengan warna >> kearabannya telah membawa sang ustadt kecil ini ke >> penjara... Ironis.. >> Terima kasih Ustadt, engkau telah menunjukkan sebuah >> teladan yang >> baik untuk lebih mencintai identitas keindonesian >> kita. >> >> > ---------------------------------------------------------------------- >> >> Oleh: Rumadi* >> Pro-Kontra shalat dengan dua bahasa (Arab dan >> Indonesia) yang >> dipraktikkan sebuah komunitas "Pondok I'tikaf Ngadi >> Lelaku" di Malang >> Jawa Timur pimpinan Muhammad Yusman Roy, agaknya >> akan berakhir anti- >> klimaks. Sebagai hal yang tidak lazim, praktik >> tersebut dianggap >> salah dan "menyesatkan". Oleh karena itu, semua >> komunitas agama >> seperti Majlis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul >> Ulama (NU), dan >> Muhammadiyah menganggap hal tersebut menyalahi >> praktik shalat yang >> dilakukan Nabi Muhammad saw (shall� kam� ra`aitum�n� >> ushall�). Pihak >> kepolisian juga sudah menggiring Yusman Roy sebagai >> tersangka dengan >> tuduhan penodaan agama (Koran Tempo, 8/5/05), sebuah >> tuduhan yang >> mengerikan. Aneh memang, "niat baik" ternyata bisa >> berakhir di jeruji >> besi. >> >> Muhammad Yusman Roy mendapat serangan dari berbagai >> kalangan nyaris >> tanpa pembelaan dan argumentasi yang memuaskan. >> Maklum, dia bukan >> seorang seorang ulama, kiai, akademisi, atau orang >> yang tumbuh dan >> berkembang dalam tradisi keagamaan yang ketat. Dia >> juga bukan seorang >> pengikut "Islam liberal" yang terus berupaya >> menerobos ortodoksi >> Islam. Karena itu, wajar kalau dia tidak begitu >> peduli dengan >> metodologi berfikir para ahli fiqih yang jlimet itu. >> Dia hanya orang >> yang ingin mengajarkan kepada komunitasnya agar apa >> yang dibaca dalam >> shalat diketahui maknanya sehingga diharapkan shalat >> tidak sekedar >> menjadi rutinitas ritual tapi mempunyai atsar kepada >> pelakunya. >> Ditemukanlah formula shalat dua bahasa, di samping >> membaca "edisi >> Arab" diikuti pula "edisi Indonesia ". >> >> Jadi Roy bukan mengganti Bahasa Arab dengan Bahasa >> Indonesia, tapi >> sekedar menambahkan terjemahan dalam Bahasa >> Indonesia. Dengan begitu, >> orang yang shalat mengetahui apa yang sedang dibaca. >> Roy semakin >> yakin dengan "ijtihadnya" itu setelah menemukan QS. >> Ibrah�m (14): 4 >> yang artinya: "Kami tidak mengutus seorang rasul pun >> melainkan dengan >> bahasa kaumnya". Ayat ini seolah menjadi "inspirasi" >> bagi kebolehan >> shalat dengan tambahan terjemahan ke dalam bahasa >> non-Arab. >> >> Argumen Roy dari sisi ilmu ush�l al-fiqih >> konvensional memang bisa >> dikatakan lemah. Argumen pertama (agar shalat >> mempunyai makna) akan >> dengan mudah dipatahkan dengan mengatakan bahwa >> shalat dengan dua >> bahasa karena tidak tahu artinya bukanlah formula >> untuk menjadikan >> shalat mempunyai makna, karena jalan keluarnya >> adalah belajar >> bagaimana agar orang yang tidak tahu makna bacaan >> dalam shalat >> menjadi tahu. Demikian juga dengan QS. Ibrah�m (14): >> 4 tidak >> mempunyai wajh al-istidl�l untuk membenarkan praktik >> shalat dua >> bahasa karena ayat tersebut tidak mempunyai >> keterkaitan sama sekali >> dengan problem yang sedang dibahas. >> >> Meskipun argumen yang dikemukakan Muhammad Yusman >> Roy lemah dari sisi >> manhaj al-istidl�l, namun hal itu tidak berarti >> tidak mempunyai >> preseden sama sekali dalam khazanah fiqih klasik. >> Memang