http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=artikel%7C0%7CX Senin, 30 Mei 2005 Mempermainkan Derita PRT di Layar Kaca
Oleh Mega Vristian Sebagai pembantu rumah tangga saya merasa terharu saat membaca berita dari Warta Kota, Rabu, 25 Mei 2005 yang dimuat di milis Buruh Migran, yaitu mengenai Ari Wibowo yang bermaksud mencari pembantu rumah tangga (PRT) untuk mengurus rumahnya. Ini berarti ada job kerja bagi perempuan di Indonesia yang ingin bekerja di bidang PRT. Tapi tiba-tiba keterharuan saya dienyahkan oleh munculnya gagasan dari MD entertainment untuk menggelar Reality Show Ari Mencari Pembantu.�MD nawarin gimana kalau mereka yang nyariin sekalian bikin reality show�, kata Ari. Tentu saja Ari menyambut gembira ide ini. � Saya senang sekali, ini kebanggaan buat saya, memiliki pembantu terbaik dari sembilan kota (tempat audisi). Dan, ini kebanggaan buat si pembantu juga dooong�, katanya. Bagaimana si pembantu terbaik itu tidak senang, gaji yang dijanjikan pihak MD Rp.10 juta/bulan. �Pembantu ini akan di rumah saya dalam waktu setahun dengan gaji yang besar. Jadi dijamin, dalam setahun uang sejumlah Rp. 120 juta sudah di tangan. Asalkan nanti kalau sudah ngetop dia jangan bertingkah. Saya juga berhak memecatnya kalau dia macam-macam�. Ari Wibowo dengan Rp.10 juta/bulan terkesan sudah merasa dan memiliki PRT itu sebagai miliknya: �Saya berhak memecatnya kalau dia macam-macam�,kemudian dikatakan juga �Tapi syarat penilaian tetap saya yang menentukan, game-game selama karantina juga saya yang membuat�. Ari dalam konteks ini berbicara tentang hak dirinya tapi barangkali melupakan hak manusia sekalipun profesi pekerjaannya sebagai PRT. Seakan-akan dengan Rp.10 juta/bulan, Ari Wibowo sudah bisa menggantikan nilai dan harkat kemanusiaan seseorang. Satu-satunya yang masuk dalam benak Ari Wibowo sebagai nilai manusiawi adalah hak PRT untuk beristirahat tapi bukan dilakukan sebagai anak manusia sehingga Ari bicara tentang �game-game� dan periode �karantina�. Seluruh nilai baik dan buruk mutlak ada di tangan Ari Wibowo karena sudah memberi gaji RP.10 juta/bln kepada PRT nya. Pandangan sikap Ari ini, saya kira tidak lain dari pengejawantahan filosofi �uang adalah raja� dimana manusia dijadikan barang dagangan semata, tentu ini wujud dari perbudakan zaman sekarang yang didominasi oleh kapitalisme. Pandangan dan sikap Ari Wibowo tidak lain perwujudan �savage capitalism�, kapitalisme buas (manusia makan manusia), inti yang diperdebatkan oleh masyarakat Eropa ketika mereka membahas Konstitusi masyarakat Eropa. Sudah tentu masyarakat Eropa barat menolak praktek �savage capitalisme� ini, tapi kenapa Ari justru ingin menerapkannya?. Tidakkah pandangan sikap dan rencana Ari Wibowo, SCTV dan MD Entertainment ini merupakan salah satu bukti lagi betapa dehumanissai sudah menjadi salah satu ciri utama masyarakat kita?. Menjadi PRT itu saja sudah merupakan sebuah penderitaan lahir batin. Kalau mampu ingin rasanya memperoleh pekerjaan lain yang lebih baik dan terlihat terhormat di mata masyarakat. Walau sebenarnya menjadi PRT adalah pekerjaan baik dan halal, tetapi masyarakat Indonesia menganggapnya sebagai sebuah profesi kerja yang sangat rendah. Sehingga nasib PRT memang sering di pandang sebelah mata (masih sebagai babu). Padahal perempuan yang berprofesi sebagai PRT adalah perempuan-perempuan tangguh yang berusaha melawan kemiskinan dengan berusaha mandiri, tak menjadi benalu bagi orangtua dan membantu suami menyiapkan masa depan anak-anak mereka. Bahkan mereka seperti lilin dalam suramnya ekonomi keluarga. Kalau memang pihak MD dan Ari Wibowo menggelar acara �reality show� mencari PRT untuk berkerjadi di rumah Ari ini, didasarkan atas pemikiran untuk meningkatkan taraf hidup rakyat miskin yang berprofesi sebagai PRT, itu adalah tujuan yang mulia. Tapi menurut saya adalah tidak demikian. Sebab �reality show� Ari mencari pembantu yang akan ditonton oleh ratusan juta pasang mata penduduk Indonesia, adalah praktek �mempermainkan derita� atau pelecehan PRT lewat layar kaca. Sebetulnya banyak cara jika ingin peduli akan nasib PRT, misalnya mencarikan Ari PRT, kemudian PRT itu dimanusiakan dengan diberi gaji cukup atau lebih dari gaji umum yang berlaku di Indonesia, tak usah Rp.10 juta/bln seperti yang digemborkan secara �bombastis� itu dan tak perlu juga mempertontonkan pada ratusan juta pemirsa layar kaca, proses seleksinya yang melalui �game-game� dan �karantina�. Kemudian diberi libur sebulan empat kali, diberi kesempatan dan di biayai meningkatakan pendidikan dengan melalui kursus atau sekolah. Dengan harapan si PRT tak selamanya harus menjadi pembantu rumah tangga saja, tapi dia bisa mencari atau membuka lapangan pekerjaan yang lain bagi dirinya sendiri. Karena si PRT diberi jatah libur sebulan empat kali, diberikan kebebasan untuk mendirikan komunitas atau organisasi PRT, sehingga PRT Indonesia punya kekuatan yang terorganisir untuk memperjuangkan nasibnya, mewujudkan impian di tanah air, yaitu lahirnya Undang-Undang Perburuhan Khusus Perlindungan PRT oleh Pemerintah RI. Kemudian bila dalam jangka satu tahun muncul berita bahwa PRT-nya Ari wibowo berhasil meraih ijasah suatu lembaga pendidikan atau sudah bisa mendirikan suatu usaha apa begitu atau bahkan si PRT sudah berubah profesi menjadi artis(mengingat perkataan Ari Wibowo, yang mempunyai kekawatiran pada PRT-nya jika �ngetop�, mungkin �ngetop� sebagai artis film karena Ari sendiri adalah artis film dan mungkin dia mengarahkan PRTnya berprofesi seperti dia), maka masyarakat secara langsung atau tidak akan memuji dan bahkan mengacungkan dua jempol atas tindakan mulia MD dan Ari Wibowo. Dan tidak menutup kemungkinan kalau kemudian para majikan lain mengikuti jejak Ari terhadap PRT nya. Ini seperti angan yang tergantung tinggi di langit, memang. Tetapi mengapa mesti pesimis, biarpun saya juga adalah PRT, tak pernah jemu mengejar angan .Nasib dan harkat sebagai manusia memang harus diperjuangkan. Mega Vristian penulis lepas yang berprofesi sebagai PRT di Hong Kong ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/HO7EnA/3MnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

