GALAMEDIA
21/05/2005
Fak. Kedokteran Unpad "Dilelang" Rp 128 Juta
SEKELIMUS, (GM).-
Pada tahun ajaran 2005/2006, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung akan
menerima mahasiswa melalui jalur program kerja sama. Untuk bisa masuk fakultas
kedokteran (FK), calon mahasiswa diharuskan menyerahkan dana sebesar Rp
128.450.000.
Dalam brosur yang diperoleh "GM", hampir semua jurusan di Unpad sudah
ditentukan jumlah nominal rupiahnya pada setiap fakultas. Mulai dari yang
terendah Rp 11.150.000 untuk fakultas sastra, sampai harga tertinggi untuk
fakultas kedokteran Rp 128.450.000.
"Calon mahasiswa yang diterima pada program kerja sama sekitar 20% dari
keseluruhan calon mahasiswa yang diterima dalam seleksi penerimaan mahasiswa
baru (SPMB)," kata Koordinator Humas Unpad, Drs. Hadi Suprapto Arifin, M.Si.
saat dihubungi "GM" melalui telepon selulernya, Jumat (20/5) malam.
Menurut Hadi, program ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak tahun
ajaran 2001/2002. Mekanisme pelaksanaan program diawali dengan jalinan kerja
sama antara Unpad dengan pemerintah daerah (pemda) yang dijadikan rekanan.
"Pada tahap awal, provinsi yang dilibatkan dalam program ini adalah
provinsi yang ada di kawasan Indonesia bagian timur (IBT), seperti Maluku dan
Papua. Pada tahun ajaran 2003/2004, selain provinsi di wilayah IBT, ditambah
dengan wilayah Banten. Sedangkan pada tahun ajaran 2005/2006, wilayah program
ditambah dengan Jabar, yang meliputi Kab. Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kab.
Ciamis, Kota Banjar, Kab. Indramayu, dan Kota Bandung," katanya.
Menurut Hadi, program penerimaan mahasiswa baru jalur kerja sama
bertujuan menciptakan pemerataan pendidikan. Sebab, saat mengikuti SPMB, calon
mahasiswa dari daerah akan sulit bersaing dengan mahasiswa yang berasal dari
kota-kota besar. Agar keinginan mereka untuk kuliah di perguruan tinggi negeri
(PTN) bisa terlaksana maka diadakan program ini.
"Mekanisme pelaksanaan program diawali dengan adanya jalinan kerja sama
antara Unpad dengan pemda yang dijadikan rekanan kerja sama," katanya.
Hadi menambahkan, biaya calon mahasiswa yang berasal dari wilayah IBT
ditanggung oleh pemda masing-masing dalam bentuk ikatan dinas. Sedangkan untuk
pemda yang ada di Jabar dan Banten ditanggung oleh setiap calon mahasiswa.
"Walaupun di Jabar dan Banten biaya untuk mengikuti program ditanggung
oleh calon mahasiswa, namun diharapkan setelah lulus kuliah mereka akan
diangkat menjadi pegawai melalui jalur ikatan dinas," ujarnya.
Wajar
Ketika disinggung bahwa biaya yang harus dikeluarkan oleh calon mahasiswa
relatif besar, menurut Hadi, itu sesuatu yang wajar. Sebab, program ini tidak
memperoleh subsidi dari pemerintah. "Hal serupa juga terjadi untuk program
D-III dan ekstensi," jelasnya.
Hadi mengungkapkan, seperti SPMB, pada program ini calon mahasiswa harus
mengikuti tahap seleksi. Provinsi yang berada di wilayah IBT, Banten, dan 5
kab. di Jabar, yaitu Kab. Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kota
Banjar, dan Kab. Indramayu sudah melaksanakan seleksi, awal Mei lalu. Sedangkan
seleksi untuk Kota Bandung akan dilaksanakan pada 21 Juni 2005.
"Mekanisme penilaiannya relatif sama dengan SPMB. Pada program ini, calon
mahasiswa yang berasal dari kelompok IPA, dalam buku laporan pendidikan yang
dimilikinya harus memiliki nilai rata-rata 7 dan untuk setiap pelajaran tidak
boleh ada nilai di bawah 6. Sedangkan untuk kelompok IPS, juga harus memilki
nilai rata-rata 7 dan untuk setiap pelajaran tidak boleh ada nilai di bawah 6,"
ujarnya.
Menyinggung akan munculnya kesan tidak adil dalam pandangan sebagian
masyarakat, Hadi mengatakan, hal itu tidak perlu terjadi. Sebab, sebagian besar
calon mahasiswa yang diterima di Unpad berasal dari SPMB.
Sementara itu, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Bina Dharma Bandung,
Drs. Sukadi mengatakan, penyelenggaraan program itu sah saja dilakukan. Bila
dikaitkan dengan otonomi PT, setiap pengurus PT berhak mencari kiat-kiat
mengembangkan PT yang ditanganinya. Walaupun demikian, ketika program itu
dilaksanakan, rasa keadilan masyarakat harus terakomodasi.
"Jika calon mahasiswa yang tidak mampu secara akademis dan tidak mampu di
bidang ekonomi juga bisa mengikuti program, hal itu bisa memenuhi rasa keadilan
masyarakat. Tetapi, jika tidak, program ini hanya ditujuan untuk orang-orang
tertentu saja," ujarnya.
Imam Santoso yang merupakan pengajar di SMA Puragabaya Bandung, merasa
prihatin dengan adanya ketentuan itu. Sebab, jalur khusus yang disediakan pihak
universitas tersebut berlaku hanya untuk mereka yang memiliki uang. Padahal,
pada dasarnya setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
(B.80/B.81/tri)**
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Ever feel sad or cry for no reason at all?
Depression. Narrated by Kate Hudson.
http://us.click.yahoo.com/LLQ_sC/esnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/