nyaris tidak >> ada fuqaha yang memperbolehkan shalat selain dengan >> bahasa Arab, >> terutama dalam membaca surat al-fatihah, kecuali >> Imam Abu Hanifah (w. >> 150 H). Kalau toh ada sebagian kecil ulama yang >> memperbolehkan >> mengganti bacaan shalat selain Bahasa Arab, namun >> hal itu tidak >> berlaku untuk surat al-fat�hah. Surat al-fat�hah >> adalah `harga mati' >> yang tidak boleh diganti dengan bahasa apapun. >> >> Namun demikian, Imam Abu Hanifah memperbolehkan >> membaca al-fatihah >> dalam shalat dengan bahasa Parsi bagi yang tidak >> mampu berbahasa >> Arab. Bahkan, dia berpendapat, membaca al-fatihah >> dengan bahasa >> Parsi -atau bahasa-bahasa lain tentunya- tidak >> menghalangi sahnya >> salat meskipun orang tersebut mampu berbahasa Arab. >> Hal yang terakhir >> ini (bagi orang yang mampu berbahasa Arab) memang >> hukumnya makruh >> menurut Imam Abu Hanifah. (Abu Zahra, Ab� Han�fah: >> Hay�tuhu >> wa `Ashruhu wa ar�`uhu wa Fiqhuhu, [D�r al-Fikr >> al-`Arab�, 1977], >> hlm. 34-35). >> >> Memang pendapat Imam Abu Hanifah tersebut bagaikan >> "suara lirih" di >> tengah kuatnya arus pendapat yang tidak >> memperbolehkan shalat selain >> Bahasa Arab. Imam Syafi'i (w. 204 H) adalah tokoh >> yang paling keras >> menyuarakan hal ini. Bagi Imam Syafi'i tidak ada >> pilihan kecuali >> harus menggunakan Bahasa Arab dalam Shalat, baik >> orang yang tahu >> Bahasa Arab maupun tidak. Imam Syafi'i memang >> dikenal sebagai seorang >> tokoh yang mempunyai pembelaan gigih terhadap Bahasa >> Arab, terutama >> Bahasa Arab versi suku Quraisy. Dia, misalnya, >> menolak pendapat yang >> mengatakan bahwa di dalam al-Qur'an ada serapan dari >> Bahasa non-Arab. >> >> Pendapat Imam Syafi'i tersebut bertumpu pada >> pemahaman mengenai >> esensi al-Qur'an. Menurutnya, esensi al-Qur'an bukan >> semata-mata >> makna tapi makna yang dibungkus dengan kata-kata. >> Dengan demikian, >> Bahasa Arab (al-Qur'an) -dengan segenap ideologinya- >> adalah bagian >> substansial dari struktur teks (al-tal�zum bain >> al-lafdzi wa al- >> ma'n�).. >> >> Nasr Hamid Abu Zayd mempunyai penilaian yang menarik >> mengenai hal >> ini. Menurutnya, sikap Imam Syafi'i yang begitu >> keras membela Bahasa >> Arab (Quraisy) karena dia memang seorang Arab >> (Quraisy) yang begitu >> fanatik dengan ke-Arab-annya. Hal ini berbeda dengan >> Imam Abu Hanifah >> yang non-Arab, Persia , sehingga ia tidak >> mensakralkan Bahasa Arab. >> (Nasr H�mid Abu Zayd, al-Im�m al-Sy�fi'� wa ta`ts�ts >> al-Idiolojiyat >> al-Wasathiyah, [Kairo: Maktabah Madb�l�, 1996], cet. >> II, hlm. 66). >> >> *** >> >> Saya sebenarnya tidak ingin terlarut dalam >> perdebatan pro-kontra yang >> pasti akan selalu berakhir dengan "penindasan" >> terhadap kelompok yang >> dianggap menyimpang. Dalam sejarah, pemahaman >> keagamaan yang dianggap >> menyimpang dari mainstream hampir selalu (di)kalah( >> kan ) dan dilibas >> oleh kelompok mainstream dengan berbagai cara, >> seperti dengan memberi >> fatwa sesat atau meminjam tangan kekuasaan untuk >> mengadili dan >> memenjara. >> >> > === message truncated === > > > Bacalah artikel tentang Islam di: > http://www.nizami.org > > > > Yahoo! Mail > Stay connected, organized, and protected. Take the tour: > http://tour.mail.yahoo.com/mailtour.html > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/OCfFmA/UOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

